DANIEL PANE

SELAMAT DATANG DAN MENIKMATI YANG TELAH DISAJIKAN

Selasa, 14 Oktober 2014

Bahan Khotbah/ Jamita Minggu XX Dung Trinitas, 02 Nopember 2014

BAHAN JAMITA
MINGGU XX DUNG TRINITAS
Minggu, 02 Nopember 2014
Ev.: Mazmur 43: 1 – 5; Ep.: 1 Tessalonika 2: 9 – 13; Patik/S.Patik: Hukum Taurat I – X/ 1 Yohanes 3: 2
Oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.

KEBAHAGIAAN DALAM PERLINDUNGAN ALLAH
Pendahuluan
            Tujuan kehidupan manusia adalah kebahagiaan. Jika ada pertanyaan, apakah ada manusia yang menginginkan hidupnya tidak bahagia atau hidupnya selalu meminta penderitaan datang kepadanya? Pastinya tidak. Konsep kebahagiaan setiap manusia pasti berbeda-beda. Ada yang mengartikan kebahagiaan itu adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan); ada yang mengartikan beruntung dan sebagainya. Di samping pemahaman atau pengartian yang berbeda sumber dan ukuran kebahagiaan setiap orang itu pun berbeda juga, misalnya: beberapa manusia membuat sumber atau ukuran kebahagiaan manusia itu adalah harta, pangkat, kedudukan, kesuksesan dan sebagainya.
            Bagaimana kebahagiaan itu bagi orang Kristen? Tidak ada satu orang pun yang mendoakan datangnya penderitaan atau bencana dalam dirinya. Akan tetapi, bagaimana jika penderitaan, kesusahan menghinggapi orang Kristen? Apakah yang ia lakukan? Mengutuki TUHAN, atau menyalahkan TUHAN? Bahkan ada yang menjadi ragu-ragu akan kuasa TUHAN dalam penderitaannya. Tidak semua orang Kristen jika mengalami penderitaan dalam penuh kerendahatian dan berhikmat. Ada beberapa orang Kristen justru ingin meminta keadilan kepada TUHAN dengan merincikan perbuatan baiknya, atau bahkan sampai ia meninggalkan imannya dengan tujuan, lepas dari penderitaan dan mendapat kebahagiaan. Timbul pertanyaan, apakah orang Kristen dijanjikan hidupnya akan selalu memperoleh kebahagiaan di dunia ini? Bagaimana pertanyaan tersebut diperhadapkan dengan nas perikop ini?

