DANIEL PANE

SELAMAT DATANG DAN MENIKMATI YANG TELAH DISAJIKAN

Sabtu, 03 September 2016

Bahan Khotbah/ Jamita, Minggu 04 September 2016 (Ulangan 30: 15 - 20)

BAHAN KHOTBAH
MINGGU XV SETELAH TRINITATIS
Minggu, 04 September 2016
Ev: Ulangan 30: 15 – 20; Ep.: Lukas 14: 25 – 33; Hukum Taurat I – X
oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.

MENGASIHI ALLAH MENJADI PILIHAN UNTUK KEHIDUPAN
Pengantar
            Saat ini komitmen dan prinsip sangat diperlukan oleh setiap manusia terkhusus setiap umat Kristen. Di dalam komitmen dan prinsip terdapat suatu ikatan perjanjian dan di dalamnya ada rasa tanggung jawab dan kepribadian yang matang serta mantap untuk melakukan dan menghidupi perjanjian itu. Ia tidak akan mau goyah atau oleng-oleng atau pun ragu-ragu. Melalui komitmen dan prinsip itu, ia mengharapkan mendapatkan sesuatu hal yang baik dan mempengaruhi seluruh sisi kehidupannya dan sekitarnya. Orang yang memiliki kedua hal tersebut berarti hidupnya sudah memiliki dasar yang kuat, sehingga bagaimana pun yang terjadi dalam lingkungan kehidupannya, ia menjadi kuat dan tidak gampang terprovokasi. Namun, apabila komitmen dan prinsipnya rapuh atau ia tidak memiliki komitmen dan prinsip, maka ia akan selalu menjadi orang lain dan tidak menjadi dirinya sendiri. Dia hanya bagaikan ekor dan dan bagaikan layang-layang sesuka hati sang tuan kemana dan mau diapakan hidupnya kalau terputus maka ia dibuang.
            Jika demikian, apakah yang menjadi dasar kehidupan setiap manusia terkhusus umat Kristen? Apakah ia sama seperti layang-layang? Atau dia berdiri di atas dasar yang kokoh dan tidak dapat diguncang? Inilah yang menjadi nas khotbah pada hari ini. Oleh karena itu, mari kita memasuki penjelasan nas agar kita dapat melihat benang merah penjelasan di atas (komitmen dan prinsip) dengan teologi nas khotbah hari ini.

Penjelasan Nas
            Kitab ulangan merupakan suatu kitab pengulangan mengenai pengalaman atau sejarah kehidupan umat Israel yang telah dibebaskan TUHAN, Allah Israel dari perhambaan/ perbudakan Mesir. TUHAN mengutus Musa sebagai perpanjangan tanganNya menunjukkan keMahakuasaanNya dan mengutus Harun untuk perpanjangan tanganNya menyampaikan berkat kepada bangsa Israel. Umat Israel belum sampai ke tanah perjanjian, dengan kata lain umat Israel dalam kitab Ulangan ini diberitakan masih di dalam perjalanan untuk memasuki tanah Kanaan.
            Banyak ahli mengatakan bahwa kitab ini dituliskan oleh Musa. Namun, para ahli yang lain mengatakan bahwa kitab ini tidaklah dituliskan oleh Musa, karena kitab ini sudah memberitakan kematian Musa (pasal 34). Sesuai pada pasal 1: 1 dituliskan bahwa ada seseorang yang menuliskan semua perkataan Musa dan memiliki hubungan yang dekat dengan Musa walaupun ia tidak menuliskan siapa namanya. Dalam bahasa Inggris kitab ini disebutkan Deutronomis yang berasal dari bahasa Yunani Deutrouomiou. Istilah ini lahir dari pemerintahan Yosia yang berhasil melakukan reformasi berbagai aspek pemerintahannya termasuk aspek keagamaan (tahun 632 – 631 sM). Pada reformasi keagamaan yang dilakukan oleh Yosia, ia membersihkan segala hal yang yang bersangkut paut pada penyembahan ilah-ilah lain (ba’al) di Bait Suci, kemudian didapatilah gulungan kitab yang berisikan hukum dan aturan yang dituliskan oleh Musa. Kemudian gulungan kitab ini diberikan kepada Yosia, dan kemudian dibuat menjadi undang-undang pemerintahannya dan disusun kembali (diredaksikan) seperti yang ada sekarang yaitu kitab Deutronouomis (kitab ulangan Torah/ kitab Ulangan/ 5 Musa).
            Di tengah perjalanan, bangsa Israel merupakan bangsa yang selalu bersungut-sungut dan memiliki sifat untuk memberontak terhadap kehendak Allah. Allah berkali-kali mengasihi umat itu dengan mengampuni segala pemberontakan mereka, namun tidak membuat umat itu jera. Berkali-kali umat itu selalu menganggap bahwa kehidupan mereka lebih sejahtera di perbudakan dibandingkan dengan kehidupan setelah merdeka. Mereka selalu bersandar akan kebutuhan daging atau kebutuhan tubuhnya untuk mengenal keMahakuasaan Allah yang membebaskan mereka, mereka selalu tergoda untuk mencoba atau mengimani akan hal yang baru yang mereka anggap bisa memuaskan keinginan daging atau kebutuhan tubuhnya. Mereka terjebak dalam penyembahan ilah bangsa sekitar, penyembahan anak lembu emas dan berbagai penyembahan berhala. Semuanya itu mereka lakukan dengan maksud mendapatkan kepuasan. Walaupun kepuasan yang mereka dapatkan berakibat kematian bagi mereka.
            Sebelum bangsa itu memasuki tanah Kanaan, Musa dengan tegas menanyakan mengenai komitmen atau prinsip bangsa itu terhadap imannya. Seperti penjelasan di atas , dengan adanya komitmen atau prinsip yang kuat, maka mereka tidak akan gampang terayu atau menuruti dunia dan kenikmatannya. Sebelum komitmen dan prinsip itu diutarakan oleh Musa, terlebih dahulu Musa memberitahukan apa yang ada di dalam kehidupan ini, yaitu Kehidupan dan keberuntungan atau kematian dan kecelakaan (ay. 15). Pasti tidak ada satu orang pun yang memilih kematian atau kecelakaan terjadi dalam hidupnya. Seandainya hal ini diperhadapkan dengan kita pada masa kini, pasti kita akan memilih kehidupan dan keberuntungan kita dapatkan dalam hidup. Namun menjadi pertanyaan, bagaimana untuk mendapatkannya?
            Dengan meningat segala belas kasihan TUHAN, Allah Israel terhadap bangsa itu, maka tidak ada hal apa pun yang dapat melebihi kasih itu, baik manusia maupun segala hal apa pun. Jadi apa yang harus dilakukan manusia dengan kasih TUHAN itu? Tidak lain hanyalah mengasihi TUHAN Allah (ay. 16). Mengasihi TUHAN Allah, itulah yang menjadi komitmen dan prinsip. Bukan kasih kita terlalu besar, tetapi dengan dan dasar kasih TUHAN itu, maka kita mampu untuk mengasihi TUHAN. “mengasihi TUHAN” itulah yang menjadi komitmen atau prinsip bagi orang – orang yang telah menerima dan merasakan kasih TUHAN dalam hidupnya. Dengan Kasih, ada pengorbanan. Kita mengasihi TUHAN berarti kita mengorbankan diri kita bagiNya. Siapakah diri kita? Diri kita termasuk: hidup kita, keluarga, waktu, profesi, harta, keahlian. Segalanya itu kita serahkan kepada TUHAN, karena Dialah yang empunya kita dan milikNyalah kita. Dengan komitmen atau prinsip yang demikian maka ada pengabdian. Pengabdian dalam hal ini adalah kepatuhan dan ketundukan terhadap perintah dan firman TUHAN. Ia tidak enteng segala apa yang telah difirmankan oleh Allah. Namun ia tunduk dan patuh. Berarti ada aksi yang harus dilakukan tidak hanya di ucapan jempol semata. Orang yang mengasihi Allah tetapi ia menyombongkan diri bahkan membenci dirinya atau membenci saudaranya dia adalah penipu (1 Yoh. 4: 20).
            Umat Israel diarahkan untuk berkomitmen dan memiliki prinsip untuk mengasih Allah. Dengan kata lain, mereka tidak mau lagi dipengaruhi atau tergoda dengan hal-hal kenikmatan dunia dan untuk beribadah kepada dunia. Mereka harus teguh dan kuat untuk tetap mengabdi kepada Allah dan beribadah kepadaNya. Walaupun berbagai pergumulan hidup yang begitu berat mereka tidak tergoda untuk mencari solusi instan dengan beriibadah kepada hal-hal yang dunia dan hal – hal yang sementara. Dengan demikian, berkat akan selalu mengalir baik kepada kita maupun kepada anak cucu kita. Apa pun yang kita kerjakan akan berhasil, apa pun yang kita pikirkan akan mendapat jawaban yang indah. Dimana pun ia berada ia akan mendapat berkat dan menjadi saluran berkat. Hidupnya penuh dengan kebahagiaan, dan memiliki semangat baru untuk berbuat baik melalui profesinya dan melalui kehidupannya, tidak hanya kepada orang yang baik kepadanya tetapi seluruh orang/ bangsa (all people and nations).
            Akan tetapi jika kita berpaling, maka sebaliknyalah yang terjadi (kebinasaan) akan terjadi (ay. 17 – 18). Ayat ini tidaklah menjadi ancaman tetapi menjadi ketetapan yang matang untuk jangan salah membuat prinsip dalam hidup. Kebiasaan yang terjadi dalam hidup adalah ketidakpuasan dengan yang dimiliki bisa berakibat mencari kepuasan dari hal lain, termasuk memberontak kepada firman Allah. Hidup yang tidak dalam pimpinan TUHAN maka hidupnya selalu dipenuhhi dengan kegelisahan, dan ia selalu melakukan yang jahat dan memikirkan yang jahat tanpa melihat bagaiman besar atau kecil kejahatan itu.
            Allah berjanji kepada orang yang setia kepadaNya akan mendapat ketenangan jiwa dan mendapat berkat, dan selagi masih ada langit dan bumi maka janji itu tetap (ay. 19). Langit dan bumi adalah menjadi saksi akan hal ini. Oleh karena itu pilihlah kehidupan! Dengan mengasihi TUHAN maka kita beroleh umur yang penuh berkat dan memiliki umur yang penuh makna (umur yang panjang/ tidak hanya berdasarkan seberapa panjang atau seberapa pendek umurnya tetapi memiliki arti atau makna dalam hidupnya). Dengan demikian, kita beroleh memasuki tanah yang dijanjikan TUHAN kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, dan janji ini masih berlanjut sampai generasi saat ini bahkan sampai akhir generasi manusia sekali pun. Tanah perjanjian itu adalah “Kanaan”, tanah yang penuh kesuburan dan penuh dengan kehidupan.

