DANIEL PANE

SELAMAT DATANG DAN MENIKMATI YANG TELAH DISAJIKAN

Rabu, 29 Juni 2016

BAHAN KHOTBAH
MINGGU VI SETELAH TRINITATIS
Minggu, 03 Juli 2016
Ev.: Galatia 6: 7 – 16; Ep.: Jesaya 66: 10 – 44; S.Patik: Roma 3: 12 – 13
Oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.

BERTEKUNLAH BERBUAT BAIK SEBAGAI PENYATAAN UMAT PILIHAN ALLAH!

Pengantar
            Apakah kita ini adalah umat pilihan Allah? Sebagai umat pilihan Allah apakah hidup kita seluruhnya telah dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Allah, ataukah masih dipenuhi dan dipimpin oleh roh-roh yang ada di dunia ini? Memang benar, kita ini masih hidup di dunia yang penuh dengan kejahatan namun itu tidaklah sebagai ketetapan hidup kita ini harus dipenuhi atau dipimpin oleh roh dunia ini. Roh memang tidak tampak walaupun ada beberapa orang yang memiliki kemampuan untuk melihat roh. Akan tetapi setiap roh akan mempengaruhi tubuh orang yang dihinggapinya dan akan memimpinnya. Itu berarti, apabila Roh Allah menghinggapi atau diam di dalam tubuh kita, maka kita akan dipengaruhi dan dipimpin untuk berbuat baik sesuai dengan yang Allah inginkan, namun apabila roh dunia yang diam di tubuh kita maka kita akan dipengaruhi dan dipimpin untuk melakukan apa yang dunia ini kehendaki.
            Apakah yang Allah kehendaki bagi setiap umat pilihan-Nya? Itulah yang akan dijelaskan pada penjelasan nas khotbah ini. Maka saya mengarahkan kita untuk masuk ke penjelasan nas khotbah ini.

Penjelasan Nas
            Surat Galatia ini merupakan surat Rasul Paulus yang bertujuan untuk memberi pengajaran bagi umat Kristen yang tinggal di Kota Galatia mengenai kerasulannya dan bagaimana sikap umat Kristen sebagai umat Allah. Kota Galatia dipenuhi dengan berbagai ajaran-ajaran filsafat dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya dan budaya. Kota Galatia terletak di wilayah tengah bagian utara Asia Kecil (Turki sekarang). Banyak tantangan yang dihadapi oleh umat Kristen di kota ini, baik tantangan dari kaum Gnostik maupun dari kaum Yahudi yang tinggal di kota ini. Pergumulan yang di hadapi umat Kristen di kota ini karena banyaknya ajaran – ajaran yang menolak dan meragukan ajaran serta kerasulan Paulus. Dengan banyaknya tantangan demikian, banyaklah umat Kristen yang menjadi ragu tentang ajaran iman yang Paulus ajarkan. Untuk menjawab keraguan tersebutlah dan menguatkan iman umat Kristen selaku umat pilihan Allah untuk menghadapi semua tantangan atau pergumulan tersebut. Selain menjawab keraguan itu, melalui surat ini juga Paulus mengajarkan umat Kristen di kota ini bagaimana harus bersikap sebagai wujud nyata umat Allah.
            Pada pasal 6 ini rasul Paulus memberikan nasehat sebagai lanjutan nasehatnya pada pasal sebelumnya. Pada pasal sebelumnya (pasal 5) Paulus menasehatkan dan mengajarkan bagaimana umat pilihan Allah harus berperilaku atau bersikap di tengah – tengah hidupnya. Umat pilihan Allah haruslah benar – benar membuahkan buah Roh, Roh Kudus yang merupakan Roh yang berasal dari Allah sendiri. Kita harus menyadari bahwa anugerah Allah melalui pemilihan-Nya terhadap kita sebagai umat pilihan begitu agung dan besar. Tidak ada sesuatu apa pun di segala tempat dan waktu yang dapat memberikan anugerah yang sama. Anugerah Allah itu adalah kehidupan bagi umat pilihan-Nya, sehingga setiap umat pilihan Allah hidup dalam anugerah Allah yang agung itu. Akan tetapi di tengah berbagai pergumulan, atau persoalan hidup dan dengan semakin semaraknya para pengajar – pengajar sesat hendaknya umat pilihan tidak ikut sesat.
            Pada ayat 7 bahan khotbah ini, Paulus memberikan pengajaran tanam – tuai, apa yang engkau tanam itu juga yang akan dituai. Namun di awal ayat ini dikatakan “jangan sesat” (mh. plana/sqe/ me planasthe) Sesat berarti tidak berada dalam standart kebenaran, yaitu Firman dan kehendak Allah. Itu dapat dimaknai jika ada orang sesat berarti ia tidak berada dalam standart yang telah ditetapkan atau lebih jelasnya diartikan kehilangan jalan kebenaran. Jika demikian perkataan Paulus pada awal ayat 7 ini yang merupakan teguran yang begitu keras bagi jemaat Galatia oleh Paulus agar jemaat itu tetap berada pada standart kebenaran mutlak dalam bersikap dan berperilaku; jemaat itu berada dalam ketetapan – ketetapan yang Allah tetapkan sebagai umat pilihan; jemaat Galatia tidak lagi menjadikan kebenaran manusia atau kebenaran dunia ini menjadi tolak ukur sebagai umat pilihan Allah. Dengan berbagai kebenaran dunia dan kebenaran manusia yang ingin memaksa kebenaran sejati seolah – olah Allah membiarkan dirinya setuju dengan kebenaran manusia. Kebenaran manusia atau dunia ini adalah kepentingan dirinya tetapi kebenaran Allah adalah keselamatan bagi umat pilihanNya. Allah tidak membiarkan dirinya dipermainkan oleh kebenaran dunia atau manusia. Kata dipermainkan memiliki pengartian menjadi ejekan, bahan yang pantas untuk dihina atau sesuatu yang dianggap tidak ada hanya berpura-pura. Nasehat Paulus di ayat 7 ini merupakan teguran mengenai sikap yang mencoba menganggap anugerah Allah itu hanya suatu kepura-puraan saja, sehingga mereka menganggap segala dosa dan pelanggaran mereka yang mereka sesali sudah dihapuskan sehingga akan beroleh pengampunan lagi, kemudian berdosa lagi dan diampuni kembali; perbuatan yang berpura-pura menyesali segala dosanya namun itu hanya acting dan dianggap Allah berhasil ditipu dengan actingnya tersebut; berpura-pura dalam ketekunan menjalankan firman Allah namun semuanya menjadi kemunafikan; ejekan atau segala penghinaan terhadap kebenaran dan anugerah Allah juga terjadi di jemaat Galatia oleh orang – orang yang menganggap dirinya atau ajarannya sudah benar atau hebat melebihi anugerah Allah. Ia tahu bahwa Allah itu baik, tetapi ia tidak menghidupi kebaikan Allah itu, dianggap kebaikan Allah hanya untuk memenuhi keinginannya atau pemuas yang dikehendakinya; ia melakukan perbuatan baik dan orang memandang perbuatan baiknya itu, akan tetapi ia ingin memperhutangkan Allah dengan perbuatan baiknya itu, ia menuntut keinginannya karena ia sudah berbuat baik, pikir orang yang demikian sikapnya. Barangsiapa yang menghina anugerah atau kebaikan Allah akan mendapatkan upahnya dan barangsiapa yang menghidupi dan mengimani kebaikan atau anugeah Allah juga akan mendapatkan upahnya. Sebab kebaikan yang ditanam maka akan kebaikan dari TUHAN yang tidak dapat diberikan oleh dunia.
            Di ayat 8 merupakan suatu penegasan terhadap ayat 7 mengenai upah atau yang akan dituai. Menabur dalam daging yang merupakan suatu sikap atau perilaku yang hanya untuk mendapakan apa yang diinginkan atau memuaskan keinginan dagingnya, yang merupakan kesenangan sesaat (bdk. Segala perbuatan seperti ini dapat kita lihat dalam Gal. 5: 19 – 21). Semuanya itu adalah kebinasaan ujungnya. Sama seperti daging ini yang merupakan menuju kebinasaan demikian juga orang yang menabur dalam daging. Tetapi menabur dalam Roh adalah kehidupan yang kekal ujungnya. Menabur dalam Roh yang merupakan perbuatan yang dipengaruhi atau dipenuhi dengan Roh Kudus, Roh yang dari Allah sendiri sehingga dengan Roh Kudus kita akan diarahkan dalam melakukan segala kebaikan atau perbuatan baik (Gal. 5: 22 yang merupakan buah Roh) sebagai umat yang telah ditebus dan dipilih, dan kesemuaannya itu hanya sebagai pemenuhan kehendak Allah bagi umat pilihanNya.
            Janganlah jemu-jemu dalam berbuat baik (ay. 9) akan tetapi harus dipahami perbuatan baik itu tidak menjadi tolak ukur untuk keselamatan, tetapi berbuat baik dalam hal ini adalah sebagai buah atau sebagai aksi bahwa kita benar-benar telah diselamatkan dan telah ditebus atau dalam hal ini kita telah diangkat menjadi umat pilihanNya. Berbuat baik sebagai kepenuhan bahwa Roh Kudus hadir dan sudah bersama dengan kita. Jika waktunya sudah dekat, maka kita akan beroleh upah kebaikan dan Anugerah Allah dalam KerajaanNya yang kekal. Perjalanan waktu dunia ini selalu dan akan selalu mendekati batas waktu dunia yang akan berakhir akan kebinasaan. Apabila kita tidak lemah dan tetap tekun dalam berbuat baik maka kita akan beroleh upah untuk itu.
            Selagi masih ada kesempatan tetaplah berbuat baik (ay. 10) selagi masih terbit matahari dan kita dapat merasakan kehangatan sinar mentari dan masih merasakan udara dan nafas kehidupan berarti kita masih diberi kesempatan untuk berbuat baik, terutama bagi kawan – kawan seiman. Apakah Paulus di sini bersikap exklusif? Sesekali tidak. Akan tetapi Paulus memberikan nasehat untuk terlebih dahulu saling berbuat baik terlebih dahulu kepada saudara seiman dalam hal ini merupakan persekutan anak-anak Allah.Sehingga setelah itu perbuatan baik akan terus – menerus mengalir sampai kepada setiap orang yang membutuhkan. Semakin sering dan semakin banyak berbuat baik maka semakin banyak orang akan merasakan perbuatan baik kita tersebut.
            Pada ayat 11 – 18 merupakan nasihat dan salam penutup surat Paulus ke jemaat ini. Pada bagian ini Paulus lebih menekankan akan kesetiaan sebagai umat pilihan Allah walaupun berbagai pergumulan hidup dan penderitaan atau ejekan dari orang – orang yang akan binasa. Pemilihan Allah tidaklah didasarkan oleh tradisi yang dibuat manusia sendiri atau berbagai pengalaman hidup manusia, akan tetapi merupakan hak mutlak Allah. Pemilihan sebagai umat Pilihan Allah dalam Yesus Kristus mendatangkan damai sejahtera dan rahmat.