Penjelasan Nas
            Mazmur 43 ini merupakan bagian dari Mazmur II (Mazmur 42: 1 – 72: 20), dan nyanyian atau doa ini dipakai dalam ibadah pada masa Pembuangan, memohon agar TUHAN mengembalikan bangsa itu ke Yerusalem (sekitar abad V SM). Perlu diperhatikan dalam BHS (Biblia Hebraica Stuttgartensia) buku Mazmur 43 ini merupakan bagian Mazmur yang tidak memiliki identitas siapa penulis dan judulnya. Beberapa tokoh/ berpendapat bahwa Mazmur 43 ini merupakan lanjutan dari pasal 42. Hal ini dapat dilihat dengan keserupaan refrain dari pasal 42 dan 43, “mengapa engkau tertekan, hai jiwaku...dst”(42: 6, 12, dan 43: 5). Jika kita berangkat dari pemahaman bahwa pasal 43 ini merupakan lanjutan dari pasal 42, maka bisa dikatakan bahwa pasal 42 ini merupakan suatu nyanyian yang berasal dari keturunan Korah, yang merupakan seorang musisi dan komposer yang begitu hebat pada zamannya. Apabila kita membaca LXX (Septuaginta)  (Psalm 42:1(LXX) atau Mazmur 43: 1  yalmo.j tw/| Dauid) dan Latin Vulgata (psalmus David), dituliskan bahwa Mazmur ini merupakan dari Daud, karena pasal ini dimulai dengan permohonan keadilan dan memiliki kesamaan dengan Mazmur 26. Akan tetapi bila diperhadapkan dengan gaya bahasa dalam teks ini yang merupakan gaya bahasa pada masa pembuangan “dimanakah Allahmu”, merupakan ungkapan oleh bangsa Babel terhadap Israel melihat kekalahan bangsa itu melawan bangsa Babel, jadi sangat sulit diterima bahwa teks ini berasal dari Daud. Bisa saja teks ini berasal dari Daud, tetapi disusun dalam bentuk nyanyian oleh keturunan Korah.
            Pada ayat 1 si Pemazmur meminta keadilan (Syafteni (Kata dasar: syafat)/ Iudica/krinon (Kata dasar: krino)) dari Allah atas segala penghinaan yang disampaikan oleh musuh-musuhnya. Pemazmur di sini dengan menggunakan kata syafat menggambarkan hidupnya atau situasi pada masanya bagaikan dalam suasana persidangan, dimana si pemazmur berada dalam situasi ketidakadilan, dan banyaknya tuduhan-tuduhan yang merupakan penghinaan dari musuh-musuhnya terhadap dirinya. Siapakah musuh-musuhnya? Musuh-musuhnya adalah kaum yang tidak saleh (Ibrani: migoy lo khasid), yang dapat ditujukan kepada bangsa Babel, atau orang-orang penipu dan orang curang, yang merupakan bangsa-bangsa yang dapat memberikan janji keselamatan, akan tetapi ia tidak dapat memberikan (perang Syria-Efraim, dan koalisi bangsa Yehuda dengan Asyur untuk menyerang Babel, dan kemudian berkoalisi dengan Mesir, yang akhirnya Yehuda kalah melawan bangsa Babel), atau orang – orang yang berlaku tidakadil atau curang. “perjuangkanlah perkaraku” mengarah kepada permohononan perlindungan Allah di tengah pergumulan hidupnya dan bangsanya, “meluputkan” yang berarti membebaskan atau memerdekakan dirinya atau bangsanya.            
            Mengapa si pemazmur meminta keadilan kepada Allah (YHWH)? Di ayat 2 jelas tampak credo si pemazmur bahwa Allah merupakan tempat pengungsiannya (Ibrani: ma׳uzi dari kata ma׳oz yang berarti tempat perlindungan. Akan tetapi, mengapa justru yang terjadi justru penderitaan bagi hidupnya? Mengapa Allah yang ia membuangnya dan membiarkan hidup berkabung di bawah impitan musuh? Apabila kita melihat credo raja Daud tentang Allah (YHWH) bagi hidupnya (Maz.11, 27, 31) dan credo ini juga diteruskan hingga ke perikop ini dalam konteks yang berbeda yang merupakan suatu pengakuan yang mutlak mengenai sumber keselamatan mereka, atau mengenai pembebasan yang Allah lakukan. Ungkapan “Mengapa Engkau membuang aku...dst” merupakan ungkapan kesedihan yang diperhadapkan dengan credo yang diungkapkannya. Bila kita perhadapkan ayat 2 ini dengan Mikha 7: 8 – 9 dengan konteks yang sama, kita dapat mengerti bahwa penderitaan mereka adalah hukuman atas dosa atau pelanggaran mereka. Memahami konsep penghukuman tidak berarti berujung kepada kehancuran selamanya, tetapi kehancuran untuk membangun kembali.
            Ayat 3 merupakan ungkapan permohonan akan bimbingan TUHAN di tengah pergumulan yang ia hadapi. Ia memohon terang dan kesetiaan TUHAN yang menuntun hidupnya menuju ke gunung TUHAN yang kudus, yaitu Bukit Zion. Ayat 3 ini merupakan pengharapan untuk kembali dari pembuangan ke Yerusalem dan untuk beribadah di bukit Zion. Terang dan kesetiaan TUHAN yang diharapkan oleh pemazmur ini adalah seorang pembebas atau penyelamat (Mesias). Maka ayat 3 ini merupakan nyanyian pengaharapan Mesiasnis dalam rangka pembebasan bangsa itu, pulang dari tanah pembuangan untuk kembali ke Yerusalem sebagai suatu bangsa. Penyataan suatu bangsa pada zaman Israel kuno tidak terlepas dari peribadahan kepada allahnya, maka jika Issrael akan dituntun kepada pembebasan dan penyataan menjadi suatu bangsa setelah pembuangan, maka itu akan berlanjut kepada penyembahan kepada Allah, YHWH, Allah Israel.
            Pada ayat 4 merupakan suatu ungkapan untuk beribadah kepada TUHAN, Allah Israel. Dalam ayat ini tampak kegembiraan umat TUHAN ketika pembebasan itu telah nyata dan terjadi. Kegembiraan yang meluap-luap memuji dan beribadah kepada TUHAN. Datang ke Mezbah (altar) berarti datang bertemu dan beribadah kepada TUHAN. Datang sebagai bangsa yang telah dikuduskan oleh Allah dan sebagai bangsa yang telah menjadi milik Allah untuk bertemu dengan Allah dengan kekudusan. Bertemu dengan Allah berarti bertemu dengan DIA Yang Maha Kudus. Datang ke Mezbah Allah berarti suatu kebahagiaan yang tidak dapat diberikan oleh dunia ini, kebahagiaan yang tidak untuk masa depan tetapi kebahagiaan yang nyata dan yang terjadi. Pemazmur menyatakan sukacitanya dengan bersyukur kepada TUHAN dengan kecapi. “Seruan ya Allah, ya Allahku” merupakan seruan yang penuh kesukacitaan, dan serta penegasan akan kuasa Allah yang tidak dibatasi oleh tempat, waktu atau tradisi. Seruan Allahku, merupakan jawaban dari ejekan dari musuh-musuh pemazmur, “dimanakah Allahmu?”.
            Jika demikian sukacita si pemazmur, “mengapa engkau tertekan hai jiwaku dan mengapa gelisah di dalam diriku? Ungkapan si pemazmur, tidak ada lagi alasan mengapa jiwanya tertekan atau gelisah, karena ia memiliki TUHAN (YHWH). Ia merasakan bahwa perlindungan TUHAN jauh lebih indah dibandingkan penderitaan yang ia alami. Penderitaan yang dialami pada masa konteks penulisnya tidak akan berarti dibandingkan dengan kebahagiaan dan sukacita yang akan diperolehnya. Tetaplah berharap kepada TUHAN, Allah-nya. Sebab bersyukur kepada TUHAN, penolongnya dan Allahnya. Si pemazmur tidak menjadi menyerah dan meninggalkaan TUHAN, Allahnya. Ia tidak menjadi beribadah kepada Marduk, dewa Babel, tetapi ia tetap beribadah kepada YHWH, karena hanya dari-Nyalah keselamatan diperolehnya.