Implikasi Nas

  1. Perjalanan hari ini adalah perjalanan kita menuju tanah Kanaan yang sejati, yaitu Sorga. Jadi, bagaimana dengan Kanaan saat ini? Kanaan saat ini tidak lagi harus Kanaan yang ada di wilayah Timur Tengah, tetapi dimana pun kita berada, di tanah yang bagaimana pun itu bisa menjadi tanah Kanaan bagi setiap orang yang percaya karena ia memegang satu komitmen dan prinsip bahwa ia mengasihi Allah karena Allah terlebih dahulu mengasihinya.
  2. Pada generasi saat ini, tidak zamannya lagi banyak-banyak cakap mengasihi Allah tetapi tidak ada perbuatan yang menunjukkan kasihnya itu. Cukuplah melakukan kehendak Allah dan menaati perintahnya, dan dengan hal itu sudah menunjukkan bahwa kita sudah mengasihi dan beribadah kepadaNya.
  3. Berdiam dalam firmanNya adalah suatu kebahagiaan dan tidak ada kekurangan apa pun walaupun kehidupan begitu mencekam. Itulah kehidupan yang dikehendaki oleh TUHAN ada di setiap orang yang percaya. Janganlah karena keindahan dan kenikmatan sementara, membuat kita berpaling dan meninggalkan sumber berkat dan kehidupan yang sesungguhnya karena pada akhirnya adalah kebinasaan. Marilah kita memilih untuk mengasihi TUHAN sebagai komitmen dan prinsip hidup kita orang yang percaya padaNya. Amin. 

Senin, 22 Agustus 2016

Bahan Jamita Minggu XIV D. Trinitatis, 28 Agustus 2016 (1 Johannes 3: 18 - 24)

BAHAN JAMITA
MINGGU XIV DUNG TRINITATIS
Minggu, 28 Agustus 2016
Ev.: 1 Johannes 3: 18 – 24; Ep.: Poda 25: 6 – 7; S. Patik: Mateus 5: 46 - 48

ULAHON MA HAHOLONGON I!
AI SIAN I DO BOI TANDAON HALAK HITA SISEAN NI KRISTUS

Patujolo
            Tutu do hita porsea di Jesus Kristus, songon na jotjot itahatindanghon di hurianta di ganup minggu i? On ma na ringkot asa itauji ma jo panghatindanghononta i maradophon angka pangalahonta manang parangenta di hasiangan on. Torop do na mandok, ahu porsea di Jahowa, Debata Ama i; dohot di AnakNa Jesus Kristus, dohot Tondi Parbadia, alai tutu do itahangoluhon na itahatindanghon i? On ma na mansai ringkot ingkon tangkas do boha do panghatindanghononta i di ngolunta be. Molo sai na gamang dope di panghangoluhonon ni haporseaonna i, ndang na tutu dope hape ibana manghaporseai Debata Ama, Anak dohot Tondi parbadia. Aha do na boi idaonta panghonaionna tu turpuk jamita on? Tangkas ma itapaihutihut hatorangan ni turpuk jamita on.