Implikasi
  1. Apakah kita telah yakin bahwa kita adalah pilihan Allah? Keyakinan kita hendaklah tampak dari iman dan perbuatan kita. Kita adalah umat pilihan Allah melalui baptisan yang telah kita terima.
  2. Sebagai umat pilihan hendaknya berbuah, membuahkan buah Roh di tengah – tengah pergumulan hidup. Kita dipilih menjadi umat pilihan adalah keselamatan bagi kita, dan anugerah terindah dalam hidup. Sehingga dengan anugerah itu kita semakin tekun dalam berbuat baik.
  3. Tetaplah setia dalam iman memikul segala bentuk ejekan atau hinaan atau bahkan penderitaan dari setiap orang yang akan binasa. Karena kesetiaan itu tidaklah sia – sia melainkan kesetiaan itu memiliki upah dari sumber kehidupan yang kekal.
Nyanyiak Kidung Jemaat:
 1. 5: 1 + 3 + 7;  
2. 29: 1 + 3;   
3.  40: 1 + 4;  
4. 370: 1 + 3;  
5. 424: 1.... 
6. 413: 1 + 3 ;
7.  363: 1.....


Jumat, 08 April 2016

Bahan Jamita Minggu Miserikordias Domini, Minggu, 10 April 2016; Pangungkapon (Wahyu) 5: 11 - 14

BAHAN JAMITA
MINGGU MISERIKORDIAS DOMINI
Minggu, 10 April 2016
Ev.: Pangungkapon 5: 11 – 14; Ep.: Psalmen 30: 2 – 13; S. Patik: 1 Timoteus 6: 12
Oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.

HASANGAPON DOHOT HAMULIAON MA DI ANAK NI BIRUBIRU NI DEBATA!

Patujolo
            Minggu Miserikordias Domini, ima minggu paduahon dung sidung ari haheheon ni Jesus Kristus naung pamonanghon hita angka na porsea sian sorop ni hamatean. Di Minggu Miserikordias Domini on disosohon do hita asa mangendehon angka asi ni roha ni Jahowa nang angka ulaon haluaon (karya keselamatan) na pinatupa ni Jahowa marhitehite Jesus Kristus, ima Anak ni Birubiru ni Debata. Aha do pardomuan ni Jesus gabe didok Anak ni Birubiru ni Debata? Jala aha ma na boi siputihononta songon tona ni turpuk jamita di minggu Miserikordias Domini on? Tangkas ma itapaihutihut hatorangan ni turpuk on.

Hatorangan ni Turpuk
      Ia bungku Pangungkapon on ima sada bungku na marisihon ragam angka pangungkapon (apokalipsis; penyingkapan) na masa tu si Johannes, ima sada sian 12 apostel naung dipillit Jesus. Pangungkapon on masa uju di pulau Patmos do si Johannes. Pulau patmos sada inganan na gabe tanda parniahapan na hansit di halak Kristen binahen ni harajon na so mananda Jesus Kristus, jala tanda parungkilon bolon ni halak na satia di haporseaonna. Marhite pangungkapon on, diungkap Debata parnidaan ni si Johannes di tongatonga parniahapan na mansai hasit dihilala halak Kristen jala pangungkapon on laho marnida angka na naeng masa jala na pasti ingkon masa di sada ari. Ndang pola dipaboa jala dipabotohon andigan masa sude angka na niida si Johannes di pangungkapon on, alai na ringkot ima angka naung niida i, pasti do ingkon masa saluhutna hombar tu sangkap ni Debata. Marhite bungku Pangungkapon on lam paandaphon tu angka na porsea taringot ari ni TUHAN, ima ari haluaon tu angka na porsea jala ari ni hasusuda ni angka pardosa dohot angka parjahat. Barita taringot haroro ni ari ni TUHAN ima barita na dihabiari (berita ancaman) tu panggomgomion ni Rom uju pamarentaon ni Kaisar Titus Flavius Caesar Domitianus Augustus (Kaesar Titus Flavius Domitianus/ Kaesar Domitianus) (taon 81 – 96 Masehi), ima kaesar na mandok dirina tuhan jala debata ni sude angka bangso na ginonggomanna. Molo sian segi politik dohot ekonomi uju ginomgoman Kaesar Domitianus on mansai maju do harajaon Rom, jala mansai sihabiaran ni angka harajaon humaliangna do harajao ni Rom. Laos ido lam mambahen ginjang roha ni kaesar i jala lam marsilomolomo laho manggosagosa halak Kristen na so olo marsomba tu ibana.di segi parugamoon di bahen do patik asa sude jolma na ginomgomanna ingkon marsomba tu ibana songon panombaonnasida di debata,  jala sude jolma na adong di luat ginonggomanna ingkon mardebatahon jala martuhanhon kaesar i. Alai halak Kristen godang do na so olo unduk di patik ni kaesar i, ido umbahen mansai sogo do rohana mida halak Kristen angka na satia i ala so olo marsomba tu ibana , gabe sai dilele jala sai disusai do ngolu ni angka halak Kristen sahat tung ingkon hamagoan hosa.
            Adong do na mansai ringkot na naeng dipasahat di bungku pangungkapon on, ima:
  1. Gok hasusaan dohot gok hajahaton do portibi on, jala angka jolma pe gok do hajahaton di bagasan rohana. Hinrhon ni hajahaton i gabe mambahen marsingkor manang na ingkon marsitaonon na dokdok do halak Kristen tarlumobi halak Kristen na satia sahat tu hamatean ni hosa.
  2. Jesus ima Tuhan, jala Ibana sandiri do na pasaehon jala pataluhon sude angka parhuaso jala angka jolma di sude angka gogo dohot huaso, Ibana sandiri do sude na pataluhon sude angka kaesar nang panggomgom na mangalo Jahowa Debata marhite na mambahen susa angka halak Kristen na satia i.
  3. Ndang marisuang hasatiaon ni angka na porsea jala na satia i. Jaloonnasida do tumpal hamonangaon manang tumpal hasatiaonnasida na binasabahon Jahowa, Debata tu nasida. Molo pe halak Krsiten na satia i ingkon manaon di pardagingon jala mate di pardagingon alai molo di ari na balga i, ari ni TUHAN marolopolop do nasida ai masuhannasida nama hangoluan saleleng ni lelengna na so boi lehonon ni portibi on.

Turpuk jamita on sada sian parnidaan manang pangungkapon na masa tu si Johannes taringot Jesus Kristus, ima na gabe Anak Birubiru ni Debata. Hata Anak Birubiru ni Debata ima sada pandohoan di bagian liturgi ni haKristenon na parjolo i. Boasa gabe Anak Birubiru? Di Johannes 1: 29, adong do panghatindanghon si Johannes pandidi (ndada si Johannes Apostel) na mandok: on do Birubiru ni Debata na mamorsan dosa ni portibi on”. Aha do na boi idaonta sian birubiru na mambahen gabe dipatudos Jesus Kristus tu Anak ni Birubiru ni Debata. Birubiru jotjot do i dipangke halak Jahudi gabe pelean na ummarga na pinasahat tu Jahowa di bagas joro. Mangalapati birubiru di parugamoon ni Jahudi ndang tarsirang i sian ibadah manang hadaulaton marhite pelean ni bangso i di bagas joro. Birubiru jotjot do dipangke gabe pelean pardamean manang pelean hasesaan ni dosa na pinasahat na patandahon naung mardame hita dohot Jahowa jala nunga sesa dosa i. Tolap do holan birubiru i gabe sada kepastian hasesaan ni dosa? Molo godang dipasahat birubiru na mokmok i gabe pelean, boi do i dohonon naung godang dosana disesa? Molo itajaha Jesaya 1: 11 dohot di Amos 5: 21 – 22, idaonta ma tung na so boi do otomatis godang ni pelean birubiru i gabe godang sesa dosa i manang mardame tu Debata. Antong aha nama pelehononhon na boi gabe pelean ni pardamean dohot hasesaan ni dosa? Dipatuduhon Debata do asi ni rohaNa i marhitehite Jesus Kristus, Ibana ma gabe Anak Birubiru ni Debata na talup padamehon jolma i tu Debata jala pasesahon dosa ni jolma i. Anak Birubiru, ima sada hataridaan na so mardosa alai ingkon manaon manang gabe pelean hinorhon ni dosa. Tung na so adong do haruar sian pamanganNa hata bura tu na manganlisingi dohot na mamastap Ibana, dipelehon do diriNa gabe pelean pardamean tu Debata Ama i. Gombaran Anak ni Birubiru ni Debata didasarhon do i sian Jesaya 53: 7, ima taringot Naposo ni Jahowa (hamba TUHAN), na paboahon na serep jala na unduk do Ibana manaon angka pambahenan ni jolma i tu Ibana humonghop hita pardosa asa malua jolma i sian dosa jala boi mardame dohot Debata, Ama i, Mual ni hangoluan na so ra suda.
Di ayat 11 turpuk jamita on mamereng ma si Johannes ma marhite pangungakapon na masa tu ibana laos dibege ma songon soara ni torop surusuruan humaliang, nang soara ni angka parngolu i dohot angka sintua i, jala marloksaloksa jala marriburibu toropna. Alai molo itaida andorang so ayat 11 turpuk jamita on ima di ayat 1 – 10, boi do idaonta ianggo na masa na niida si Johannes ima sada ulaon parolopolopon ni angka na daulat jala na satia, jala adong ulaon peribadahan di inganan i. Marolopolop jala mariaria angka na niidana i di sada inganan na mansai sangap jala na marmulia, inganan na so pinauli ni tangan manang pingkiran ni jolma; inganan ni angka na porsea jala na satia di ujungna. Marolopolop do natorop i huhut marsomba di jolo ni Anak ni Birubiru ni Debata, ima Jesus Kristus. Di tanganNa ma bungku pustaha na marsahap i, laos unduk be angka natorop i huhut marsomba laos mangendehon ende hamuliaon ni pardisurgo (doxologi) mangendehon angka asi ni roha ni Debata marhitehite Jesus, Anak Birubiru ni Debata.
Laos di bege si Johannes ma muse ende hamuliaon ni pardisurgo dohot angka natorop i mangendehon hamuliaon ni Anak ni Birubiru ni Debata (ay. 12 - 13). “Na tama” na mandok holan Ibana do na tama jala ndang adong na boi na ditano on nang angka pardisurgo na boi patupahon songon naung dibahen Ama i marhite Jesus Kristus. Ndang adong be na pantas asing ni Ibana, Anak ni Debata i. Nang pe so dihatahon ende hamuliaon on ndang na moru sangap jala hamuliaon ni Ama i dohot Anak i, alai ganup jolma naung dipalua jala naung ditobus ingkon mangendehon ende hamuliaon on na patuduhon las ni roha jala panghatindanghon angka pambahenan ni Jahowa na so hasuhatan jala na so tarhatahon.  Hamoraon, hagogoon, dohot hapistaran nang sahala dohot hamuliaon dohot hasangapon nang pujipujian paboahon hasisingkop ni Jesus Kristus i di hamuliaonNa i, tung na so adong be na hurang. Jala sude angka hagogoon dohot hasangapon na diportibi on adong do i di toru pat ni Anak ni Birubiru i, na paboahon tung na so tolap do portibi on mambahen dos huasona dohot gogona mardapohon Jesus Kristus i. Laos di ayat 14 disimpuli do di bindu 5 on hata “Amen”, na paboahon “sai tibu ma ro” sai ro ma” jala “toho do hasahatanna i sudena” laos manungkap ma huhut marsomba di adopan na Sun Badia i.