Penjelasan Nas
            Bagaimana kualitas kekristenan umat Kristen saat ini? Pengenalan yang tanggung akan Allah yang ia imani dalam Yesus Kristus, akan mempengaruhi kualitas kehidupan keKristenannya. Banyak umat Kristen mengaku dirinya Kristen akan tetapi melakukan peribadahan pun ia tidak pernah, atau bahkan tidak pernah mengucap syukur. Kehidupan agama Kristen menjadi topeng terhadap dirinya. Ketika umat Kristen mengalami pergumulan atau ia tidak memperoleh seperti yang ia harapkan, maka ia akan cepat untuk menyalahkan TUHAN melalui gereja atau melalui kehidupan Kristennya. Dalam teks tersebut, ejekan itu datang dari luar, tetapi telah banyak orang Kristen justru mengejek tentang Allahnya. Pengejekan terhadap Allahnya oleh orang Kristen dengan mengukur kuasa TUHAN itu harus sejalan dengan pikiran atau permintaannya, apabila itu tidak terjadi maka yang akan terjadi adalah kekecewaan.
            Seperti yang telah diutarakan dalam pendahuluan, tujuan hidup manusia adalah kebahagiaan, tetapi apakah kebahagiaan di dunia ini menjadi tolak ukur bahwa Allah menyertai dan melindungi kita? Melalui perikop ini diajarkan kepada kita bahwa kebahagiaan itu adalah hidup dalam penyertaan dan perlindungan TUHAN. Hdup dalam penyertaan dan perlindungan TUHAN merupakan hidup dalam aturan dan perintah TUHAN. Hidup dalam perlindungan TUHAN juga berarti hidupnya menjadi milik TUHAN, dan itu akan tampak dalam kehidupan ibadahnya. Hidup beribadah merupakan hidup yang penuh keteraturan dan penyerahan kepada TUHAN. Seorang yang beribadah tidaklah hanya dimengerti seberapa seringnya ia datang ke gereja, tetapi seberapa besarnya kebahagiaannya tinggal dalam perlindungan TUHAN dan akhirnya berlanjut kepada mengucap syukur dan datang ke Mezbah (altar). Seorang yang bahagia dalam perlindungan TUHAN maka ia tidak punya alasan lagi untuk tidak beribadah dan bertemu dengan TUHAN melalui firmanNya di Gereja (di Bait Allah). Bagaimana pun yang terjadi dalam gereja, jika hatinya untuk beribadah maka ia akan beribadah. Tujuan datang ke gereja adalah untuk memuliakan TUHAN bukan untuk membenarkan dirinya sendiri.
            TUHAN adalah tempat perlindungan, TUHAN adalah sumber keadilan. Keadilan TUHAN merupakan salah satu keselamatan yang TUHAN lakukan terhadap umat-Nya. Jika setiap orang Kristen dapat mengikrarkan credonya dengan sungguh-sungguh, maka tidak ada lagi alasan mengapa ia ragu-ragu atau khawatir tentang hidupnya. TUHAN adalah tempat perlindungan, yang memberikan kenyamanan dan ketentraman hidup. TUHAN adalah tempat perlindungan dan pertolongan yang mengarahkan pandangan kepada Kuasa TUHAN, yang mengatasi segala kuasa yang ada di bumi dan seluruh alam semesta. Dengan itu semua kebahagiaan umat TUHAN adalah hidup dalam perlindungan Allah. Amin.


Usulan Lagu: Kidung Jemaat
  • 2: 1 – 3 
  • 33: 1 – 2
  • 387: 1 – 2
  • 250a: 1 + 4
  • 253: 1.....pers. I + II
  • 445: 1 + 3
  • 439: 1......Pers. III


Sabtu, 23 Agustus 2014

Bahan Jamita Minggu X Trinitatis, 24 Agustus 2014



BAHAN JAMITA
MINGGU X TRINITATIS
Minggu, 24 Agustus 2014
Ev.: Rom 12: 1 – 8; Ep.: Jesaya 51: 1 – 6; S.Patik: Pilippi 4: 6
oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.