Hatorangan ni Turpuk
            Hombar tu na tarsurat di 1 Johannes 1: 1 – 4, mansai tangkas do ra ise do panurat ni surat on, ima Johannes, sada sian angka sisean ni Kristus, ibana do na langsung gabe sitindangi (saksi mata) taringot Jesus dung dipillit ibana gabe apostel sahat tu na mate Jesus Kristus. Molo manat hita manjaha buku 1 Johannes on, ra boi do botoonta, aha do na masa uju panurat ni turpuk on. Ragam na masa parpoda haliluon, angka pangajari di filsafat nang angka mamangke parbinotoanna manang pamingkirionna laho mangantusi haporseaonna i. Ro muse ma angka na sian horong gnostik dohot doketisme (suatu aliran atau sekte yang mempercayai keilahian Yesus Kristus namun tidak mengakui Yesus Kristus sebagai wujud manusia, aliran ini menolak segala proses kelahiran, kehidupan bahkan penyaliban dan kematian Kristus, Yesus Kristus datang ke dunia adalah sebagai suatu ketidak-mungkinan karena diperhadapkan dengan Keilahian Kristus yang Kudus, sedangkan dunia ini dalam daging adalah dosa dan fana, (kita perhatikan bagaimana filsuf Plato memperkenalkan ajaran dunia idenya) (idaonta ma 1 Johannes 2: 18 – 27). Marhite aliran dohot pangajarion sisongon i, torop ma halak Kristen uju i gabe gale di haporseaon, manang na gabe gamang di haporseaonna. Gabe dos do ngoluna angka na porsea di Kristus sian halak na so porsea dope di Kristus. Marhite na masa i angka na bisuk mandok molo surat 1 Johannes on disurathon ma hirahira taon 60 – 65 AD. Angka na bisuk na asing muse mandok ia surat 1 Johannes on disurathon hirahira taon 85 – 97 AD, hombar tu isi ni bungku Pangungkapon na masa tu si Johannes. Sian dua surat on, tangkas do dipodai si Johannes asa ganup halak Kristen naung mambege barita na uli marhite ibana, asa satia jala marsihohot di haporseaonna jala togu haporseaonnasida mangulahon hata dohot lomo ni roha ni Debata Jahowa nang pe ragam angka parpoda haliluon nang songon i angka haporsukhon na binahen ni angka bangso sipelebegu.
            Di bindu 3 di surat 1 Johannes on, sada sian poda ni si Johannes asa halak Kristen ingkon ma badia dirina, ala Ibana na itahaporseaon i na badia do Ibana. Tung na so tolap do hita mandapothon Jahowa ala ni lea ni dirinta hinorhon ni dosa dohot pangalaosionta di hata ni Debata. Alai, ro do Ibana na badia i laho manesa dosanta asa badia hita, jala ndang mardauk dosa be ngolunta on. Holan ala ni asi ni roha ni Debata do, tuat Ibana na badia i marhite Jesus Kristus, hata ni Debata na gabe daging, asa badia hita marhitehite hamamateNa di hau pinarsilang i. Diaing do hita sian gambe haleaon tu hamuliaonNa, asa Ibana nampuna hita salelengna. Antong, songon halak naung pinarbadiaan ni Debata hita, naeng ma masihaholongan hita.
            Manghatahon holong mansai mura do dihatahon, alai mangulahon mansai bangkol do. Di ragam angka haporsuhon, sitaonon, manang hadokdokhon naeng ma haporseaonta i togu jala hot di ngolunta be. Molo pe sai na adong mambahen na hansit, na porsuk, manang mambahen na jat tu hita unang ma sai itabaloshon i, alai itahaholongi ma nasida, ai sian do itandaon ni halak hita on sisean ni Kristus molo na tutu hita manghaholongi. Ise jala boha do hita manghaholongi? Sada sian patik raya na nilehon Jesus ima “manghaholongi dongan jolma (seluruh manusia, tanpa melihat status sosial, tanpa melihat bagaimana hidupnya, bagaimana sikapnya, dan tanpa melihat bagaimana sikapnya terhadap kita)”
            Di ayat 17-18 turpuk jamita on tangkas do disurathon asa mangulahon holong ndada holan marhite hata, alai naeng ma tarida marhite pambahenan dohot hasintongan. Di ayat on paboahon unang ma holong i songon holong pangalensem (kasih yang pura-pura). Ai ndang adong labana sai godang hita manghatahon holong, nang songon i na mangholongi Jahowa dohot manghaholongi dongan molo so adong pambahenan (bdk. 1 Korin 13: 1). Manghaholongi dongan jolma, ndada pasombuhon donganta i mian di dosa manang dihajahaton, manang unang gabe mambahen balos ni hajahatonna songon na binahen parjahat tu na porsea. Songon panghaholongion ni Jahowa tu pardosa, songon i ma nang hita angka na porsea, sai itahaholongi ma angka donganta jolma. Holong na dipodahon apostel Johannes on, ima holong na mambahen aha do hasurungan ni halak Kristen na mandok dirina porsea di Jesus sian halak sipelebegu (bdk. Mateus 5: 46 – 47). Pambahenan holong na tutu marhite hasintongan dohot hatigoran, ima karakter na ingkon adong di ganup halak na porsea i.
            Tutu do na didok torop jolma, maol do mangulahon holong na sisongon i. Alai tubu ma sungkunsungkun, na dipaloas Debata do hita so ndang mangulahon holong i ala ni maolna? Jumolo ma nian hita mananda tangkas songon dia do holong ni Debata Jahowa marhite Jesus Kristus tu hita angka na porsea, aha do na boi itapatudos holong na sisongon i? Manang aha do na boi mambalos holong na sisongon i? Holong ni roha ni Debata Jahowa marhite Jesus Kristus mamboan hita tu hangoluan salelengna jala mambahen hita marpos ni roha paimahon ari paruhuman asa marhite holongNa i, marhiras ni roha hita mandapothon Debata di hamuliaonNa i. Molo manolsoli do hita di angka dosa manang pangalaosionta nang angka na jat naung manang naeng itaulahon, disi ma hita mananda holong ni Debata na umbalga tu hita sian hita na manghaholongi Debata (ay. 19 – 20).
            Di ayat 21 – 22, Dung mananda hita di holong ni Debata di ngolunta be marhite naung itasolsoli angka dosanta i, jala taruli hita di pardamean na binahen ni Debata di holong ni rohaNa i, tung na so jadi be hita maila hinorhon ni dosanta i maradophon habadioan ni Debata na sun badia i. Jala dapot ma hita di pos ni roha mandalani ngolunta na gok hasusaan on. Di bagasan pos ni roha di haporseaon na togu i laos dipapos muse hita laho mangulahon patikNa nang songon i lomo ni rohaNa nang pe sai godang hajahaton masa. Marhite na unduk jala olo hita mangulahon patik dohot lomo ni rohaNa i, marudut ma tu pangidoanta marhite tangiang. Sai na lehononNa manang aha pe na itapangido tu Ibana. Pangidoan marhite tangiang jotjot do hita lalap holan mangido di arta, pangkat, dohot hahipason, nang lan angka ondeng, gabe tading do hita mangidohon sangkap ni Debata na ingkon tulus di ngolunta nang songon i mangido di hangoluan na so ra suda. Ndang na maol nian Debata mangelehon angka ondeng i tu ganup jolma, alai jolma dangol do hita molo holan i pangidoanta jala tung na so marlapatan do i saluhutna molo naung patar hita di adopan ni Debata di bagasan hamuliaonNa i.
            Antong, aha nama siparadeon manang sipatupaonta songon halak na porsea huhut paimahon hamuliaon ni Debata pata di adopanta di ari na balga i? Ima mangaradoti patik (ay. 23 – 24). Aha do patikNa i? Sada sian patik raya ima “manghaholongi dongan jolma”. Manghaholongi tanpa syarat (unconditional love), ido na ringkot siulahononta. Aha do hadomuan haporseaon dohot holong sisongon i? Sian holong i do patar jala tanda hita na porsea tutu hita tu Debata Ama, Anak, nang Tondi Parbadia. Molo na alangalang manang pangalensem haholongonta i, songon i do nang haporseaonta be. Antong, apostel Johannes mamodahon tu huria Kristen uju i nang songon i hita sinuaeng asa siula holong i ma hita, holong na tutu, holong na so marpangansi. Itatangianghon ma angka donganta na mian dope di hajahaton asa mulak manadinghon hajahatonna i; jala unang ma itabaloshon na jat balos ni na jat. Parroha holong jala parroha na dame ma hita halak na porsea i nang pe ingkon itabolus ragam angka hasusaan na binahen ni jolma tu hita. Ndang tingkina be hita gogo mandok ahu porsea, alai ndang olo hita unduk mangulahon hataNa, ima haholongon i.