Hahonaan ni Turpuk
            Aut husungkun, naung itaparhatopot do di ngoluta on angka naung pinalua manang halak dipadame do hita tu Ama i marhtie Jesus Kristus? Torop dope halak Kristen ganggu dope dirina naung tutu do ibana naung mardame dohot Ama i jala parsidohot do ibana di hasesaan ni dosa naung pinatupa Ama i marhite Jesus Kristus. Ganup jolma naung marhatopot dosana jala mangido asi ni roha tu Ama i marhitehite Anak Birubiru ni Debata, parsidohot do ibana di hasesaan dosa dohot di haluaon i. Alai unang ma di bagasan neang ni roha manjalo basabasa asi ni roha ni Ama i. Lam taruli hita asi ni roha, lam martambatamba ma las ni rohanta jala lam unduk ma hita marsomba tu Ibana na Badia i.
            Antong itaendehon ma asi ni roha ni Jahowa angka naung sahat tu hita, nang pe ingkon itabolus ragam haporsuhon dohot hasusaan ni ngolu on. Marhite asi ni roha i, ido na paposhon jala margogoihon hita di hasatiaon di bagasan haporseaon na pita dohot na polin tu Ibana. Itaingot ma tung na so jadi marisuang haberniton dohot sitaonon ni angka na porsea huhut na satia i, ai parsidohot do hita di punguan na marloksaloksa i mangolophon hamuliaon angka pambahenen ni Ama i marhite Jesus Kristus. Songon hataridaan ni halak na mangolophon asi ni roha ni Jahowa i dingolunta, itaeahi jala itapaune ma sude angka parangenta di ngolunta on. Gabe marparange na marsomba hita di Jahowa marhitehite rade hita manangihon hataNa jala mangulahon hataNa i di ngolunta na gok hasusaaon on. Marsangap ma Ama i marhite Jesus Kristus, Anak Birubiru ni Debata na manesa dosa ni portibi on. Amen.


Usulan ni Ende Huria

  1. 9: 1 – 3
  2. 425: 1 – 2
  3. 169: 1 + 3
  4. 213: 1 + 3
  5. 467: 1......
  6. 223: 1 + 3
  7. 227: 1.....

Jumat, 01 April 2016

Bahan Khotbah Minggu Quasimodogeniti, 03 April 2016

BAHAN KHOTAB
MINGGU QUASIMODOGENITI
Minggu, 03 April 2016
Ev.: Mazmur 150: 1 – 6; Ep.: Yohanes 20: 19 – 31; S. Patik: Kolose 3: 16
oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane

BIARLAH SETIAP YANG BERNAFAS MEMUJI TUHAN

Pendahuluan
            Siapakah yang selalu anda puji? Seorang laki – laki memuji kecantikan pasangannya, seorang guru memuji muridnya karena kepandaian muridnya itu, seorang atasan memuji bawahannya karena keuletan bawahannya, serta bawahan memuji atasannya karena ketegasan dan kepandaian atasannya dalam memimpin. Banyak lagi kata – kata pujian yang kita telah kita dengar termasuk pujian terhadap diri kita oleh orang – orang sekitar ataupun kita memuji orang lain. Tentu karena ada sesuatu kelebihan yang dimiliki seseorang yang mendatangkan pujian dari orang sekitar. Dengan pujian tersebut ada pengakuan terhadap kelebihan yang dimiliki. Pasti banyak orang yang akan kecewa atau memiliki perasaaan tidak senang apabila ada orang yang tidak mau mengakui kelebihan yang dimiliki, tanpa kita sadari dengan pengakuan itu kita sudah menginginkan suatu pujian terhadap diri kita sendiri.
            Motivasi dalam hal memuji pun ada berbagai macam, ada motivasi seseorang memuji temannya, karena ia mengharapkan sesuatu dari pujiannya itu, sehingga ia kehilangan kepribadiannya karena hanya sibuk untuk memuji yang ia kagumi itu. Ada memuji dengan motivasi untuk posisi empuk atau aman, ketika posisi itu tidak ada, ia justru menjatuhkan seseorang yang sebelumnya ia puji. Bagaimana posisi pujian terhadap diri kita atau terhadap manusia diperhadapkan pujian terhadap TUHAN Allah? Semakin sering kita mengharapkan pujian datang kepada kita dengan kelebihan yang kita miliki, maka secara perlahan kita membuat diri kita ingin setara dengan TUHAN, Pencipta yang MahaKuasa, Allah dari segala makhluk dan segala allah di dunia ini. Seorang pemazmur melalui nas khotbah ini menyuarakan seruan untuk memuji TUHAN. Dalam penjelasan nas saya akan memaparkan seruan si pemazmur dalam perikop ini.

Penjelasan Nas
            Mazmur 150 ini merupakan bagian akhir atau penutup dari seluruh kita Mazmur. Dalam kitab Mazmur 150 tampak bagaimana sukacitanya sang pemazmur dalam seruannya ini. Tidak ada yang tahu secara pasti siapakah si Pemazmur ini, namun apabila kita melihat struktur isi dari kitab Mazmur 150 tampak jelas bahwa nyanyian atau seruan Mazmur 150 merupakan bagian yang dipakai dalam liturgi ibadah Israel ketika bangsa itu arak-arakan untuk memasuki bait suci Yerusalem. Kita dapat melihat juga dalam nyanyian Mazmur lainnya yang isinya merupakan seruan untuk memuji TUHAN, Allah Israel (Maz. 81; Maz. 103; Maz. 148). Sudah menjadi suatu ajaran dalam Ibadah umat Israel pada masanya bahwa ketika bangsa itu akan memasuki masa – masa ibadah (devotion) maka bangsa itu terlebih dahulu bersurak-surak dan bersukacita dalam memuji dan memuliakan TUHAN, Allah. Ketika ibadah (devotion) dilaksanakan, maka umat Israel dengan khusuk dan tentram mendengarkan ajaran Firman TUHAN, yang disampaikan oleh imam, dan mereka akan meyuarakan kembali pemujian dalam suasana khusuk, sehingga ketika ibadah dilaksanakan semuanya berjalan dalam suasana tentram dan khusuk dalam memuliakan Allah.
            Pada ayat 1 kitab perikop ini merupakan seruan untuk memuji TUHAN Allah dalam tempat kudus dan dalam cakrawalaNya yang kuat. Kata Haleluya merupakan kata Ibrani yang memiliki “Pujilah YHWH (TUHAN)”. TUHAN, Allah Pencipta dari segala sesatu yang tidak ada menjadi sesuatu yang ada dan indah; TUHAN, Allah yang kuasaNya yang tidak ada dapat disamakan dengan segala kuasa yang ada di dunia dan di segala tempat dan di segala waktu. Memuji TUHAN di dalam Tempat Kudus dan Cakrawala-Nya yang merupakan tempat Maha Kudus Allah, atau tempat berdiamNya Allah. Dalam kemah suci dan Bait Suci orang Israel selalu memberikan suatu ruangan tempat Yang Maha Kudus, sebagai tempat di mana Allah tinggal, dan akan berbicara dengan umat Israel melalui para imam, dan tidak ada seorang pun yang dapat memasuki ruangan ini kecuali para imam atau yang ditugaskan pada tempat itu. Itu berarti, tampak bahwa seruan ini merupakan seruan untuk memuji Allah di tempat Kudus-Nya yaitu di bait Suci, Yerusalem. Ditambah lagi bait Suci Yerusalem bagi umat Israel merupakan suatu tempat pertemuan manusia (yang dibumi) dengan TUHAN yang bersemayam dalam Sorga, tempat yang Maha Kudus, yang tidak diciptakan oleh tangan, tenaga atau pikiran manusia.
            Mengapakah kita memuji TUHAN? apakah dengan tidak memuji TUHAN, maka TUHAN akan kehilangan kemuliaan kuasa dan kemuliaan namaNya atau TUHAN haus akan pujian? Sama sekali tidak. Tetapi kita melihat ay. 2 kita  diajak memuji TUHAN karena TUHAN layak untuk dipuji. Pujian manusia terhadap manusia adalah pujian kefanaan dan tidak kekal, akan tetapi pujian kepada Allah adalah pujian kekekalan karena Allah sendiri adalah kekal. Memuji TUHAN, karena keperkasaanNya dan kebesarannya yang hebat. Apabila kita melihat dalam pengakuan iman sang pemazmur dalam Mazmur 82, dimana TUHAN, Allah Israel yang mengatasi segala allah atau ilah yang diperallahkan atau yang diperilahkan oleh dunia dalam kepentingan hidupnya. Allah berkuasa atas segala allah yang disembah oleh dunia ini, dan tidak ada satu allah di dunia ini yang dapat menyamakan kuasa atau kebesarannya dengan TUHAN, Allah Israel. Mazmur 104, adanya pengakuan iman bagaimana Allah dengan kuasa dan kebesarannya dalam menciptakan dunia ini dan banyak mazmur lainnya yang mengakui dan memuji kuasa atau pun kebesaran TUHAN, Allah Israel. Memuji manusia dengan kelebihannya memiliki batas, ketika orang lain dapat menyamai kelebihannya atau pun melebih kelebihannya, maka pujian itu tidak lagi miliknya. Akan tetapi, Allah dengan kuasa dan kebesaranNya yang tidak dapat disamakan dengan kuasa atau kebesaran allah dunia ini.
            Pada ayat 3 – 5 jelas disuarakan atau diserukan memuji TUHAN dengan berbagai alat musik dan berbagai tarian. Pemakaian alat musik dan tarian dalam memuji TUHAN tidak lah menjadi suatu masalah jika dalam pemakaian itu tepat guna. Tidak menjadi patokan harus alat musik yang bagaimana atau jenis tarian yang mana dipakai dalam memuji TUHAN, tetapi yang terpenting adalah pemakaian alat musik dan tarian itu haruslah dalam suasana atau situasi hormat atau sopan dalam memuji TUHAN. semua alat musik yang disebutkan dalam ayat 3 – 5 pada perikop inii merupakan alat musik yang sering dipakaikan untuk menyambut yang dihormati atau seorang raja dalam pakaian kerajaannya yang menujukkan kemuliaan dan kehormatan kerajaannya, sehingga setiap orang yang ada dalam kerajaannya menyembah dan mematuhi perintah raja. Demikianlah halnya umat Israel dalam memuji TUHAN, Allah. Tidak cukup dengan ucapan dalam pemujian tetapi harus juga terdapat hati yang penuh sembah dan mematuhi apa yang TUHAN firmankan kepada umat-Nya.
            Hendaklah semua yang bernafas memuji TUHAN (ay. 6). Ungkapan ini menyatakan tidak hanya manusia saja yang memuji atau mengakui kebesaran atau kuasa TUHAN yang tidak terbatas. Segala yang bernafas, segala makhluk yang bertumbuh, makhluk yang bergerak, makhluk yang hidup memuji TUHAN. Pada ayat ini merupakan ungkapan akan keutuhan ciptaan yang memuji dan mengakui akan kuasa dan kebesaran TUHAN, Semesta Alam dan segala isinya. Manusia yang merupakan bagian dari ciptaan Allah bersama dengan bunga-bunga, pepohonan, binatang dan seluruh makhluk memuji TUHAN dalam kuasa dan kebesaran TUHAN. segala makhluk juga mencakup kepada seluruh bangsa-bangsa, semua manusia (manusia kaum marjinal maupun manusia kelas satu atau orang bangsawan) ikut juga dalam memuji TUHAN. Tidak ada lagi batasan tuan atau hamba, miskin atau kaya, yahudi atau yunani, laki – laki atau perempuan, anak-anak atau pun orang tua, semuanya berseru “Halleluya” Pujilah TUHAN.