PASAHATMA PELAN NA TUTU TU JAHOWA!
Patujolo
            Nunga torop be jolma naung gabe antipati maradaphon halak Kristen. Sikap antipati on boi idaonta 2 ragamna: (i) radical antiphaty: ima parange antipati na manggosagosa jala na pasiaksiakhon halak Kristen marhitehite fisik. (ii) silent antiphaty: ima parange antipati na mambahen panggosagosaon manang pasiaksiakhon marhite psikologis, dohot angka aturanaturan na mambahen susa halak Kristen. Jala nunga torop be halak Kristen sandiri naung apatis taringot tu haKristenon. Nunga mardosdos diida taringot haKristenon, boi ma i sian dongan Kristen (marhite angka parange ni halak Kristen na sai tongtong ro mandohoti parmingguon manang parhuriaon na so suman manang dang dos songon di haKristenon), manang sian na masa tu ngoluna (mangalapati haKristenon holan tu hasonangan di ngoluna).
Boha do haKristenonta nuaeng?  Aut sugari disungkun tu hita huria Kristen saonari, aha do hasurunganta di ngolunta sian ngolu ni na so Kristen? Manang aha do hasurunganta parhalado ni huria, manang na ringgas marminggu sian halak na so parhalado manang na so hea marminggu? Torop do halak Kristen mangantusi ulaon haKristenonna (hadaulaton = peribadahan) holan naung piga godang angka na dilehonna di huria i (target, hamauliateon, pelean, dohot lan na asing). Molo itaetong sude angka peleanta na itapasahat tu adopan ni Jahowa marhite huria-Na, nunga sadia godang do saluhutna? Jala saluhut na itapasahat i, naung tuk do i mangimbangi angka pasupasu na pinasahat Jahowa di ngolunta on? Ingkon patar do antusanta, ndada hinorhon ni godang ni pelean i patandahon hita na mar-TUHAN, manang ndada hinorhon ni godang ni pelean na itapasahat i gabe marlomolomo na mar-TUHAN marhite huria-Na. Marhite surat ni si Paulus on, diajarhon do hita taringot aha do peleanta na tutu na boi itapasahat di bagasan ngolu ni hadaulathonta (hidup peribadahan kita).

Hatorangan ni Turpuk
            Apostel Paulus manongoshon suratna tu huria na mian di Rom. Didapot si Paulus barita taringot angka na masa tu huria (halak Kristen) na mian di Rom sian halak Kristen na di Rom na ro tu Korint, inganan panuratan ni surat on. Molo itajaha Rom 16: 22, na panurat turpuk on surat on ima si Tertius.[1] Marhite surat on, Paulus mamodahon halak Kristen asa boi mamboto parange na songon aha dona ingkon adong di halak Kristen. Nang pe di ragam angka hasusaan manang sitaonon sian panggomgomion di masa i,[2] dohot halak Kristen na sian Jahudi. Hombar tusi ma Apostel Paulus manongoshon suratna on mamodai jala paingothon parange ni halak Kristen na tandi manang marhasurungan sian halak na so Kristen.[3]
            Di ayat 1, “diapoi Apostel Paulus do halak Kristen na di Rom marhitehite asi ni roha ni Debata”. Paulus mangasahon asi ni roha ni Debata do mangapoi halak Kristen, ndada alani hamaloon, hapistaran, manang parbinotoanna, alai marhitehite asi ni roha ni Debata.[4] Pasahat ma dagingmuna[5] bahen pelean[6] na mangolu, na badia, na hinalomohon ni Debata; ima hadaulaton ni na marroha[7]. Hata ni si Paulus on mangapoi huria Kristen na di Rom asa pasahathon hadirionna (tubuh, jiwa, roh) gabe pelean na mangolu. Adong lapatan haundukhon na polin tu Debata, ima mian dibagasan hata nang aturan ni Debata, , pelean na marasing sian angka pelean na dipele tu debata sileban (ida 1 Korint 8: 1 – 11).  Ai ido hadaulaton na marroha manang hadaulaton (peribadahan, kepatuhan) tu Debata Jahowa, ala ampuna-Na do hita marhite Jesus Kristus.
            Antong molo songon i, ingkon adong do hasurungan ngolu ni halak Kristen sian halak na so Kristen. Alani i, Paulus mandok: unang gabe sarombang[8] dohot portibi[9], gabe imbaru, jala ido na tau manimbangi lomo ni roha ni Debata, ima na uli, na hinaloshonna dohot na sun denggan (ay. 2). Di ayat 2 on Paulus mansai tegas mangapoi asa unang gabe dos halak Kristen tu portibi on, portibi na gok roha na mangalo tu hata ni Debata. Alai gabe imbaru marhitehite ngolu na imbaru[10] dung muba pingkiranmuna.[11] Ndada rupa manang pardagingon na siubaon, alai pingkiran (mind set) tu harajaon dohot hamuliaon ni Debata na manongtong. Asa tau manimbangi[12] lomo ni roha ni Debata, ima na uli, na hinalashonna dohot na sun denggan. Manimbangi lomo ni roha ni Debata ima marhitehite hata dohot angka pambahenan ni Debata di tonga ragam angka na masa di portibi on. Marhite ayat on Paulus mangapoi halak Kristen tu parpunguan Kristen songon sada huria (bukan satu pribadi), sada pamatang ni Kristus asa rap marsipodaan, marsiapulan, marsituturan mangadopi angka na masa hombar tu hata ni Debata. Hata ni Debata ndada songon bungku ni uhum (kitab hukum), alai patandahon dalan hangoluan, hasintongan, daohot hatigoran asa boi masuk tu hangoluan i.
             Diulahi si Paulus do mula ni ayat 3 on sian ayat 1, marhite asi ni roha ni Debata do ibana mangapoi huria i. laos dipaingot asa unang torbang dirajumi hamu dirimu, lobi sian na patut, alai intap ni na tama ma parrohaonmuna. Marhite ayat on Paulus manosohon asa huria i boi mangarajumi dirina (menguasai diri), ganup marguru tu godang ni haporseaon na tinurpukhon ni Debata[13] tu ibana. Godang ni haporseaon dison ndada songon pangantusionta piga godang tu sada an, piga godang tu sada on. Alai tu aha na boi tolap dibahen angka na denggan hombar tu Debata di tongatonga ni parsaoranna, gabe pasupasu tu humaliangna, jala ndada mambahen susa angka donganna.
            Ayat 4 – 8 ima hatorangan udutni ayat 3 taringot parsaoran ni huria i songon pamatang ni Kristus, torop do ruasna. Pola do digombarhon si Paulus huria i, songon pamatang ni jolma, sada do pamatang (tubuh/ Yun: soma) alai ragam do ruasna hombar tu na boi diula ruas i. Tung na so tolap do mata manendang, manang maniop, tung na so tolap do sipareon laho manjama, manang marpingkir, ala nunga adong tugas na be hombar tu na boi bahenonna, alai ingkon do gabe pelean na mangolu saluhutna i tu Jahowa, manang gabe sada tanda haundukhon mian di bagasan aturan manang hata ni Debata.