Hahonaan ni Turpuk
  1. Jamita on ndang mandok na tonggi manang na paet parngoluan on asa boi manang dang ingon do mangulahon haholongan. Marhite jamita on patar do dipodahon apostel on asa marhasurungan ma nian hita mangodapi angka na masa di hasiangon on maradophon angka sipelebegu.
  2. Haholongon, ima sada parange hatiuron jala na patandahon tu jolma na tutu do hita naung ditobus jala naung taruli hita di haholongan ni Debata Jahowa marhite Jesus Kristus. patar ma hita naung pinarbaidaanNa. Ai marhite haholongan ni Debata i do boi mananda hita na arga hita ditobus jala boi mananda hita di hata dohot lomo ni rohaNa, jala togu ma haporseaonta di ngoluta on.
  3. Hita naung pinarbadiaan ni Debata marhite Jesus Kristus, unduk ma hita laho mangulahon angka patik ni Debata Jahowa, ima haholongon. Manghaholongi dongan jolma di bagasan hatigoran dohot hasintongan. Molo adong donganta mian dope di hasalaanta, itatogu ma nasida; molo adong na mambahen na jat, itatangianghon ma nasida, jala unang gabe mardosa hita hinorhon dosa na mambahen jat tu hita. Sai dapatotan tua do ganup jolma na olo mangulahon hata ni Debata, amen.

Ginurithon: Pdt. Daniel Bonardo Pane
HKI Resort Khusus Hutasoit Pardomuan

Angka Ende

  1. 9: 1 – 3
  2. 425: 1 – 2
  3. 183: 1, 3
  4. 216: 2, 5
  5. 481: 1.....
  6. 262: 4 – 5
  7. 212: 1......

Rabu, 29 Juni 2016

BAHAN KHOTBAH
MINGGU VI SETELAH TRINITATIS
Minggu, 03 Juli 2016
Ev.: Galatia 6: 7 – 16; Ep.: Jesaya 66: 10 – 44; S.Patik: Roma 3: 12 – 13
Oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.

BERTEKUNLAH BERBUAT BAIK SEBAGAI PENYATAAN UMAT PILIHAN ALLAH!

Pengantar
            Apakah kita ini adalah umat pilihan Allah? Sebagai umat pilihan Allah apakah hidup kita seluruhnya telah dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Allah, ataukah masih dipenuhi dan dipimpin oleh roh-roh yang ada di dunia ini? Memang benar, kita ini masih hidup di dunia yang penuh dengan kejahatan namun itu tidaklah sebagai ketetapan hidup kita ini harus dipenuhi atau dipimpin oleh roh dunia ini. Roh memang tidak tampak walaupun ada beberapa orang yang memiliki kemampuan untuk melihat roh. Akan tetapi setiap roh akan mempengaruhi tubuh orang yang dihinggapinya dan akan memimpinnya. Itu berarti, apabila Roh Allah menghinggapi atau diam di dalam tubuh kita, maka kita akan dipengaruhi dan dipimpin untuk berbuat baik sesuai dengan yang Allah inginkan, namun apabila roh dunia yang diam di tubuh kita maka kita akan dipengaruhi dan dipimpin untuk melakukan apa yang dunia ini kehendaki.
            Apakah yang Allah kehendaki bagi setiap umat pilihan-Nya? Itulah yang akan dijelaskan pada penjelasan nas khotbah ini. Maka saya mengarahkan kita untuk masuk ke penjelasan nas khotbah ini.