Implikasi Nas
            Masih banyak halangan – halangan yang terjadi terhadap umat Kristen dalam memuji TUHAN, Allah. Banyak gereja diancam atau bahkan dihancurkan oleh karena seruan memuji TUHAN, Allah. Akan tetapi sangat perlu umat Kristen atau pemimpin ibadah Kristen intropeksi diri terhadap cara pemujian kepada TUHAN. dalam ibadah umat Israel, ada saatnya bangsa atau umat itu bersorak-sorak mememuji TUHAN sebelum ibadah dilaksankan, artinya sorak-sorak umat itu merupakan suatu pengantar dan sukacita akan datangnya sosok yang Kudus dan yang patut disembah dan didengarkan PerintahNya dan dilakukan, dalam hal ini TUHAN, Allah. Dan setelah Ibadah (devotion) umat itu tidak ada lagi yang bersorak-sorak, atau ribut. Seluruh umat akan khusuk dan tentram mendengarkan Allah berfirman melalui para imam, dan umat berdoa memohon berkat yang dipimpin oleh imam. Selama devotion terjadi, umat akan tentram dan penuh khusuk bertemu dan bersekutu dengan TUHAN.
            Dalam hal pemakaian alat musik, seluruh alat musik dan tarian bisa dipakai sejauh semuanya itu dialamatkan untuk pemujian kepada TUHAN, Allah dan dilaksanakan dalam sikap hormat atau sopan, tidak asal. Dengan pemakaian alat musik maupun dengan tarian kiranya dapat semakin mendekatkan atau semakin memperkenalkan kuasa dan kebesaran Allah dan dengan itu kita menjadi sujud di hapan Allah di tempatNya yang Kudus, dalam hal sekarang adalah gereja. Di tanah batak, dikenal dengan alat musik tradisional ogung sabangunan dalam berbagai tortor, semuanya itu dapat dipakai dalam pelaksanaan Ibadah, sejauh itu dipakai hanya untuk penyembahan kepada TUHAN, Allah kita. Tidak lagi terperangkap dengan paham barat yang hanya memakai alat musik barat (organ, terompet, drum atau alat musik barat lainnya). Pujilah TUHAN dengan budaya batak, pujilah TUHAN dengan budaya melayu, dalam berbagai budaya, etnis, bahasa, dan berbagai status kehidupan, pujjilah TUHAN, karena TUHAN layak dan patut untuk dipuji dan disembah.  
            Sekarang akhir dari implikasi Nas ini, apakah yang menjadi motivasi kita memuji TUHAN? sebagai umat yang telah diselamatkan dan yang telah ditebus oleh TUHAN, Allah melalui PutraNya Yesus Kristus, sudah selayaknya untuk memuji TUHAN. Memuji TUHAN dengan kuasa dan kebesaranNya penuh dengan keajaiban. Sungguh berbahagialah orang yang selalu memuji TUHAN dalam hidupnya, karena dalam pujian itu, ia mandapatkan harapan dan pengakuan akan kuasa Allah yang tidak terbatas dan yang kekal, dan dengan itu ia menjadi kuat menjalani hidup dalam kekuatan dan kuasa Allah yang kekal itu.

Nyanyian Kidung Jemaat

  1. 03: 1 + 3 – 4
  2. 33: 1 – 2
  3. 388: 1 + 3
  4. 457: 2 + 4
  5. 341: 1.......
  6. 367: 3 + 5
  7. 392: 1.....

Sabtu, 19 Maret 2016

BAHAN JAMITA MINGGU PALMARUM, 20 MARET 2016; LUKAS 19: 28 - 40

BAHAN JAMITA
MINGGU PALMARUM
Minggu, 20 Maret 2016
Ev.: Lukas 19: 28 – 40; Ep.: Jesaya 50: 4 – 9a; S.Patik: Parjamita 5: 1

oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.

MAROLOPOLOP JALA MARLAS NI ROHA MA HAMU MANJANGHON RAJA I!
Patujolo
            Molo ro sada na naeng uluan di sada luat pintor marsuraksurak pasangaphon ibana. Angka hata las ni roha do dihatahon angka na marlomo ni roha i alai tu angka na so lomo roha sai dibahen do ragam sibahenon laho pasohon suraksurak ni jolma i. Diparade angka na marholong roha i ma sipatupahon laho manjanghon na naeng uluan i. Songon i do na masa di turpuk jamita minggu on. Marsuraksurak angka halak pangisi ni Jerusalem di na manomunomu manang manjanghon Jesus bongot tu Jerusalem. Marsuraksurak do nasida mamuji Debata di na manjanghon Jesus, sahalak na naeng dipabangkit ni bangso i gabe uluan manang Raja; Raja na boi paluahon bangso i siang panggomgomion ni harajaon ni Rom; Raja naung dibagabagahon angka panurirang ni bangso i; Raja siboan dame. Sude panagamon ni bangso i di Jesus holan na ringkot di ngolu portibi on do saluhutna. Alai lobi sian i do na pinatupa ni Jesus tu nasida nang tu halak na porsea.

Hatorangan ni Turpuk
            Turpuk jamita minggu on ima sada pardalanan ni Jesus andorang so sahat tingki habernithonna di hau pinarsilang i. Dung sidung Jesus mangajari di bagas ni si Sakeus ima di huta Jeriko, hehe ma Ibana laho nangkok tu Jerusalem. Molo sian Jeriko tu Jerusalem ingkon boluson ni Jesus do dohot angka siseanNa ima huta Betpage dohot huta Betania. Dung sahat Jesus tu dolok Jetun disuru ma 2 sian angka siseanNa i laho mambuat sada anak ni halode (ay. 28 – 29). Ndang pola dipaboa ise do 2 sisean na disuru Jesus, nang songon i di barita ni si Mateus 21: 1 – 9; Markus 11: 1 – 10; dohot Johannes 12: 12 – 16. Ndang pola hita fokus ise do sidua halak i, alai na ringkot aha do na suruan ni Jesus tu nasida i?
            Disuru Jesus do laho mambuat anak ni halode na so dung dihunduli halak (keledai muda yang belum pernah ditunggangi orang). Halode ima sada alat transportasi na pinangke ni halak Jahudi songon singkat ni hoda. Halode ima sada hataridaan pardamean na jotjot dipangke angka malim jala angka raja. Marasing do sian hoda na jotjot dipangke halak harajaon na gogo na paboahon hagogoon di haparporangan di harajaon i. Dipangke Jesus  halode paboahon ndang na paboahon porang Jesus tu halak Jahudi tarlumobi harajaon ni Rom uju i, alai paboahon dame. Marhite Jesus naek jala hundul di atas ni halode paboahon, Ibana ma tutu Raja ni hadameon, Raja na mamboan dame, tarlumobi Ibana ma na tutu padamehon hita jolma na lea tu Jahowa, Ama na sangap jala na marmulia i. Dibahen Jesus pe hadameon ndada marhitehite porang, alai lambok dohot haserepon do dipataridahon Ibana laho patupahon dame i. Dipangke Jesus pe anak ni halode na so dung dihunduli halak marlapatan Ibana do jala holan Ibana do na boi patupahon dame dohot haimbaruon tu ngolu ni angka na joujou tu Ibana mangido dame dohot haluaon na sasintongna. Jala tung na so adong halak na boi uju i nang songon i di ari marsogot na boi patupahon songon na binahen ni Jesus i.
            Disuuru Jesus do siseanNa na dua i laho marhari anak ni halode i. Ndang na marsuru manangko Jesus tu siseanNa i, alai pola do dibohali Jesus angka siseanNa i aha do hata na patut sihatahonnasida i tu nampuna anak halode i molo tung disungkun nampuna anak halode i. Alus na ingkon pasahathon ni sisean na dua i ima “ringkot do i di Tuhan i”.  Ringkot do anak ni halode di nampuna anak halode i, alai ala dung diboto ibana na ringkot do di Jesus ingkon pangkeon anak ni halode i dilehon ma i. Nunga pola sar barita taringot Jesus dohot huaso nang tanda halongangan dohot pangajarionNa tu saluhut luat Jerusalem, jala pasti do naung sahat barita taringot Jesus tu nampuna anak ni halode on Sian on botoonta mansai tangkas do ditanda nampuna anak halode i ise do Tuhan na didok angka sisean i, ima Jesus. Dungi borhat ma sisean na dua i laos jumpang ma songon naung nidok ni Jesus i (ay.31- 34). Laos diboan ma tu Jesus, dipeakhon ma ulos ni angka sisean i tu atas ni halode i jala dipahundul ma Jesus tu ginjangna (ay. 35). Jumpang ma songon naung disuriranghon panurirang Zakharia taringot haroro ni Sipalua, ima Raja dame (Zakaria 9: 9). Sude na binahen ni angka sisean i ima songon pambahenan tu angka Raja. Ala dipangantusion ni angka sisean nang angka na torop Jesus nama Raja, Raja na naeng pajongjonghon harajaonNa di portibi on songon harajaon ni Rom nang songon harajaon ni si Daud na jolo i. Panandaion nasida nang pambahenannasida tu Jesus holan na di portibi on do saluhutna. Ndang apala tangkas jala andap panandaionnasida harajaon na naeng dipajongjong Jesus i.
            Torop do halak namanjanghon haroroNa i, marsuraksurak jala marolopolop torop jolma i nang mamuji Jahowa, Debata. Dipahembang be do angka ulosnasida songon manjanghon angka na sangap nang angka Raja. Marsoara na gogo ma angka na torop i siala angkanaung niida angka na torop i sude angka pambahenan naung dibahen Jesus. Marende ma nasida songon ende ni parolopolopon ni parpsalmen songon hataridaan bangso ni Jahowa, Debata (Psalmen 118: 26) nang songon ende ni surusuruan uju na tubu Jesus di bara ni pinahan, di huta Betlehem (Luk. 2: 14). Sude hata ende na diendehon natorop ima ende parolopolopon dohot ende hamuliaon di Jahowa, Debata. Pinasupasu ma Raja na ro marhitehite goar ni TUHAN (goar ni Jahowa). Raja na ro sian Jahowa, Debata na manongtong di hasangapon, gogo nang manongtong di hadironNa. Raja na mamboan hatigoran dohot hasintongan ni uhum, jala na mamboan dame dohot pos ni roha tu halak na ginomgomanna. Hata “dame do di surgo, hasangpon di ginjang” na mandok na hurangan dame na di surgo alai hata ni ende olopolop on ima pamujion tu Jahowa, Debata na mian di Surgo, jala sian Jahowa do haroroan ni Dame tu portibi on dohot haluaon. Ende hamualiateon di dame na binuan ni Raja i sian harajaon na sun timbul i.
            Alai halak parise deba sian na torop mandok tu Jesus “orai ma antong angka siseanMi, Guru”. Adong do na ringkot sijagaon ni halak parise on asing ni sogo ni roha ni angka parise tu Jesus. Mabiar do angka parise molo olopolop ni angka natorop i sahat ma tarbege barita tu pamarenta harajaon ni Rom gabe lam susah ma dibahen parngoluan ni halak Jahudi. Tarlumobi angka lumbalumba taringot haroroan ni sahalak Raja sian Pinompar ni si Daud songon naung disuriranghon angka panurirang. Molo ditaringoti taringot Raja sian pinompar ni si Daud ancaman do i tu angka harajaon ni saluhut bangso tarlumobi harajaon ni Rom. Dohot do angka raja dohot na sangap ndang manghalomohon haroro ni Raja sian Pinompar ni si Daud ala dirimpu do naeng manggantihon harajaon dohot hasangapon di portibi on (ay. 39).           Songon i do na masa di tingki saonari, torop do angka jolma mangorai halak Kristen nang halak na porsea mangendehon olopolop pamujion. Torop do Huria disegai, ditutup, nang diorai patubegehon ende pujipujian. Torop dope halak Kristen nang halak na porsea sipsip marende dohot martangiang asa unang disusai angka halak na mansogohon Jesus Kristus. Sai hasintongan ni ugamona i do dibahen dasor tu ugamo ni halak.
            Alai dialusi Jesus ma, “Aut mauhom nasida, joujou ma angka batu”. Alus ni Jesus on paboahon na tingkos jala na patut do sude angka na nihatahon angka sisean nang songon i na torop i. Molo pe ingkon hohom nasida, alai molo batu sai dihatahon do songon na nihatahon ni angka natorop i. Marhite angka ende dohot joujou ni natorop i nang angka sisean i andap ma dipaboahon na tutu do Jesus Raja songon naung dipaimaima bangso i. Molo pe angka na porsea i hohom manang sip na manghatindanghon Jesus i do Sipalua na tutu angka batu ingkon do mansoarahon i. Molo idaonta di tingki sude parsitaonon ni Jesus sian na ditangkup sahat di na laho mate, manghohom do sude angka sisean, nang angka natorop i pe manghohom mamuji Jahowa nang manghatindanghon na tutu do Jesus i Anak ni Debata dohot na tutu do Jesus Mesias. Alai molo batu dohot na di tano on dohot do manghatindanghon Jesus i na tutu do Anak ni Debata marhite na humuntal tano i, jala marigat ma dohot angka batu mamak na masa uju hamamte ni Jesus (Mateus 27: 51).