Apikasi Tologi
            Marhite hatorangan ni turpuk, mulak ma hita tu sungkunsungkun di patujolo. Marhite turpuk on naeng ma pita hita mananda haKristenonta di tonga ni ngolunta on. Loja hita mangulahon panghobasion, martangiang, marminggu, dohot godanggodang pasahathon pelean, alai molo patubuhon ginjang ni roha, gabe marlomolomo di huria i, manang ndang adong haundukhon tong do i ndang marlapatan.
            Itapasahat ma pelean na tutu, ima sude hadirionta (tubuh, jiwa, roh) gabe ginomgoman ni Jahowa, marparange ma hita songon halak naung dipaimbaru marhitehite Jesus Kristus, jala na gok Tondi Parbadia di ngolunta. Unang be dos antong parangenta sian parange ni portibi on, manang unang umjorbut parangenta sian portibion. Mansai lungun do roha molo adong mandok, “jolma dope hita, di portibi dope hita mian”, na boi mempersilahkan asa mangulahon dosa, manang mempersilahkan secara sengaja atau tidak mangoloi hisaphisap ni daging gabe lupa manang gabe maralo tu na dihalomohn ni Debata. Jahowa, Debatanta marhite Jesus Kristus tidak mentolerir atau memaklumi parange manang pola pikir na sisongon i. Ngolu ni haKristenon ima ngolu na marhasurungan. Marhasurungan do asi ni roha ni Jahowa tu na niasianNa sian halak na so niasiaNa, antong hita pe ingkon marhasurungan do parangenta nang pe mian hita di portibi on. Hita naung ditobus marhite Jesus Kristus, boi ma dohonon halak pardisurgo (orang sorgawi, warga sorgawi) na mian di portibi on, asa boi idaon ni jolma na asing taringot haKristenonta, jala boi ma tarjou nasida. Sikap apatis mannag antipati marganti gabe sikap panombaon na polin tu Debata Jahowa.
            Ngolu ni haKristenon ima ngolu parsaoran dibagasan sada pamatang ni Kristus. Sada do pamatang alai torop do ruasna. Ruas na boi mangulahon angka ulaonna hombar tu tolap na boi diula. Alai unang ma gabe patubuhon ginjang ni roha partondion (kosombongan rohani), alai gabe pelean na tutu ma i songon tanda hamauliateon ni rohanta, jala parsombaonta tu Debata, na mamintori hita marhite Jesus Kristus. Gabe sada ma ruas ni huria i di bagasan pamatang ni Kristus. Itaulahon ma nasa ulaon na boi itaula di ragam angka profesi di bagasan roha na serep, jala di bagasan hadaulaton (peribadahan) na marroha. Hadaulaton ndada na di ari minggu, manang di huria, alai ngolunta pe ima dalan hadaulaotn (hidup ini adalah ibadah). Hadaulaton na polin pasahathon dirina gabe ampuna ni Debata Jahowa, marhite Jesus Kristus. Itapelehn ma pelean na tutu jala na tama ima haundukhononta tu Ibana na mamaumasu hita jala na paluahon hita marhite Jesus Kristus. Amen.


Angka Ende Huria:
  1. 9: 1, 3 – 4
  2. 432: 1 – 2
  3. 467: 2 – 3
  4. 216: 2, 5
  5. 248: 1.....
  6. 262: 2, 4
  7. 206: 1..........