Penjelasan Nas
            Surat Galatia ini merupakan surat Rasul Paulus yang bertujuan untuk memberi pengajaran bagi umat Kristen yang tinggal di Kota Galatia mengenai kerasulannya dan bagaimana sikap umat Kristen sebagai umat Allah. Kota Galatia dipenuhi dengan berbagai ajaran-ajaran filsafat dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya dan budaya. Kota Galatia terletak di wilayah tengah bagian utara Asia Kecil (Turki sekarang). Banyak tantangan yang dihadapi oleh umat Kristen di kota ini, baik tantangan dari kaum Gnostik maupun dari kaum Yahudi yang tinggal di kota ini. Pergumulan yang di hadapi umat Kristen di kota ini karena banyaknya ajaran – ajaran yang menolak dan meragukan ajaran serta kerasulan Paulus. Dengan banyaknya tantangan demikian, banyaklah umat Kristen yang menjadi ragu tentang ajaran iman yang Paulus ajarkan. Untuk menjawab keraguan tersebutlah dan menguatkan iman umat Kristen selaku umat pilihan Allah untuk menghadapi semua tantangan atau pergumulan tersebut. Selain menjawab keraguan itu, melalui surat ini juga Paulus mengajarkan umat Kristen di kota ini bagaimana harus bersikap sebagai wujud nyata umat Allah.
            Pada pasal 6 ini rasul Paulus memberikan nasehat sebagai lanjutan nasehatnya pada pasal sebelumnya. Pada pasal sebelumnya (pasal 5) Paulus menasehatkan dan mengajarkan bagaimana umat pilihan Allah harus berperilaku atau bersikap di tengah – tengah hidupnya. Umat pilihan Allah haruslah benar – benar membuahkan buah Roh, Roh Kudus yang merupakan Roh yang berasal dari Allah sendiri. Kita harus menyadari bahwa anugerah Allah melalui pemilihan-Nya terhadap kita sebagai umat pilihan begitu agung dan besar. Tidak ada sesuatu apa pun di segala tempat dan waktu yang dapat memberikan anugerah yang sama. Anugerah Allah itu adalah kehidupan bagi umat pilihan-Nya, sehingga setiap umat pilihan Allah hidup dalam anugerah Allah yang agung itu. Akan tetapi di tengah berbagai pergumulan, atau persoalan hidup dan dengan semakin semaraknya para pengajar – pengajar sesat hendaknya umat pilihan tidak ikut sesat.
            Pada ayat 7 bahan khotbah ini, Paulus memberikan pengajaran tanam – tuai, apa yang engkau tanam itu juga yang akan dituai. Namun di awal ayat ini dikatakan “jangan sesat” (mh. plana/sqe/ me planasthe) Sesat berarti tidak berada dalam standart kebenaran, yaitu Firman dan kehendak Allah. Itu dapat dimaknai jika ada orang sesat berarti ia tidak berada dalam standart yang telah ditetapkan atau lebih jelasnya diartikan kehilangan jalan kebenaran. Jika demikian perkataan Paulus pada awal ayat 7 ini yang merupakan teguran yang begitu keras bagi jemaat Galatia oleh Paulus agar jemaat itu tetap berada pada standart kebenaran mutlak dalam bersikap dan berperilaku; jemaat itu berada dalam ketetapan – ketetapan yang Allah tetapkan sebagai umat pilihan; jemaat Galatia tidak lagi menjadikan kebenaran manusia atau kebenaran dunia ini menjadi tolak ukur sebagai umat pilihan Allah. Dengan berbagai kebenaran dunia dan kebenaran manusia yang ingin memaksa kebenaran sejati seolah – olah Allah membiarkan dirinya setuju dengan kebenaran manusia. Kebenaran manusia atau dunia ini adalah kepentingan dirinya tetapi kebenaran Allah adalah keselamatan bagi umat pilihanNya. Allah tidak membiarkan dirinya dipermainkan oleh kebenaran dunia atau manusia. Kata dipermainkan memiliki pengartian menjadi ejekan, bahan yang pantas untuk dihina atau sesuatu yang dianggap tidak ada hanya berpura-pura. Nasehat Paulus di ayat 7 ini merupakan teguran mengenai sikap yang mencoba menganggap anugerah Allah itu hanya suatu kepura-puraan saja, sehingga mereka menganggap segala dosa dan pelanggaran mereka yang mereka sesali sudah dihapuskan sehingga akan beroleh pengampunan lagi, kemudian berdosa lagi dan diampuni kembali; perbuatan yang berpura-pura menyesali segala dosanya namun itu hanya acting dan dianggap Allah berhasil ditipu dengan actingnya tersebut; berpura-pura dalam ketekunan menjalankan firman Allah namun semuanya menjadi kemunafikan; ejekan atau segala penghinaan terhadap kebenaran dan anugerah Allah juga terjadi di jemaat Galatia oleh orang – orang yang menganggap dirinya atau ajarannya sudah benar atau hebat melebihi anugerah Allah. Ia tahu bahwa Allah itu baik, tetapi ia tidak menghidupi kebaikan Allah itu, dianggap kebaikan Allah hanya untuk memenuhi keinginannya atau pemuas yang dikehendakinya; ia melakukan perbuatan baik dan orang memandang perbuatan baiknya itu, akan tetapi ia ingin memperhutangkan Allah dengan perbuatan baiknya itu, ia menuntut keinginannya karena ia sudah berbuat baik, pikir orang yang demikian sikapnya. Barangsiapa yang menghina anugerah atau kebaikan Allah akan mendapatkan upahnya dan barangsiapa yang menghidupi dan mengimani kebaikan atau anugeah Allah juga akan mendapatkan upahnya. Sebab kebaikan yang ditanam maka akan kebaikan dari TUHAN yang tidak dapat diberikan oleh dunia.
            Di ayat 8 merupakan suatu penegasan terhadap ayat 7 mengenai upah atau yang akan dituai. Menabur dalam daging yang merupakan suatu sikap atau perilaku yang hanya untuk mendapakan apa yang diinginkan atau memuaskan keinginan dagingnya, yang merupakan kesenangan sesaat (bdk. Segala perbuatan seperti ini dapat kita lihat dalam Gal. 5: 19 – 21). Semuanya itu adalah kebinasaan ujungnya. Sama seperti daging ini yang merupakan menuju kebinasaan demikian juga orang yang menabur dalam daging. Tetapi menabur dalam Roh adalah kehidupan yang kekal ujungnya. Menabur dalam Roh yang merupakan perbuatan yang dipengaruhi atau dipenuhi dengan Roh Kudus, Roh yang dari Allah sendiri sehingga dengan Roh Kudus kita akan diarahkan dalam melakukan segala kebaikan atau perbuatan baik (Gal. 5: 22 yang merupakan buah Roh) sebagai umat yang telah ditebus dan dipilih, dan kesemuaannya itu hanya sebagai pemenuhan kehendak Allah bagi umat pilihanNya.
            Janganlah jemu-jemu dalam berbuat baik (ay. 9) akan tetapi harus dipahami perbuatan baik itu tidak menjadi tolak ukur untuk keselamatan, tetapi berbuat baik dalam hal ini adalah sebagai buah atau sebagai aksi bahwa kita benar-benar telah diselamatkan dan telah ditebus atau dalam hal ini kita telah diangkat menjadi umat pilihanNya. Berbuat baik sebagai kepenuhan bahwa Roh Kudus hadir dan sudah bersama dengan kita. Jika waktunya sudah dekat, maka kita akan beroleh upah kebaikan dan Anugerah Allah dalam KerajaanNya yang kekal. Perjalanan waktu dunia ini selalu dan akan selalu mendekati batas waktu dunia yang akan berakhir akan kebinasaan. Apabila kita tidak lemah dan tetap tekun dalam berbuat baik maka kita akan beroleh upah untuk itu.
            Selagi masih ada kesempatan tetaplah berbuat baik (ay. 10) selagi masih terbit matahari dan kita dapat merasakan kehangatan sinar mentari dan masih merasakan udara dan nafas kehidupan berarti kita masih diberi kesempatan untuk berbuat baik, terutama bagi kawan – kawan seiman. Apakah Paulus di sini bersikap exklusif? Sesekali tidak. Akan tetapi Paulus memberikan nasehat untuk terlebih dahulu saling berbuat baik terlebih dahulu kepada saudara seiman dalam hal ini merupakan persekutan anak-anak Allah.Sehingga setelah itu perbuatan baik akan terus – menerus mengalir sampai kepada setiap orang yang membutuhkan. Semakin sering dan semakin banyak berbuat baik maka semakin banyak orang akan merasakan perbuatan baik kita tersebut.
            Pada ayat 11 – 18 merupakan nasihat dan salam penutup surat Paulus ke jemaat ini. Pada bagian ini Paulus lebih menekankan akan kesetiaan sebagai umat pilihan Allah walaupun berbagai pergumulan hidup dan penderitaan atau ejekan dari orang – orang yang akan binasa. Pemilihan Allah tidaklah didasarkan oleh tradisi yang dibuat manusia sendiri atau berbagai pengalaman hidup manusia, akan tetapi merupakan hak mutlak Allah. Pemilihan sebagai umat Pilihan Allah dalam Yesus Kristus mendatangkan damai sejahtera dan rahmat.