Hahonaan ni Turpuk
            Nang hita angka na porsea di tingki sadari on. Di minggu Palmarum sadari on sai las ma rohanta di na manjanghon Jesus, na serep roha i jala Siboan dame. Itajanghon ma Jesus di roha, di keluarga, nang di pingkiranta asa disuan di rohanta, di pingkiranta nang di ngolu ni keluarganta be dame na sintong, jala dame na tutu i. Sai unang be mian na marsihosoman manang na marningot angka hasalahon nang hahurangan ni angka donganta ala hita pe ndang diingot Jahowa angka hasalahanta marhite panobusionNa di bagasan Jesus Kristus. Sai unang ma muse marpandokhan “mardomu di tano na rara”, alai mardomu ma di bagasan Debata. Jahowa, Debata na sangap jala na marmulia i olo mardomu tu hita na lea jala na ramun on hinorhon ni dosa dohot pangalaosionta di hataNa. Boasa ma hita ndang boi mardomu roha tu pingkiranta? Hita na marhahamaranggi? Hita na marhulahula marboru? Hita na maraleale? Hinorhon ni haginjangon ni roha do umbahen maol jumpang dame dohot pardomuan di saluhutna. Molo na tutu do hita naung mardomu jala mardame dohot Jahowa marhite Jesus Kristus, otomatis do i ingkon rade hita mardame dohot mardomu roha dohot pingkiran, ama dohot ina, na marnatoras tu ianakhonna, na marhahaanggi, marhulahula marboru, maraleale nang tu sude jolma dohot na tinompa. Dame dohot pardomuan na binuan ni Jesus ima haimbaruon tu hangoluan. Itajouhon jala itaolophon ma Jesus Raja Dame i mian di roha, pingkiran, di keluarga, nang di parsahutaon dohot diparalealeon.
            Molo naung mardame jala mardomu boi ma hita marsoarahon na gogo ende dohot olopolop na manghantindahon Jesus i do Hangoluan dohot haluaon. Unang ma so manang hohom hita manghantindanghon i saluhutna molo pe ro sibolis i laho manghohom pamanganta laho mamuji dohot mangolophon Debata. Ndang na hurangan Debata nang Jesus Kristus di angka pujian, alai ganup naung pinalua ingkon do mamuji Ibana di ngoluna. Sipata ro do sibolis marhite sada ugamo, angka punguan, nang angka na masa laho pasohon jolma i mamuji Debata. Huria na dibangkar, halak Kristen na dilele sahat tu hamatean ni daging, nang ragam na binahen ni sibolis sai unang ma mansohot hita majouhon Jesus i Sipalua ni ngolunta be. Molo pe manghohom sude angka jolma mangolophon Debata, portibi on pe boi do mangolophon dohot mamuji Jahowa. Pangolophon dohot pamujion tu Jahowa parrohon haluaon tu jolma i. Antong lam itagogohon ma pasangaphon Ibana na sun badia i. Amen.
Angka Ende:
  1. 15: 1 = 3
  2. 171: 1 – 2
  3. 435: 1 – 2  
  4. 758: 1 + 3
  5. 774: 1.....
  6. 363: 13 – 14
  7. 435: 1.....


Sabtu, 12 Maret 2016

BAHAN JAMITA/ KHOTBAH MINGGU JUDIKA, 13 MARET 2016: JESAYA 43: 16 - 21

BAHAN JAMITA
MINGGU JUDIKA
Minggu, 13 Maret 2016
Ev.: Jesaya 43: 16 – 21; Ep.: Johannes 12: 1 – 8; S. Patik: Heber 12: 12 – 13
Oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.


BARITAHON MA HABALGAON NI PAMBAHENAN NI JAHOWA!

Patujolo
            Molo nunga jumpang sada partingkian mamilit uluan di sada daerah manang sada luat torop do angka bagabaga haimbaruon na dibagabagahon asa tertarik jolma laho mamillit ibana. Alai dung tarpilit jala monang ibana, tutu do haimbaruon diboan alai haimbaruon na lam tu roana ndang tu na dengganna. Kecewa ma tubu, laos halak na mamillit i do muse na naeng mandabuhon sian posisina i. Ndang holan na naeng uluan sisongon i, torop do angka jolma manang sada punguan na mansoarahon haimbaruhon dohot haluaon alai holan mambuat goar manang mambuat simpatik ni jolma. Aha do hadomuanna tu turpuk jamita on? Tangkas ma itapaihutihut hatorangan ni turpuk jamita on.

Hatorangan ni Turpuk
            Nunga malengse be bagas joro na di Sion, ima inganan parsombaan ni halak Israel tu Jahowa. Nunga malengse be Jerusalem, huta na gok dame muba gabe huta na gok andungandung. Torop do halak Israel gabe tarbuang tu Babel, nang songon i tu Misir. Adong muse pangantusion naung somal molo marporang sada bangso maralohon sada bangso dohot do debatanai marporang, laos marudut muse molo talu do sada bangso maradophon bangso na monang marlapatan ma i dohot do talu debata na bangso na talu i maradophon debata ni bangso na monang i. Molo diparadophon tu na masa di bangso Israel naung talu maradophon bangso Babel, marlapatan ma i talu do ianggo Debata ni Israel maradophon debata ni Babel. Mangguhi be ma halak Israel hinorhon ni na hansit naung niae bangso i, ndang adong be panghirimon molo marnida na masa i (boi idaonta di Ende Andung si Jeremia; Psalmen 137). Didia do Jahowa, Debata ni halak Israel i? Na tutu do Jahowa talu maradophon Marduk ima debata ni Babel?
            Ro ma Panurirang ni Jahowa, Debata ni Israel mamboan sada barita manang bagabaga na mansai uli tu bangso Israel. Jala bagabaga on pabaoahon tung na so marlapatan hasomalaan nang pangantusion ni portibi on maradophon hadirian ni Jahowa, Debata ni Israel i. Laos dibungkuhon do sude bagabaga i saluhutna di buku Jesaya 40 – 55 na goaron bungku Jesaya na paduahon (Deutro Jesaya). Laos dibungku Jesaya na paduahon on paboahon ia Jahowa, Debata ni halak Israel ima Debata na mangolu jala manongtong, gok hagogoon na so hasuhatan manang hadodoan. Unduk  jala marsomba do sude angka debata ni angka bangso di toru pat ni Jahowa, jala Jahowa mangatasi sude debata di portibi on (Psalmen 97: 7).
            Di turpuk jamita on ima sada tingting manang barita taringot angka pambahenan ni Jahowa di na laho paluahon bangso Israel i sian sitaonon ni bangso i, jala paulihon muse ngolu ni bangso i. Di ayat 15 tangkas do dipaboahon “Ahu do Jahowa, na badiamuna i, sitompa Israel, Rajamuna i”, ima sada pandohan hatongtongan manang hagogoon ni Jahowa na so boi ditaluhon Marduk, ima debata ni Babel i. Jahowa do pargogo na so hatudosan, jala guru tu Ibana do saluhut angka na adong. Jahowa, Debata na so boi dipatudos tu angka debata na asing. Debata na paluahon bangso Israel sian Misir ndang alani haulion manang rupa ni bangso i, alai holan ala guru tu Jahowa sambing do. Jahowa do Raja, na manggomgomi jala mangondihon bangso i jala Ama na manongtong di bangso i. Gok hasatiaonNa dohot angka tanda halongangan jadijadian ni tanganNa. Marmulia jala marsangap ma Ibana saleleng ni lelengna.
            Di ayat 16 – 17 dipaingot muse bangso i di angka naung binahen ni Jahowa maradophon angka ompunasida uju dipaharuar Jahowa bangso i sian parhatobanon ni Misir. Mardalan do bangso i mamolus laut rara (2 Musa 14: 16 – 31) jala disiaphon do angka parangan ni Misir di na laho mangalele jala manangkup muse bangso i. Pidom do bangso i songon sombu naung mintop. Bangso Misir, ditanda do na jolo i bangso na bolon jala na margogo di parbinotoan di parporangan, hape satongkin do gogonasida i jala ndang marlapatan maradophon gogo ni Jahowa, Debata ni Israel. Malua do bangso Israel i mamolus rura hamatean taruli tu haluaon dohot hangoluan uju i. Sude angka na masa di angka ompu ni bangso Israel uju haruar sian Misir ima angka pambahenan ni Jahowa sandiri.  
            Antong unang be paingotingot hamu angka masa na jolo, jala unang be pingkiri hamu angka na robi (ay. 18). Adong na bisuk mandok: pengalaman adalah guru yang terbaik. Tutu do na didok na bisuk i, marhite angka na masa di ari na salpu boi ma idaonta didia do na humurang jala na ingkon dipauli asa tu partingkian sisaonari dohot di tingki na naeng ro. Alai jotjot do jolma i gabe tarpodom di angka na humurang di ari na salpu i jala maol laho hehe manguduti ngolu sisaonari dohot na naeng ro. Diboto do naung mardosa alai ndang olo ro tu Jahowa asa disesa dosana, gabe mago ma tohapna di hangoluan na sintong i. Molo pe diingot naung salpu i, denggan ma i alai ndang na gabe boi gabe dasor manang pondaasi tu hangoluan sisaonari tarlumobi di ngolu na naeng ro.
            Ayat 19 – 20, adong ma haimbaruon na naeng dipatupa Jahowa, Debata ni Isael sandiri do na patupahon haimbaru on. Gok olopolop dohot ganda las ni roha masa di inganan i. Ndang tarhapalang las ni roha na adong disi, gok haimbaruon jala gok hadengganon na masa disi. Tung na so jadi adong na hurangan di tingki i. Songon panogonoguon ni Jahowa di angka ompu ni bangso Israel haruar sian parhatobanon ni Misir songon i do nang na naeng bahenon ni Jahowa di Israel haruar sian sitaononnasida. Mamereng inganan Babel tu Kanaan (tano Israel) ingkon do mamolus halongonan (padang gurun) jala mamolus tano bangkalbangkal. Nang pe songon i pardalanan ni bangso i laho mulak mandapothon tano halungunhonnasida i sai donganon ni Jahowa do nasida, jala disarinhon nasa na ringkot di ngolunasida. Songon pangaramotion dohot panogunogoun ni Jahowa tu angka ompu ni bangso Israel, songon do muse pandonganionna nang panogunoguonNa tu bangso i dung malua sian tingki habuangon i. Marnida i saluhutna pasangaphon ni angka binatang di ladang nang angka gompul (serigala) dohot angka pidong unto ma Jahowa ala dilehon aek di halongonan, angka batang aek di tano bangkalbangkal, jala mangalehon minum bangsoKu na dipinillitNa i. Sude angka na tinompa marlas ni roha jala pasangaphon Jahowa, silehon hangoluan. Ndada holan Israel na gabe mandapot asiasi dohot pandonganion ni Jahowa, alai marhite Israel dibereng angka bangso sipelebegu ma i dohot angka binatang nang sude na tinompa mandapot asiasi dohot pandonganion ni Jahowa.  Sude angka na tinompa ni Jahowa marolopolop mandai jala mananda angka pambahenan ni Jahowa di ngoluna. Disi ma gok las ni roha jala ndang tarhapalangan angka las ni roha i. Di las ni roha i, marsiadu ma angka jolma ro laho marsomba tu Jahowa Debata, haroroan ni hangoluan dohot hatuaon. Jahowa sandiri do na mangalehon minum bangso na pinillitNa, lapatanna Jahowa sandiri na mangalehon hangoluan nang haluaon dohot hatuaon tu bangso na pinillitNa, ima Israel sandiri. Sian i marharoroan ma bangso na asing parsidohot marDebatahon Jahowa gabe goaron ma ibana Israel proselit.
            Bangso na pinillit ni Jahowa i do na mambaritahon hamuliaonNa marsogot. Mambaritahon angka pambahenan ni Jahowa di ngoluna nang pangaramotion ni Jahowa di ngoluna. Mamaritahon asi ni rohaNa i. Nang pe naung jotjot bangso Israel ndang be manangihon hata ni Jahowa marhite angka panurirang uju so tarbuang bangso i, alai sai tong do ndang tartabunihonNa asi dohot holong ni rohaNa i. Nang pe tarrimas Jahowa alai mulak lambok do muse Ibana. Mansai basa situtu do Jahowa. Ndang tarhasuhatan angka basa dohot holongNa i tu hita. Antong sai itabaritahon ma angka asi ni rohaNa i tu angka donganta songon bangso Israel mambaritahon saluhutna i tu angka bangso sipelebegu di humaliangna.