[1] Tertius adalah sekretaris khusus Apostel Paulus, yang menuliskan apa yang dikatakan Paulus kepada orang Kristen di Roma (Samuel Benyamin Hakh, Perjanjian Baru: Sejarah, Pengantar, dan Pokok – pokok Teologinya, Bandung: Bina Media Informasi, 2010: hlm. 201 – 210)
[2] Menurut pendapat beberapa tokoh Perjanjian Baru, surat ini dituliskan sekitar tahun 53 – 56 atau tahun 57, yaitu masa pemerintahan Kaisar Nero (kaisar yang memerintah Kekaisaran Romawi pada tahun 53 – 68). Kaisar Nero yang dikenal kaisar yang paling kejam dari semua kaisar yang memerintah Kekaisaran Romawi pada masa Kekristenan mula-mula (waktu Kekristenan pada masa kehidupan para rasul). Kaisar Nero yang terus menyiksa kejam jemaat Kristen di seluruh kekaisarannya khususnya di Roma, serta yang menuduh jemaat Kristen membakar kota Roma, yang sesungguhnya Kaisar Nero yang membakar. Tuduhan ini merupakan fitnah supaya jemaat Kristen disiksa atau bahkan dibumihanguskan.
[3] Tidak lagi membedakan Jemaat Kristen non Yahudi atau Kristen Yahudi. Akan tetapi Surat ini ditujukan kepada seluruh umat Kristen yang berdiam di kota Roma.
[4] Bahasa Yunani : των οικτιρμων (ton oiktirmon)(belas kasihan, rasa kasihan) = sesuatu pengangkatan dari sesuatu yang tidak dianggap, hina menjadi yang dikasihi. Bukan karena perbuatan atau apa yang diberikan dari yang dikasihi, tetapi inisiatif yang mengasihi. Dalam hal ini yang mengasihi adalah Allah, Bapa melalui Yesus Kristus.
[5] Dalam bahasa asli disebutkan dengan kata  ta. sw,mata  (ta somata), yang berarti tubuh. Bukan dikatakan daging (sarx = sax). Tubuh mencakup 3 bagian penting: Tubuh, jiwa, dan roh. Bagian ini disebutkan dengan istilah pandangan Trikhotomi. Pandangan trikhotomi marupakan andangan ini berdasarkan pada pengertian bahwa, Allah menciptakan manusia, dengan memberikan tiga unsur utama di dalam diri manusia yaitu tubuh, jiwa dan roh. Sebagaimana juga dalam pandangan para filsuf Yunani, memandang bahwa tubuh, jiwa dan roh adalah satu kesatuan, yang ada dalam manusia yang hidup.
[6] Persembahan dalam bahasa Yunani: parasth,shte( (parastesete) yang dituntut pengabdian kepada seorang raja, dan penyerahan secara totalitas kepada seorang raja. Ada sikap bagaikan seorang hamba terhadap tuannya.
[7] Dalam bahasa Yunani disebutkan: logikh: (logike) yang berarti sejati, yang sesungguhnya,
[8] Dalam bahasa Yunani: summorfo,nesqe yang berarti sepola, serupa betul
[9] Tidak dikatakan dengan kata kosmoV, tetapi menggunakan kata aiwn (aion), yang bararti dunia yang penuh dengan keberdosaan, hawa nafsu, sikap yang menentang perintah Allah.
[10] Hidup yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus, hidup yang  telah ditebus.
[11] Pikiran atau pola pikir menentukan apa tujuan hidup manusia itu. Pola pikir orang Kristen adalah perintah dan aturan Allah menuju kemuliaan Kerajaan Allah, sedangkan pola pikir dunia (aion) adalah kehormatan, kekayaan dan kerajaan dunia yang bersifat fana (tidak kekal), yang pada kenyataan nyata dalam perbuatan atau perilaku hidup.
[12][12] Yunani:  dokima,zhte  (kata dasar: dokima,zein) yang berarti memeriksa, menguji
[13] Yang berarti talenta, atau kemampuan atau kelebihan yang dimiliki dan dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar atau persekutuan menjadi berkat. Tidak menimbulkan kesombongan, tetapi menimbulkan kerendahatian, dan ketaatan serta pengabdian kepada Allah.

Rabu, 13 Agustus 2014

Bahan Jamita Minggu IX Dung Trinitatis, 17 Agustus 2014



BAHAN JAMITA
MINGGU IX DUNG TRINITATIS
Minggu, 17 Agustus 2014
Ev.: Psalmen 67: 2 – 8; Ep.: Mateus 16: 13 – 20 (16); S.Patik: Jeremia 33: 10 – 11
oleh Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.

MANDOK MAULIATE MA HAMU TU JAHOWA
ALA PASUPASU-NA NAUNG SAHAT TU NGOLUM!
Patujolo
            Boha do pangantusionta taringot pasupasu ni Jahowa? Torop do halak mangantusi pasupasu ni Jahowa holan sebatas arta, hahipason, pangkat manang lan angka na asing na boi mamboan hasonangan manang hasangapon tu dirina. Molo pe adong halak na mangantusi na si songon i, alai parang mandok mauliate pe torop do halak ndang marningot i saluhutna. Di tingki tu haringkotan di dirina do di ingot Tuhan i, alai dung dapot na dihirimna di ngoluna, laos ditadinghon do Tuhan i, manang lupa mandok mauliate.
            Panandaiaon na jempek di pasupasu ni Jahowa manghorhon do i tu panombaon na jempek tu Ibana, jala Debata ndang toleran tu parange na songon i. panandaion na tangkas di pasupasu ni Jahowa manghorhon do i tu panombaon na hibul tu Ibana. Mandok mauliate tu Jahowa ndada ala ni godang na itapasahat hamauliateon i, alai boha do hita marhatopothon jala las rohanta pasahathon na denggan sian pasupasu ni Jahowa i tu Ibana marhite bagas joro. Sian turpuk on, boi do tangkas panandaionta tu pasupasu ni Jahowa tu halak na niasianna, jala boha do panghorhon tu halak na so mananda Jahowa jala mambahen Jahowa Debatana.