Implikasi
  1. Apakah kita telah yakin bahwa kita adalah pilihan Allah? Keyakinan kita hendaklah tampak dari iman dan perbuatan kita. Kita adalah umat pilihan Allah melalui baptisan yang telah kita terima.
  2. Sebagai umat pilihan hendaknya berbuah, membuahkan buah Roh di tengah – tengah pergumulan hidup. Kita dipilih menjadi umat pilihan adalah keselamatan bagi kita, dan anugerah terindah dalam hidup. Sehingga dengan anugerah itu kita semakin tekun dalam berbuat baik.
  3. Tetaplah setia dalam iman memikul segala bentuk ejekan atau hinaan atau bahkan penderitaan dari setiap orang yang akan binasa. Karena kesetiaan itu tidaklah sia – sia melainkan kesetiaan itu memiliki upah dari sumber kehidupan yang kekal.
Nyanyiak Kidung Jemaat:
 1. 5: 1 + 3 + 7;  
2. 29: 1 + 3;   
3.  40: 1 + 4;  
4. 370: 1 + 3;  
5. 424: 1.... 
6. 413: 1 + 3 ;
7.  363: 1.....


Jumat, 08 April 2016

Bahan Jamita Minggu Miserikordias Domini, Minggu, 10 April 2016; Pangungkapon (Wahyu) 5: 11 - 14

BAHAN JAMITA
MINGGU MISERIKORDIAS DOMINI
Minggu, 10 April 2016
Ev.: Pangungkapon 5: 11 – 14; Ep.: Psalmen 30: 2 – 13; S. Patik: 1 Timoteus 6: 12
Oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.

HASANGAPON DOHOT HAMULIAON MA DI ANAK NI BIRUBIRU NI DEBATA!

Patujolo
            Minggu Miserikordias Domini, ima minggu paduahon dung sidung ari haheheon ni Jesus Kristus naung pamonanghon hita angka na porsea sian sorop ni hamatean. Di Minggu Miserikordias Domini on disosohon do hita asa mangendehon angka asi ni roha ni Jahowa nang angka ulaon haluaon (karya keselamatan) na pinatupa ni Jahowa marhitehite Jesus Kristus, ima Anak ni Birubiru ni Debata. Aha do pardomuan ni Jesus gabe didok Anak ni Birubiru ni Debata? Jala aha ma na boi siputihononta songon tona ni turpuk jamita di minggu Miserikordias Domini on? Tangkas ma itapaihutihut hatorangan ni turpuk on.

Hatorangan ni Turpuk
      Ia bungku Pangungkapon on ima sada bungku na marisihon ragam angka pangungkapon (apokalipsis; penyingkapan) na masa tu si Johannes, ima sada sian 12 apostel naung dipillit Jesus. Pangungkapon on masa uju di pulau Patmos do si Johannes. Pulau patmos sada inganan na gabe tanda parniahapan na hansit di halak Kristen binahen ni harajon na so mananda Jesus Kristus, jala tanda parungkilon bolon ni halak na satia di haporseaonna. Marhite pangungkapon on, diungkap Debata parnidaan ni si Johannes di tongatonga parniahapan na mansai hasit dihilala halak Kristen jala pangungkapon on laho marnida angka na naeng masa jala na pasti ingkon masa di sada ari. Ndang pola dipaboa jala dipabotohon andigan masa sude angka na niida si Johannes di pangungkapon on, alai na ringkot ima angka naung niida i, pasti do ingkon masa saluhutna hombar tu sangkap ni Debata. Marhite bungku Pangungkapon on lam paandaphon tu angka na porsea taringot ari ni TUHAN, ima ari haluaon tu angka na porsea jala ari ni hasusuda ni angka pardosa dohot angka parjahat. Barita taringot haroro ni ari ni TUHAN ima barita na dihabiari (berita ancaman) tu panggomgomion ni Rom uju pamarentaon ni Kaisar Titus Flavius Caesar Domitianus Augustus (Kaesar Titus Flavius Domitianus/ Kaesar Domitianus) (taon 81 – 96 Masehi), ima kaesar na mandok dirina tuhan jala debata ni sude angka bangso na ginonggomanna. Molo sian segi politik dohot ekonomi uju ginomgoman Kaesar Domitianus on mansai maju do harajaon Rom, jala mansai sihabiaran ni angka harajaon humaliangna do harajao ni Rom. Laos ido lam mambahen ginjang roha ni kaesar i jala lam marsilomolomo laho manggosagosa halak Kristen na so olo marsomba tu ibana.di segi parugamoon di bahen do patik asa sude jolma na ginomgomanna ingkon marsomba tu ibana songon panombaonnasida di debata,  jala sude jolma na adong di luat ginonggomanna ingkon mardebatahon jala martuhanhon kaesar i. Alai halak Kristen godang do na so olo unduk di patik ni kaesar i, ido umbahen mansai sogo do rohana mida halak Kristen angka na satia i ala so olo marsomba tu ibana , gabe sai dilele jala sai disusai do ngolu ni angka halak Kristen sahat tung ingkon hamagoan hosa.
            Adong do na mansai ringkot na naeng dipasahat di bungku pangungkapon on, ima:
  1. Gok hasusaan dohot gok hajahaton do portibi on, jala angka jolma pe gok do hajahaton di bagasan rohana. Hinrhon ni hajahaton i gabe mambahen marsingkor manang na ingkon marsitaonon na dokdok do halak Kristen tarlumobi halak Kristen na satia sahat tu hamatean ni hosa.
  2. Jesus ima Tuhan, jala Ibana sandiri do na pasaehon jala pataluhon sude angka parhuaso jala angka jolma di sude angka gogo dohot huaso, Ibana sandiri do sude na pataluhon sude angka kaesar nang panggomgom na mangalo Jahowa Debata marhite na mambahen susa angka halak Kristen na satia i.
  3. Ndang marisuang hasatiaon ni angka na porsea jala na satia i. Jaloonnasida do tumpal hamonangaon manang tumpal hasatiaonnasida na binasabahon Jahowa, Debata tu nasida. Molo pe halak Krsiten na satia i ingkon manaon di pardagingon jala mate di pardagingon alai molo di ari na balga i, ari ni TUHAN marolopolop do nasida ai masuhannasida nama hangoluan saleleng ni lelengna na so boi lehonon ni portibi on.