Hahonaan ni Turpuk
            Boha do hahonaan ni turpuk jamita on tu hita? Ditingtinghon manang dibaritahon panurirang on pe bagabaga haluaon ndang na asa simpatik manang mambuat goar sian baritana i. Ndang na gabe laho tu hauntungon tu dirina asa gabe uluan ibana. Dijou Jahowa do angka panurirangNa tu angka jolma na pinarhamaolNa na mian di tongatonga ragam angka hasusaan manang haporsuhon laho maningtinghon manang mambaritahon sada barita las ni roha, barita olopolop barita bagabaga di asi dohot holong ni roha ni Jahowa na marpanghorhon tu haluaon dohot hatuaon. Sude barita i ima barita hatuaon dohot haluaon ni jolma na pinarhamaolNa. Marhite turpuk jamita on, dipaingot do hita angka na marungkil manang manaon na bernit hita di portibi on asa itahangoluhon ma pangaramotion ni TUHAN i di ngolunta be. Sai ramotanNa jala iringiringonNa do pardalanan ni ngolunta be, jala tung na so dipasombu do hita di saluhutna i. Jamita on ima pataridahon asi dohot holong ni roha ni Jahowa tu angka bangso na pinarhamaolNa nang tu hita saluhutna angka na satia tu Ibana. Saluhutna i ima angka basabasa ni Jahowa sambing do. Torop do jolma mandok basa do TUHAN i, alai ndang dihangoluhon basabasa ni TUHAN i. Sai neang do ibana di basabasa i. Mardosa saonari, dungi mangido hasesaaan dungi diulanghon muse mardosa jala mangido hasesaan ni dosa laos songon i ma satorusna, ima na pataridahon neang ni roha di basabasa ni TUHAN i.
            Di minggu Judika, na marlapatan luluhon ma ahu ale Jahowa (hakimilah aku ya TUHAN, berilah keadilan kepadaku ya TUHAN) ima sada pangidoan manang tangiang angka na manghangoluhon pangaramotion dohot pandonganion ni Jahowa di ragam hinahansit dohot hinabernit ni sitaonon di portibi on. Di hata Judika on dipaandap do tu hita di uhum dohot asi nang holong ni roha ni TUHAN i. Uhum hinorhon ni dosa dohot pangaloison di hata ni Jahowa jala dipatupa pe peruhuman tu angka na niasianNa hinorhon ni asi dohot holong ni rohaNa. Nang pe diuhum alai ndang ditadinghon hita diparuhuman i alai si diramoti. Ndang na gabe marujung tu paruhuman ngolu ni angka na manolsoli dosana jala na joujou tu Jahowa, alai marudut do tu haimbaron na ingkon adopanna. Haimbaruon na gok las ni roha dohot olopolop jala mangendehon angka hasangpon dohot hamuliaon ni Jahowa.     Di minggu Judika on dipaingot do hita di pangaramotion ni Jahowa tu angka pinarhamaolNa. Gabe halak na pinarhamaol ni Jahowa do hita marhitehite panobusionNa di bagasan Jesus Kristus i. Marhite goar ni Minggu Judika dohot di turpuk jamita on dipaingot do muse hita di bagabaga ni Jahowa tu hita di Jesaya 46: 4: “sahat ro di hatutuamu sai tongtong do Ahu, jala ro di na ubanon sai Ahu do mangusung hamu. Ahu do mambahensa na sai laon, Ahu do mangompa, ahu do mangabing jala Ahu paluahon nuaeng”. Ima bagabaga Jahowa tu hita angka na pinarhamaolNa marhite Jesus Kristus di ragam angka panosak dohot parungkilon nang angka sitaonon di portibi on. Sai unang ma itapangido asa moru parungkilon nang sitaonon di portibi on, alai mangido ma hita di TUHAN, “sai ramoti jala sai dongani ma ahu ale Amang di ragam sitaononhon, jala pamonang ahu, asa malua ahu sitaonon on dibagasan haimbaruon na gok las ni roha”.
Ndang na gabe so disi, alai marudut do muse laho mambaritahon saluhut denggan basa ni TUHAN dohot pangaramotion ni Jahowa i tu angka humaliangta be. Unang be sai hata manggang dohot hata gabus nang angka hata na hansitta be itapatubegehon, alai angka barita pambahenan ni Jahowa ma na ingkon itapatubegehon tu angka donganta. Anggiat marhite baritanta i, gabe parsidohot nasida taruli di haluaon dohot las ni roha na sumurung i. Amen.



Angka Ende

  1. 15: 1 + 4 +8
  2. 677: 1 + 4
  3. 443: 1 + 3
  4. 769: 1 – 2
  5. 767: 1.....
  6. 268: 1 – 2
  7. 519: 1.....

Jumat, 05 Februari 2016

Bahan Jamita/ Khotbah Minggu Invokavit, 14 Februari 2016; 5 Musa 26: 1 - 11

BAHAN JAMITA
MINGGU INVOKAVIT
Minggu, 14 Februari 2016
Ev.: 5 Musa 26: 1 – 11; Ep.: Rom 10: 8b – 13; S. Patik: Josua 1: 9

Oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.

PELEHON MA PELEAN HAMUALIATEONMU TU JAHOWA DEBATAM!

Patujolo
            Adong do hata ini ende na sian Kidung Jemaat no. 439 di bagian reffrein: “berkat TUHAN, mari hitunglah, kau kan kagum oleh kasih-Nya”. Sian hata ni ende i boi do lapatanta ndang hasuhatan hape angka silehonlehon ni Jahowa, Ama i hinorhon ni holong ni rohaNa i mansai halongagan situtu do angka holong ni rohaNa i. Mansai tutu do hata ni ende i. Aut sugari itasuhatsuhat angka silehonlehon ni Jahowa sian na tubu hita sahat tu sadari on ndang hasuhatan saluhutna i. Mansai ragam dohot godang do angka silehonlehon ni Ama i tu hita, ndada holan marhite sinamot, pangkat dohot lan nasa arta na boi idaon ni mata manang jamaon ni tangan. Jala tung na so adong na boi laho manggarar dohot mambalos saluhutna i, laos dipangke pe sude nasa haulion ni portibi on, tongtong do ndang boi manggarar dohot mambalos saluhutna i. Antong, aha nama sibahenonta, songon halak naung mandapot silehonlehon ni Ama i? Antong itapaihutihut ma hatorangan ni turpuk on.