Hatorangan ni Turpuk
            Mandok mauliate, ima sada parange na marhatopothon pangurupion na didapotna, jala disi pe adong parange haserephon. Di turpuk on hasahatan hamauliateon, ima tu Jahowa jala na pasahathon hamauliateon ima Israel manang na ni asianNa. Molo diuduti mula ni hatorangan ni turpuk boi do italapati halak na so mandok mauliate ima halak na so marhatopothon pangurupion ni Jahowa, Debata di ngoluna jala tubu ma ginjang ni roha, jala marudut ma tu pangasahon gogo dohot pingkiranna dohot siadonganna laho mangadopi angka na masa di ngoluna. Jala turpuk jamita on sada ende hamauliateon mardonganhon parhinaloan sipiltihon jala somalna diendehon di ulaon gotilon jala diendehon di Bagas Joro (ay. 1). Ende hamauliateon on marningot panggomgomion ni Jahowa dohot hasintonganNa di halak na niasianNa, jala marisihon tangiang taringot hasintongan ni Jahowa na manongtong di pardalanan ngoluna.
            Ale Debata, sai asi ma rohaM di hami, jala pasupasu hami, sai marsinondang ma bohiM mandongani hami (ay. 2). Asi ni roha ima hak mutlak ni Debata tu ise hasahatanna. Pangidoan asi ni roha ni Debata, ima patandahon hagaleonna maradophon Jahowa, jala holan ala asi ni roha ni Jahowa ma boi malua ngoluna sian hagogotan. Asi ni roha ni Jahowa dihilala di pangaramotion, pandonganion ni Jahowa jala marhite pasupasu ni Jahowa di parbue gogo na niulanasida (petani gandum). Pasupasu ni Debata na paluarhon bangso i sian haraparon (ancaman kelaparan), jala boi nasida manggotil sian na niulanasida i. “marsinodang ma bohim....dst”, na marningot hata pasupasu ni malim tu ruas manang na niasian ni Debata (4 Musa 6: 25). Hata pasupasu ni malim on pabotohon habasaon dohot pangaramotion ni Debata Jahowa tu na niasianNa. Habasaon dohot pangaramotion na so tardodo ni pingkiran ni jolma dohot parbinotoan ni portibi on. “Sinondang ni bohiM”, pabotohon habadiaon dohot hahomion ni bohi ni Debata, na mangaramoti jala mandongani na niasianNa di ragam angka na masa di ngolu.
            Marhite saluhut asi dohot habasaon ni Debata Jahowa, sude na di tano on lam marbinoto sude angka hatuaon ni Jahowa (ay. 3). Hata hatuaon di bagasan bahasa Indonesia disurathon do Keselamatan-Mu. Haluaon na didok dison, ndada holan haluaon sian parporangan, alai haluaon sian haraparon, jala taruli haluaon marhite na parbue gotilon sian ulaonnasidal. Hata “sude na di tano on”, pabotohon tu sude na mian di tano on, tu sude bangso. Songon naung dipatorang di patujolo, sude do na tinompa jala nasa na di tano on gok pangaramotionNa, dohot huasoNa. Marhite i saluhutna, boi ma idaon manang ditanda bangso na asing (bangso na so mangharporseai Jahowa dope Debatana), jala marudut ma tu pamujion tu Jahowa (ay.4). Pamujion tu Debata marlapatan do tu parhatopothon huaso na ni Debata na umgogo sian huaso na hea ditanda manang dihaporseai. Jala pamujion i marudut do tu panombaon manang pamelehon diri tu Jahowa. Ai holan di goar ni Jahowa do adong hatuaon.
            Tung mansai balga tutu habasaon ni Jahowa dohot pangaramotion ni Jahowa di tu sude na di tano on, jala tigor do sude uhumNa. Hatigoran ni uhum-Na i ma manghorhon parolopolophon ni angka bangsa, huhut mamuji Jahowa (ida ay. 5). Laos panoguon ni Jahowa tu sude bangso di tano on. Panoguon tu haluaon manang hatuaon na pinatupa ni Jahowa. Hatigoran ni Debata ima hangoluan tu na niasianNa alai gabe paruhuman do tu bangso na so olo unduk jala mian di panggomgomionNa. Ringkot botoon, panggomgommion ndang boi malua sian huaso, aturan jala sude na i nunga patar be marhite hata ni Debata Jahowa manang pangajarion ni hataNa.
            Di ayat 6, ditegashon parpsalmen do pamujion tu Jahowa Debata marhite halak Israel, songon bangso na niasian ni Jahowa. Sude angka bangso manggombarhon sude harajaon na adong di portibi on. Ayat on pabotohon na ingkon pujion angka harajaon di portibi on do Jahowa, jala marhatopothon na so tolap sude parbinotoan manang hagogoon ni portibi laho manigati manang mangimbangi huaso manang pasupasu ni Jahowa di ngoluna, jala huaso harajaon ni portibi on di toru ni huaso ni Jahowa do.