Turpuk jamita on sada sian parnidaan manang pangungkapon na masa tu si Johannes taringot Jesus Kristus, ima na gabe Anak Birubiru ni Debata. Hata Anak Birubiru ni Debata ima sada pandohoan di bagian liturgi ni haKristenon na parjolo i. Boasa gabe Anak Birubiru? Di Johannes 1: 29, adong do panghatindanghon si Johannes pandidi (ndada si Johannes Apostel) na mandok: on do Birubiru ni Debata na mamorsan dosa ni portibi on”. Aha do na boi idaonta sian birubiru na mambahen gabe dipatudos Jesus Kristus tu Anak ni Birubiru ni Debata. Birubiru jotjot do i dipangke halak Jahudi gabe pelean na ummarga na pinasahat tu Jahowa di bagas joro. Mangalapati birubiru di parugamoon ni Jahudi ndang tarsirang i sian ibadah manang hadaulaton marhite pelean ni bangso i di bagas joro. Birubiru jotjot do dipangke gabe pelean pardamean manang pelean hasesaan ni dosa na pinasahat na patandahon naung mardame hita dohot Jahowa jala nunga sesa dosa i. Tolap do holan birubiru i gabe sada kepastian hasesaan ni dosa? Molo godang dipasahat birubiru na mokmok i gabe pelean, boi do i dohonon naung godang dosana disesa? Molo itajaha Jesaya 1: 11 dohot di Amos 5: 21 – 22, idaonta ma tung na so boi do otomatis godang ni pelean birubiru i gabe godang sesa dosa i manang mardame tu Debata. Antong aha nama pelehononhon na boi gabe pelean ni pardamean dohot hasesaan ni dosa? Dipatuduhon Debata do asi ni rohaNa i marhitehite Jesus Kristus, Ibana ma gabe Anak Birubiru ni Debata na talup padamehon jolma i tu Debata jala pasesahon dosa ni jolma i. Anak Birubiru, ima sada hataridaan na so mardosa alai ingkon manaon manang gabe pelean hinorhon ni dosa. Tung na so adong do haruar sian pamanganNa hata bura tu na manganlisingi dohot na mamastap Ibana, dipelehon do diriNa gabe pelean pardamean tu Debata Ama i. Gombaran Anak ni Birubiru ni Debata didasarhon do i sian Jesaya 53: 7, ima taringot Naposo ni Jahowa (hamba TUHAN), na paboahon na serep jala na unduk do Ibana manaon angka pambahenan ni jolma i tu Ibana humonghop hita pardosa asa malua jolma i sian dosa jala boi mardame dohot Debata, Ama i, Mual ni hangoluan na so ra suda.
Di ayat 11 turpuk jamita on mamereng ma si Johannes ma marhite pangungakapon na masa tu ibana laos dibege ma songon soara ni torop surusuruan humaliang, nang soara ni angka parngolu i dohot angka sintua i, jala marloksaloksa jala marriburibu toropna. Alai molo itaida andorang so ayat 11 turpuk jamita on ima di ayat 1 – 10, boi do idaonta ianggo na masa na niida si Johannes ima sada ulaon parolopolopon ni angka na daulat jala na satia, jala adong ulaon peribadahan di inganan i. Marolopolop jala mariaria angka na niidana i di sada inganan na mansai sangap jala na marmulia, inganan na so pinauli ni tangan manang pingkiran ni jolma; inganan ni angka na porsea jala na satia di ujungna. Marolopolop do natorop i huhut marsomba di jolo ni Anak ni Birubiru ni Debata, ima Jesus Kristus. Di tanganNa ma bungku pustaha na marsahap i, laos unduk be angka natorop i huhut marsomba laos mangendehon ende hamuliaon ni pardisurgo (doxologi) mangendehon angka asi ni roha ni Debata marhitehite Jesus, Anak Birubiru ni Debata.
Laos di bege si Johannes ma muse ende hamuliaon ni pardisurgo dohot angka natorop i mangendehon hamuliaon ni Anak ni Birubiru ni Debata (ay. 12 - 13). “Na tama” na mandok holan Ibana do na tama jala ndang adong na boi na ditano on nang angka pardisurgo na boi patupahon songon naung dibahen Ama i marhite Jesus Kristus. Ndang adong be na pantas asing ni Ibana, Anak ni Debata i. Nang pe so dihatahon ende hamuliaon on ndang na moru sangap jala hamuliaon ni Ama i dohot Anak i, alai ganup jolma naung dipalua jala naung ditobus ingkon mangendehon ende hamuliaon on na patuduhon las ni roha jala panghatindanghon angka pambahenan ni Jahowa na so hasuhatan jala na so tarhatahon.  Hamoraon, hagogoon, dohot hapistaran nang sahala dohot hamuliaon dohot hasangapon nang pujipujian paboahon hasisingkop ni Jesus Kristus i di hamuliaonNa i, tung na so adong be na hurang. Jala sude angka hagogoon dohot hasangapon na diportibi on adong do i di toru pat ni Anak ni Birubiru i, na paboahon tung na so tolap do portibi on mambahen dos huasona dohot gogona mardapohon Jesus Kristus i. Laos di ayat 14 disimpuli do di bindu 5 on hata “Amen”, na paboahon “sai tibu ma ro” sai ro ma” jala “toho do hasahatanna i sudena” laos manungkap ma huhut marsomba di adopan na Sun Badia i.

Hahonaan ni Turpuk
            Aut husungkun, naung itaparhatopot do di ngoluta on angka naung pinalua manang halak dipadame do hita tu Ama i marhtie Jesus Kristus? Torop dope halak Kristen ganggu dope dirina naung tutu do ibana naung mardame dohot Ama i jala parsidohot do ibana di hasesaan ni dosa naung pinatupa Ama i marhite Jesus Kristus. Ganup jolma naung marhatopot dosana jala mangido asi ni roha tu Ama i marhitehite Anak Birubiru ni Debata, parsidohot do ibana di hasesaan dosa dohot di haluaon i. Alai unang ma di bagasan neang ni roha manjalo basabasa asi ni roha ni Ama i. Lam taruli hita asi ni roha, lam martambatamba ma las ni rohanta jala lam unduk ma hita marsomba tu Ibana na Badia i.
            Antong itaendehon ma asi ni roha ni Jahowa angka naung sahat tu hita, nang pe ingkon itabolus ragam haporsuhon dohot hasusaan ni ngolu on. Marhite asi ni roha i, ido na paposhon jala margogoihon hita di hasatiaon di bagasan haporseaon na pita dohot na polin tu Ibana. Itaingot ma tung na so jadi marisuang haberniton dohot sitaonon ni angka na porsea huhut na satia i, ai parsidohot do hita di punguan na marloksaloksa i mangolophon hamuliaon angka pambahenen ni Ama i marhite Jesus Kristus. Songon hataridaan ni halak na mangolophon asi ni roha ni Jahowa i dingolunta, itaeahi jala itapaune ma sude angka parangenta di ngolunta on. Gabe marparange na marsomba hita di Jahowa marhitehite rade hita manangihon hataNa jala mangulahon hataNa i di ngolunta na gok hasusaaon on. Marsangap ma Ama i marhite Jesus Kristus, Anak Birubiru ni Debata na manesa dosa ni portibi on. Amen.