Hatorangan ni turpuk
            Bungku 5 Musa on, ima sada bungku na marisihon barita na niulang taringot pangaramotion ni Jahowa Debata dohot jujur ni ngolu (sejarah hidup) angka ompu ni halak Israel sian na malua sian parhatobanon ni harajaon ni Misir sahat tu hamatean ni si Musa. Sian hatorangan i, antus ma pangantusionta ia bungku on ndang haru sahat dope halak Heber (Israel) tu Kanaan, ima tano naung niuarihon Jahowa hian tu ompunasida, si Abraham nang sude pinompar ni si Abraham (1 Musa 17: 7 – 8). Buku 5 Musa on ima bagian na parpudi buku ni si Musa, laos buku on marisihon angka jamita dohot pangajarion ni si Musa andorang so sahat dope halak Heber (bangso Israel) tu Kanaan.
            Torop do na bisuk mandok na manurathon bungku on ima si Musa. Alai adong muse na bisuk mandok, ndada si Musa manurathon bungku on, ala di bindu 34 dipatorang do taringot hamatean ni si Musa, tung na so jadi si Musa manurathon taringot hamateanna. Hombar tu bindu 1: 1, boi do dihatahon na adong sasahalak na manggurithon angka hata ni si Musa, jala jonok do parsaoranna tu si Musa, nang pe ndang adong disurathon ise do goar na manurathon i. Di bahasa Inggris digoari do turpuk on Deuteronomis na marharoroan sian hata Junani (LXX: deuterouomiou). Hata on marpardomuan tu masa reformasi parugamoon na binahen Raja Josia (taon 632-631 s. Masehi) . Uju  reformasi parugamoon na binahen ni si Josia, dipaias ibana sude angka nasa na marpardomuan tu panombaon debata sileban sian bagas joro, dung i didapot ma sada gulungan kitab na marisihon angka uhum manang patik dohot angka aturan – aturan na binahen ni si Musa. Laos dipasahat ma tu Raja Josia, laos dibahen Raja i gabe undang-undang manang uhum harajaon na ginomgomanna. jala disusun ma (diredaksikan) songon naung adong si saonari ima kitab Deuteronomis (kitab Ulangan Torah (singk. Ulangan)/ 5 Musa), songon turpuk jamita on.
            Di jamita ni si Musa on tangkas do diajarhon asa marparange ma halak Israel songon sada bangso naung pinalua jala songon hataridaan na mar-Debatahon Jahowa. Nunga godang angka naung binahen ni Jahowa tu bangso Israel uju di halongongan bangso i. Molo masa parporangan sian angka bangso na asing, dipamonang Jahowa do bangso i (isarana parporangan sian halak Amalek; . Tung na so hea do ditadinghon Jahowa bangso i, nang pe jotjot halak Israel jotjot madabu tu panombaon debata sileban.
            Di ayat 1 turpuk jamita on tangkas do idaonta na so sahat dope halak Israel i tu tano Kanaan. Jala di atay 1 on dipaingot do bangso i, ia tano Kanaan, ima tano silehonon ni Jahowa, Debata bahen partalian tu nasida. Ndada ala ni haulion manang gogo ni bangso i dilehon Debata Kanaan i, alai holan ala asi ni roha ni Jahowa sambing dohot inisiatif Debata sambing. Jala marhite ayat on, paboahon guru tu Debata do sude angka tano na di portibi on, jala guru tu Ibana do manang tu ise dilehon Debata tano on. Holan sada do na ringkot idaonta, martua ma na niasian ni Jahowa Debata, jala halak naung niasian ni Jahowa taruli angka na denggan jala taruli ragam las ni roha sian Jahowa.
            Di ayat 2 disosohon do laho pasahathon hamualiateon patumonaan na ni ula tu Jahowa Debata. Boasa patumonaan? Parbue patumonaan ima parbue na mansai denggan sian parbue na asing sian sada suansuanan. Ayat 2 on paboahon tu bangso Israel (di turpuk on) nang tu hita (di tingki sinuaeng), asa itapelehon ma pelean na mansai denggan tu Jahowa. Ndada na busuk, ndada so boi pangkeon, alai angka na denggan do dipasahat tu Jahowa. Pesta pasahathon patumonaan na niula (pesta panen) di halak Israel sai jotjot do diulahon ganup taon, jala goaran do ulaon i, pentakosta. Adong do pigapiga poin na ringkot botoonta taringot tu pesta patumonaan ni halak Jahudi marhite turpuk jamita on:
  1. Manghatindanghon Jahowa, Debata, mual ni nasa angka na denggan jala hangoluan ni angka jolma nang songon i ngolu ni angka na tinompa. Ibana do na mamasumasu jala na mangaramoti angka suansuanan i. Hinorhonni i, tama situtu do mandok mauliate hita tu Ibana jala pasangaphon Ibana marhite ulaon on.
  2. Mansoadahon diri. Mansoadahon diri na didok dison ima dang na gabe pintor nampuna parbue ni suansuanan disarihon. Molo pe adong parbue naung itahalomohon hinorhon ni parbuena na tonggi, ingkon i do na jumolo itapasahat tu Jahowa, Debata. Sian on diajari do halak Israel, ingkon jumolo do pasangaphon goar ni Jahowa marhite patumonaan sian na jumolo manggohi angka hagiot ni dagingna.
  3. Ingkon jumolo do hita pasahathon na denggan jala na uli sian na adong di hita. Dison paboahon jala mangajarhon hita boha do hita manghaporseai situtu Debata jala pasangaphon Ibana marhite angka na denggan naung italehon i tu Ibana. Ai ndang na ala hurangan Debata gabe italehon, alai marhite i tangkas do boha hita manghamualiateohon angka pasupasu dohot basabasa ni TUHAN i uju di ngolunta on.  
Dung i bahenon ma tu ampang, jala boanon tu inganan sipilliton ni Jahowa, Debata bahen inganan di goarNa. Didia do inganan i? Uju i ndang jongjong dope bagas joro Jerusalem. Bangso Israel panjongjonghon undungundung parluhutan (kemah pertemuan/ kemudian diartikan kembali menjadi Kemah Suci (bhs. Ibrani: Keluaran 26:1 !K"ïv.Mi (misykӓn)(suatu tempat pertemuan orang Israel dengan Allah melalui adanya Tabut Perjanjian yang berisisikan 10 Perintah TUHAN 2 Musa 26:1; 31: 1 – 11; 40: 2)). Di undungundung i, adong do sada inganan na mansai badia jala ndang boi ganup halak masuk tu inganan i, holan malim do na boi masuk tu inganan i. Jala di inganan i adong poti parpadanan na marisihon 10 patik ni Debata, laos i do gabe sada hataridaan na mian Debata di tongatonganasida. Jala dipasahat ma marhite angka malim na manghobasi di undungundung i laho pasahathon tu inganan na badia (ruang maha kudus) asa ditangianghohn malim na manghobasi di undungundung i (ay. 3-4).  Di pasahathon pelean hamualiateon patumonaan i, dipaboa do aha do alana dipasahat pelean hamualiateon i. Ima marsiala pandonganion ni Jahowa tu ompunasida sahat tu pinomparnasida sian tano halongonan mandapothon tano gok pasupasu, tano Kanaan. Disi adong panghatindanghon taringot pandonganion ni Jahowa di ngoluna nang ngolu ni ompunasida na jolo i. Tung na so tarhabilangan do pandonganion dohot silehonlehon ni Jahowa tu bangso Israel, ima bangso hasianNa manang bangso na pinarhamaol ni Jahowa.
      Laos di ayat 5 – 9, ima sada panghatindanghon taringot partording ni parngoluan ni bangso i. Hata “hata halak Aram na mandaodao” dison martudutudu do i tu si Jakob. Boi do botoonta songon dia si Jakob lari sian jabuna ala mabiar mida si Esau, hahangna 1 Musa 27). Mabiar do si Jakob na marsiala digabusi ibana amana, si Ishak, asa diibana pasupasu na sasintongna naeng dipasahat tu si Esau. Sahat do ibana tu huta ni tulangna, si Laban ima di tano Padan Aram (1 Musa 28: 5), mangoli jala marpinompari. Sahat ma magodang ianakhonna, 12 anak ni si Jakob sian 2 ina dohot 2 naposo ni angka inantana. Digadis angka anak ni si Jakob ma si Josep, anak hasianna tu halak Misir (1 Musa 37: 12 – 30). Gabe panggomgom ma si Josep di Misir (1 Musa 41: 38 – 49). Masa ma haraparon, gabe dijou si Josep ma si Jakob, ima amana dohot angka hahangna ro tu Misir, jala mian di Misir (1 Musa 46). Marpinompari ma halak Aram (Heber) di Misir, lam tu toropna, jala lam tu godangna, jala gabe biar situtu ma parao ni Misir, na so mananda si Josep (2 Musa 1: 8 – 14)  mida angka pinompar ni halak Aram (halak Heber), gabe dibahen ma parhatobanon di halak Aram i di Misir. Mangangguhi ma angka ompunasida i di Misir mangido haluaon sian parhatobanon i. Ditongos Jahowa ma si Musa, jala marhite si Musa dipalua ma bangso i sian parhatobanon Misir sahat ma tu tano na niuarihon tu angka ompunasida, ima tano Kanaan, tano habaoran ni susu dohot situak ni loba. “habaoran ni susu dohot situak ni loba” marlapatan ima tano na gok las ni roha dohot hasonangan, jala tano pangalapan gogo (tanah yang penuh sukacita dan kesejateraan).
            Ingkon botoonta, tano Kanaan ima tano silehonlehon ni Jahowa tu Israel jala hataridaan haluaon na binahen ni Jahowa tu bangso hasudunganNa. Jala marhite i, angka bangso sipelebegu marnida saluhutna i. Sian i, gabe naeng ma bangso sipelebegu i mandapot haluaon i, ima mandapot tano Kanaan. Halak na mian di bagasan tano Kanaan, marlapatan ma i mian di asi ni roha ni Jahowa. Jala halak na mian di asi ni roha ni Jahowa, ingkon do adong roha na unduk jala mangoloi hataNa, jala adong roha manghamualiateon asi ni rohaNa i. Jala di ayat 10 – 11 diajari do boha do hita pasahathon pelean hamualiateon i tu Jahowa. Ndada dibagasan neang ni roha, alai dibagasan panombaon na polin tu Ibana, Na sun Badia i. Panombaon i patuduhon na serep, badia do hita pasahathon pelean i. Ai ndada alani godangna, alai boha do rohanta i pasahathon pelean i. Jala sai mian ma las ni roha marnida sude angka na denggan naung dibahen Jahowa tu ngolun on nang tu sude pangisi ni bagas ni jabu manghamualiateon angka denggan ni basa dohot asi ni roha ni Jahowa.

Hahonaan ni Turpuk
            Boha do hita halak naung pinalua ni Jahowa marhite Jesus Kristus mananda pasupasu dohot silehonlehon ni Jahowa tu hita? Sai unang ma holan arta dohot sinamot na boi idaonta pasupasu manang silehonlehon ni Jahowa di ngolunta on. Hosa, hahipason ni pamatang, gabe na niula sinur pahanan dohot lan na angka na asing pasupasu ni Jahowa do saluhutna. Alai lobi sian i, silehonlehon ni Jahowa ima haluaon na binahenNa marhite Jesus Kristus na paluahon hita sian parhatobanon ni dosa tu haluaon. Di minggu Invokavit on diajarhon do hita pigapiga bohal ni jamita sadari on, ima:
  1. Aha do na mangonjar hita pasahathon peleanta ganup minggu dohot hamualiateonta? Torop do halak neang rohana pasahathon peleanna manang hamualieteonna. Dipasahat hamualiateonna dohot peleanna asa boi ibana mangatur huria i manang naeng mangatur TUHAN, “Bah...nunga godang peleanku di huria on nang songon i hamualiateonku tu huria on”. Sai dietong do angka naung dilehonna i tu Huria, asa songon marutang huria i alani peleanna i. Sai unang ma jumpang roha sisongon i di tongatonga ruas ni huria nang parhalado ni hurianta di tingki on nang di tingki na naeng ro. Halak na mamboto mualiate, ima halak na mananda pasupasu ni TUHAN i. Ai ala jumolo do hita dipasupasu ni Tuhan i, boi ma hita pasahathon pelean dohot hamuliateonta.
  2. Jotjot do di huria dibahen pesta gotilon sahali sataon paling otik diulahon. Alai sai torop do angka jolma pasahathon parbue na so denggan sian parbue ni gotilonna, manang tebateba sian gotilon na salpu i. Pesta gotilon, ima sada ulaon panindangion manghamualiateon angka pangaramotion dohot pasupasu ni Tuhan na mangaramoti angka naung itasuan i jala marparbuehon. Sai unang ma dietong pasupasu ni Tuhan i marhite otik manang godang ni parbue gotilon i. Molo otik parbue ni gotilon marlapatan otik pasupasu ni Tuhan. Salah do pangantusionta molo songon i hita mananda pasupasu ni Tuhan i.
  3. Itapasahat ma pelean hamualiateonta tu Jahowa angka pelean na denggan jala di bagasan roha na serep dohot roha manomba Tuhan i. Ndada alani godangna manang balgana, alai boha do rohanta i pasahat pelean i. Jala marhite pasupasu ni Tuhan i, marlas ni roha ma hita mulaulaon. Las ni roha na sian Debata mian ma di ngolunta, dohot di ngolu ni angka pinomparta nuaeng nang ro salelengna. Amen.


Usulan ni Ende
1)      12: 1 – 2+ 13
2)      172: 1 + 3
3)      212: 1 + 6
4)      465: 1 + 4
5)      463: 1......
6)      363: 1 + 14
7)      204: 1........


Sabtu, 30 Januari 2016

Bahan Jamita/ Khotbah Minggu Sexagesima, 31 Januari 2016; Jeremia 1: 4 - 10

BAHAN JAMITA
MINGGU SEXAGESIMA
Minggu, 31 Januari 2016
Ev.: Jeremia 1: 4 – 10; Ep.: 1 Korint 13: 1 – 13; S. Patik: 1 Kronika 28: 20

Oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.

DISURU MANGHATINDANGHON HASINTONGAN DOHOT HATIGORAN
Patujolo
            Aha do hapatean angka ulaon manang panghobasionta naung itaulahon manang naung itahobasi di portibi on? Torop do halak mangulahon angka ulaon manang manghobasi sada ulaon ala adong na naeng dibuat sian i, jala angka na binuatna i ima tu na denggan holan tu dirina. Maol do jumpang jolma mangulahon sada ulaon na mambahen dirina gabe sada sisogo manang gabe dihosomi hinorhon ni angka na sintong dohot na bonar. Gabe tartutup do na sintong dohot na bonar asa dijalo sada punguan, jala asa aman ngoluna di humaliangna. Tontu mansai maol do manghatindanghon hasintongan dohot habonaron, alai ndang ala ni i gabe adong sidalian laho ndang mangulahon hasintongan dohot habonaron.
            Marpardomuan do hadaulaton dohot hasintongan dohot habonaron (hatigoran). Halak na mangulahon hadaulaton alai ndang mangulahon hasintongan dohot habonaron, marisuang do hadaulatonna i. Songon i do nang mangulahon hasintongan dohot habonaran alai ndang mangulahon hadaulaton, marisuang do nang ulaon hasintongan dohot hadaulaton i. Aha do hadomuan tu turpuk jamita on? Tangkas ma itapaihutihut hatorangan ni turpuk on.