            Sude do na di portibi on pasupasuon ni Jahowa, alai ndang boi itabatasi pasupasuon ni Jahowa holan marhite aha na itahirim manang sangkapi. Tano mangalehon gogona (ay. 7) ima sada panindangion pasupasu ni Jahowa marhite ulaoan ni halak Israel (torop halak partani gandum) jala songon naung dipatorang di mula ni hatorangan, bindu 67 on diendehon do di tingki ulaon pesta gotilon ni halak Israel, marningot pangaramotion ni Jahowa di angka ulaonnasidaa. Ndang pola disurathon parPsalmen sadia godang do parbue gogo tanonasida i, alai otik manang godang pe parbue ni ulaonna i, tongtong doi pasupasu ni Jahowa jala boi mangalehon mangan keluargana, ndang hurang sipanganon na pokok (makanan pokok bangso i ima gandum). Jala sai pasupasuon ni Jahowa ma hita, halak na niasianNa. Jala marhitehite pasupasu ni Jahowa di angka bangso na niasiaNa, idaon ni sude bangso di portibi on ma sude pambahenan ni Jahowa di angka ni asianNa, gabe tubu ma sikap biar ma sude harajaon di portibi on maradophon Jahowa (ay. 8). Sikap biar dison ima sada sikap panombaon jala pamujion di Jahowa Debata. Bangso na niasianNa gabe sitindangi tu angka bangso – bangso na so tumanda Jahowa, Debata. 
Refleksi – Teologis
            Merdeka...........!!!!! Merdeka (haluaon), ima sada sian pasupasu ni Jahowa na marragam naung sahat tu bangso Indonesia on. Pinuji ma Jahowa, dipargogoi jala didongani Jahowa, Debatanta do angka natuatuanta na parjolo i gabe boi malua bangso Indonesia sian jajahan ni angka penjajah, jala boi mansuarhon haluaon (proklamasi kemerdekaan) 69 taon na salpu.
            Mulak ma hita tu turpuk jamita on, boha do panandaionta taringot pasupasu ni Jahowa di ngolunta jala marhite i adong roha na marhatopothon hamauliateon di sasudena i. ndang boi itabatasi pasupasu ni Debata i holan marhitehite piga godang na itagotil sian gogo ni haumanta, manang sian gogo na itaula di ragam ulaonta. Mandok mauliate ima panindangion di pangaramotion dohot pandonganion ni Jahowa di ngoluna nang ulaonna. Nunga tangkas be pasupasu ni Jahowa marhite hatorangan ni turpuk jamita on, ima pandonganion dohot pangaramotion ni Jahowa, nang angka parbue na niula.
            Di hurianta se-ressort pe pasti do naung mangulahon pesta gotilon di hurianta be. Pesta gotilon ima pesta las ni roha marningot pangaramotion dohot pandonganion ni Jahowa di ngoluna nang di angka ulaonna, jala tubu ma pasahathon hamauliateon dohot panombaon nang pamujion tu Ibana. Pasahathon hamauliateon ndada alani sadia godang na itapasahat, alai jujur rohanta marhatopothon i di tangianta, jala ias dohot las rohanta, jala angka na denggan ma na ingokon pasahathonta songon hamauliateonta. Ndang na hurangan mangan Jahowa, jala unang na gabe sogokan hamauliateon itapasahat tu Jahowa. Ndang tuk dope angka na dilehonta i mangimbangi pasupasu ni Jahowa. Alai boha do parangenta pasahathon hamauliateon i, ido na ringkot idaonta di ngolunta pasahathon hamauliateon. Udut ni i, molo itaida angka pelean di hurianta, sai na adong dope na pasahathon pelean hamualiateon i na marribak, manang dia na so langku di partigatiga manang ndang langku ongkos, dipalangku do i di huria marhite pelean. Asi do roha nian tu parange jolma na si songon i, boi ma goaron halak na so mananda dope pasupasu ni Debata di ngoluna, jala ndang jumpang roha mauliate di pasupasu ni Jahowa.
            Mandok mauliate ndang boi malua sian pamujion dohot panombaon tu Jahowa. Ala naung itatanda do pasupasu ni Jahowa marhite gabe na itaula di hauma, di ladang, manang di partigatigaan, manang didia pe hita mangulahon ulaonta i tama situtu do hita pasahathon pelean hamauliateon ni rohanta. Pelean hamauliateon na denggan jala mamuji Ibana dohot pasahathon ngolunta tu Jahowa, na Mamasumasu ngolunta. Ringkot do ingotonta, ndada ala ni godang manang otik boi itaputik parbue na itaula i pasupasu ni Jahowa, alai pandonganion dohot pangaramotion ni Jahowa di ngolunta, ido pasupasu ni Jahowa. Halak na mandapot pasupasu ni Jahowa ndada laho patubuhon haginjangon ni roha partondion (kesombongan rohani), alai patubuhon haundukhon na polin di hata nang panggomion ni Jahowa. Pasupasu ni Jahowa ndada laho mambahen susa angka jolma na asing, alai ingkon boi bangso manang halak na asing mananda pandonganion dohot pangaramotion ni Jahowa di ngolunta i, jala tarjou ma nasida parsidohot mamuji Jahowa. Sai pasupasuon ni Jahowa ma hita olat ni on sahat ro di salelengna. Amen.

Angka Ende
  • 12: 1, 7, 8
  • 182: 1 – 2
  • 437: 1 – 2
  • 256: 1, 3
  • 204: 1........
  • 362: 1, 3
  • 373: 1........