Hatorangan ni Turpuk
            Turpuk jamita on ima sada panjouon ni Jahowa, Debata tu si Jeremia. Jerima, anak ni malim Hilkia na sian Anatot, ima huta Betlehem. Hatiha i Jehuda digomgomi Yosia anak ni si Amon di taon 627 sM. Uju i masa do reformasi manang haimbaruon na binahen ni Raja Josia taringot tu parugamoon halak Juda. Alai nang pe naung dibahen Raja Josia haimbaruon di ruhutruhtu parugamoon, alai molo angka parange na jat ndang marhamubaon dope. Dung sidung pamarentaon ni si Josia, diuduti ma si Joahas, sahat tu si Joyakim sian pompbaran ni Yosia, sai jotjot do dipangke manang diulahon ruhutruhut parugamoon, ndada laho patuduhon jala papatarhon hasintongan dohot hatigoran, alai holan formalitas do parugamoon i dibahen. Tarlumbi dung sidung pamarentaon ni si Josia, lam mandao do halak Juda sian lomo ni roha ni Jahowa. Lam tu mandatdati do halak Juda mangulahon na jat, sai marsomba do nasida tu ganaganaan dohot angka debaat portibi on. Sai dipapeol do hasintongan dohot hatigoran, jala holan di hata do mandok manghaposi Jahowa, alai di pambahenan ndang adong na patandahon songon halak na marhaposan tu Jahowa. Torop do angka panurirang pargapgap na mandok panurirang alai gapgap do jamitana. Boha asa dame na mian, alai dame sipaotooto do na adong.
            Di tingki na masa i, ro ma hata ni Jahowa mamanghulingi si Jeremia. Ganup panurirang na mandapot hata ni Jahowa, didapot do sian pangungkaponna. Di ayat 4 – 5, tangkas do jahonta taringot pamiliton manang panodohon ni Jahowa tu si Jeremia. Andorang so di bortian dohot naung dibortian inana pe si Jeremia, nunga ditanda Jahowa ianggo ibana, jala nunga diparbadiai Jahowa hian ibana. Jala dipabangkit ma ibana gabe panurirang tu angka bangso. Di ayat 4 on tangkas do idaonta, ditanda Jahowa do sude angka na tinompaNa i. Marhuaso do Jahowa mananda saluhutna, jala guru tu Ibana do saluhut angka na tinompa. Di jou do si Jeremia gabe sada panuriangNa laho manuriranghon tu halak Juda taringot angka na naeng masa, ndada holan tu halak Juda, dohot do tu sude angka bangso (na uju i, bangso na didok dison ima Juda, Assyur, Mesir, dohot Babel, ima bangso na mansai gogo hatiha i). Nunga ditanda jala nunga diparbadiai Jahowa si Jeremia gabe sada panurirang. Marhite on marlapatan ma i, molo nunga ditanda Jahowa na tinompa jala dijou gabe sada ulaulaNa, ndang hea ditadinghon di ngoluna; nang pe torop halak na gabe mansogohon na pinilit ni Jahowa, alai mansai lomo do roha ni Jahowa tu na pinilitNa i, molo diulahon do ulaon hombar tu na jinalona sian Jahowa.
            Uju i, poso dope si Jeremia. Umur haposoon ima sada umur na so pola dibege halak dope hatana alani habajaronna (ay. 6). Ndang pola dipaboahon sadia godang umur ni si Jeremia, alai haposoon i do dihatahon di turpuk jamita on. Apostel Paulus mandok tu si Timoteus di 1 Timoteus 4: 12, asa unang ma hu roha ni halak mida si Timoteus, siala haposoona. Umur haposoon ndang gabe penentu di panjouon dohot tu parsuruon ni Jahowa. Ndang ala ni haposoon gabe ndang dijou, manang ndang ala ni hatuaon gabe parsidohot di panjouon di hapanurirangon. Mansai borat do nian ulaon hapanurirangon, tarlumobi di haposoon. Ai gabe haleaon do jambar ni angka panurirang binahen ni portibi on. Dibahen si Jeremia do ala ni haposoona i gabe sidalian mangalusi hata ni Jahowa i.
            Alai dipinsang Jahowa do Ibana, unang dok: na bajar dope ibana. Na ringkot, manang tudia disuru Jahowa ibana, tusi ma ibana laho; jala manang aha pe tona ni Jahowa tu ibana, ingkon i do ditonahon (ay. 7). Ndang adong be sidalian: aha sihataanku, songon dia dohononku, alai na ringkot ima haradeon diri ni panurirang mangulahon jala pabotohon dia do na nilomohon ni Jahowa di ngolunta on. Mamereng angka na masa uju di ngolu ni si Jeremia pasti adong jala godang do na gabe sihabiaran. Mabiar dihurunghon, mabiar nang mate di pardagingon, jala mabiar disogohon. Alai dilehon Jahowa do jaminan, manang aha pe na masa sai didongani Jahowa do ibana, jala paluahon ibana, ninna Jahowa (ay. 8). On ma bagabaga ni Jahowa tu angka na pinilitna laho paboahon hataNa tu saluhut bangso, “sai dongananKu do ho”.  Pandonganion ni Jahowa ima pos ni roha, jala ndang mian be adong biar di bagasna. Molo pe ingkon mangadopi hamatean di pardagingon, alai guru Jahowa do ianggo tondi ni ganup na tinompaNa. Dung i, diida si Jeremia marhite pangungkaponna i, dipatoltol Jahowa tanganNa manjama pamanganna, jala ido hataridaan nunga dilehon Jahowa be hata na ingkon sipasahathon ni si Jeremia di hapanurirangonna i (ay. 9).
            Dungi i, sahat ma tohonan hapanurirangon ni si Jeremia na sian Jahowa, Debata Ama i. Aha do ulaonna? Ima mangaranapi angka bangso dohot angka harajaon, laho mangurati dohot maniaphon, mangago dohot mangaloha, paulihon dohot manuan” (ay. 10). Marhite ayat on, boi do dianalogihon halak Israel ima songon tano di ladang, na gok duhutduhut, angka sugasuga manang angka suansuanan na so hasea. Ingkon jumolo do i di rambas suansuan i, dungi diombak ma tano i, laos dipadenggan ma asa boi ditanom angka suansuanan na marparbehon na denggan jala na tonggi. Songon i do halak Israel nang angka harajaon di humaliang, angka hajahaton nang angka pingkiran na jungkat ima gabe suansuanan na so hasea jala angka sugasuga. Ingkon do dirambas jala tano i diombak, asa boi muse inganan hatubuan ni parbue na denggan dohot na tonggi. Alai ndada si Jeremia na patupahon i, alai Jahowa sandiri do na patupahon i. Ai dihagigihon Jahowa do angka parange na jat, alai dihalomohon do angka parange na denggan hombar tu hata-Na. Sian ayat 10 on, tangkas do dipaboahon sude angka huaso di portibi on, adong do i di toru pat ni Jahowa ala ni huasoNa na so hatudosan i.
            Dung i, diida si Jeremia muse sada pangungkapon taringot sada “dangka ni hau na rata” (sebatang dahan pohon badam) (ay. 11), na paboahon saut jala ingkon saut do sude angka na dihatahonNa i tu si Jeremia, jala hasatiaon ni Jahowa tu angka hata na didokNa i tu si Jeremia (ay. 12). Laos di ayat 13 muse diida si Jeremia sada pangungkapon taringot sada “hudon na gurgur”, na paboahon na adong sada harajaon tungkan utara pul jea tu sandok isi ni tano on (ay. 14). Ayat 14 on paboahon, na ro sada harajaon marhite angka hagogoon ni harajaonna i, dohot hagogoon ni parporanganna i maniaphon sude angka bangso, termasuk bangso Juda. Ndang pola dipabotohon harajaon dia do na didok dison. Alai molo itapaihutihut sejarah ngolu ni Israel taringot harajaon na manggomgomi i boi ma dohonon harajaon dison ima harajoan ni Junani nang harajaon ni Rom. Alana uju di harajaon na dua i, mansai hansit do parngoluon ni halak Israel (Jahudi) sahat tu parngoluan ni Kristus nang huria na parjolo i. Alai dipaloas Jahowa do masa sisongon i. Ndang na mandok na so margogo Jahowa asa unang masa i. Boi do ndang pola masa sisongon i, alai dipaloas Jahowa do asa masa. Boasa? Ai mansai jungkat do angka pangalaho ni bangso ni Jahowa on, ndang adong be roha biar mida Ibana. Marsiboan lomona be, jala ndang na sintong be hadaulatonnasida i (ay. 15 – 16).

Hahonaan ni Turpuk
            Boha do hita angka parhobas di huria (Pandita, Sintua, nang angka Parhalado) manghangoluhon parsuron ni Tuhanta tu hita marhite poda tohonan i? Mansai sangap do idaon jala begeon ditingki mangalusi sungkunsungkun pangoloion di poda tohonan i alai ndang adong roha laho manghangoluhon saluhutna i. Itaingot be ma, parrohon rimas ni Jahowa do sisongon i tu dirina nang tu ngoluna. Itaulahon ma ulaonta i songon naung itaundukhon jala naung itaolohon uju dipabangkit gabe parhobas di huria i. Unang be sai mangalului sangap, sinamot marhite mangulahon tohonan i. Ringkot do sinamot di portibi on jala mansai ringkot. Alai unang holan laho mangalului sinamot gabe tading di tohonan sasintongna.
            Ganup halak na porsea, tongtong do parsidohot hita gabe ampuna ni Jahowa marhite Jesus Kristus. Ala gabe ampuna ni Jahowa angka na porsea i, ndang adong be sidalian laho mangulahon parbaritanaulion. Marbarita na uli marhite hata, pambahenan nang pamikirion. Aut sugari dilehon hita pamiliton, dia do na ringkot sipillitonta, dibursikhon jolma hinorhon ni hasintongan, manang dibursikhon Jahowa hinorhon ni ndang mangulahon hasintongan? Itaingot ma, molo sai itajaga do holan ngolu haportibion gabe tading ngolu partondion, songon alogo sambing ma ngolunta on. Alai naeng ma ringkot hita parsidohot laho mamaaritahon barita na uli, barita hamubaon, barita haluaon tu angka donganta, humaliangta, tu ganup keluarga. Molo pe so ditangihon nasida barita i, Jahowa sandiri do na patupahon angka lomo ni rohaNa tu na so mangoloi hataNa i.
            Nang pe mansai dokdok jala maol, alai ndang na gabe i sidalian laho ndang mangulahonsa. Sai itabaritahon ma barita na uli, barita hasondangan ni ngolu dohot tondi, barita haluaon dohot las ni roha. Ai adong do bagabaga ni Jahowa tu angka na mangulahon hataNa: sai na dongananKu do ho, jala paluahonKu do ho. Amen.

Angka Usulan ni Ende:

  1. 10: 1 – 2 + 4
  2. 246: 3 – 4
  3. 464: 1 + 3
  4. 240: 1 + 3
  5. 666 : 1....
  6. 518: 3 – 4
  7. 807: 1.....