Usulan ni Ende Huria

  1. 9: 1 – 3
  2. 425: 1 – 2
  3. 169: 1 + 3
  4. 213: 1 + 3
  5. 467: 1......
  6. 223: 1 + 3
  7. 227: 1.....

Jumat, 01 April 2016

Bahan Khotbah Minggu Quasimodogeniti, 03 April 2016

BAHAN KHOTAB
MINGGU QUASIMODOGENITI
Minggu, 03 April 2016
Ev.: Mazmur 150: 1 – 6; Ep.: Yohanes 20: 19 – 31; S. Patik: Kolose 3: 16
oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane

BIARLAH SETIAP YANG BERNAFAS MEMUJI TUHAN

Pendahuluan
            Siapakah yang selalu anda puji? Seorang laki – laki memuji kecantikan pasangannya, seorang guru memuji muridnya karena kepandaian muridnya itu, seorang atasan memuji bawahannya karena keuletan bawahannya, serta bawahan memuji atasannya karena ketegasan dan kepandaian atasannya dalam memimpin. Banyak lagi kata – kata pujian yang kita telah kita dengar termasuk pujian terhadap diri kita oleh orang – orang sekitar ataupun kita memuji orang lain. Tentu karena ada sesuatu kelebihan yang dimiliki seseorang yang mendatangkan pujian dari orang sekitar. Dengan pujian tersebut ada pengakuan terhadap kelebihan yang dimiliki. Pasti banyak orang yang akan kecewa atau memiliki perasaaan tidak senang apabila ada orang yang tidak mau mengakui kelebihan yang dimiliki, tanpa kita sadari dengan pengakuan itu kita sudah menginginkan suatu pujian terhadap diri kita sendiri.
            Motivasi dalam hal memuji pun ada berbagai macam, ada motivasi seseorang memuji temannya, karena ia mengharapkan sesuatu dari pujiannya itu, sehingga ia kehilangan kepribadiannya karena hanya sibuk untuk memuji yang ia kagumi itu. Ada memuji dengan motivasi untuk posisi empuk atau aman, ketika posisi itu tidak ada, ia justru menjatuhkan seseorang yang sebelumnya ia puji. Bagaimana posisi pujian terhadap diri kita atau terhadap manusia diperhadapkan pujian terhadap TUHAN Allah? Semakin sering kita mengharapkan pujian datang kepada kita dengan kelebihan yang kita miliki, maka secara perlahan kita membuat diri kita ingin setara dengan TUHAN, Pencipta yang MahaKuasa, Allah dari segala makhluk dan segala allah di dunia ini. Seorang pemazmur melalui nas khotbah ini menyuarakan seruan untuk memuji TUHAN. Dalam penjelasan nas saya akan memaparkan seruan si pemazmur dalam perikop ini.

Penjelasan Nas
            Mazmur 150 ini merupakan bagian akhir atau penutup dari seluruh kita Mazmur. Dalam kitab Mazmur 150 tampak bagaimana sukacitanya sang pemazmur dalam seruannya ini. Tidak ada yang tahu secara pasti siapakah si Pemazmur ini, namun apabila kita melihat struktur isi dari kitab Mazmur 150 tampak jelas bahwa nyanyian atau seruan Mazmur 150 merupakan bagian yang dipakai dalam liturgi ibadah Israel ketika bangsa itu arak-arakan untuk memasuki bait suci Yerusalem. Kita dapat melihat juga dalam nyanyian Mazmur lainnya yang isinya merupakan seruan untuk memuji TUHAN, Allah Israel (Maz. 81; Maz. 103; Maz. 148). Sudah menjadi suatu ajaran dalam Ibadah umat Israel pada masanya bahwa ketika bangsa itu akan memasuki masa – masa ibadah (devotion) maka bangsa itu terlebih dahulu bersurak-surak dan bersukacita dalam memuji dan memuliakan TUHAN, Allah. Ketika ibadah (devotion) dilaksanakan, maka umat Israel dengan khusuk dan tentram mendengarkan ajaran Firman TUHAN, yang disampaikan oleh imam, dan mereka akan meyuarakan kembali pemujian dalam suasana khusuk, sehingga ketika ibadah dilaksanakan semuanya berjalan dalam suasana tentram dan khusuk dalam memuliakan Allah.
            Pada ayat 1 kitab perikop ini merupakan seruan untuk memuji TUHAN Allah dalam tempat kudus dan dalam cakrawalaNya yang kuat. Kata Haleluya merupakan kata Ibrani yang memiliki “Pujilah YHWH (TUHAN)”. TUHAN, Allah Pencipta dari segala sesatu yang tidak ada menjadi sesuatu yang ada dan indah; TUHAN, Allah yang kuasaNya yang tidak ada dapat disamakan dengan segala kuasa yang ada di dunia dan di segala tempat dan di segala waktu. Memuji TUHAN di dalam Tempat Kudus dan Cakrawala-Nya yang merupakan tempat Maha Kudus Allah, atau tempat berdiamNya Allah. Dalam kemah suci dan Bait Suci orang Israel selalu memberikan suatu ruangan tempat Yang Maha Kudus, sebagai tempat di mana Allah tinggal, dan akan berbicara dengan umat Israel melalui para imam, dan tidak ada seorang pun yang dapat memasuki ruangan ini kecuali para imam atau yang ditugaskan pada tempat itu. Itu berarti, tampak bahwa seruan ini merupakan seruan untuk memuji Allah di tempat Kudus-Nya yaitu di bait Suci, Yerusalem. Ditambah lagi bait Suci Yerusalem bagi umat Israel merupakan suatu tempat pertemuan manusia (yang dibumi) dengan TUHAN yang bersemayam dalam Sorga, tempat yang Maha Kudus, yang tidak diciptakan oleh tangan, tenaga atau pikiran manusia.
            Mengapakah kita memuji TUHAN? apakah dengan tidak memuji TUHAN, maka TUHAN akan kehilangan kemuliaan kuasa dan kemuliaan namaNya atau TUHAN haus akan pujian? Sama sekali tidak. Tetapi kita melihat ay. 2 kita  diajak memuji TUHAN karena TUHAN layak untuk dipuji. Pujian manusia terhadap manusia adalah pujian kefanaan dan tidak kekal, akan tetapi pujian kepada Allah adalah pujian kekekalan karena Allah sendiri adalah kekal. Memuji TUHAN, karena keperkasaanNya dan kebesarannya yang hebat. Apabila kita melihat dalam pengakuan iman sang pemazmur dalam Mazmur 82, dimana TUHAN, Allah Israel yang mengatasi segala allah atau ilah yang diperallahkan atau yang diperilahkan oleh dunia dalam kepentingan hidupnya. Allah berkuasa atas segala allah yang disembah oleh dunia ini, dan tidak ada satu allah di dunia ini yang dapat menyamakan kuasa atau kebesarannya dengan TUHAN, Allah Israel. Mazmur 104, adanya pengakuan iman bagaimana Allah dengan kuasa dan kebesarannya dalam menciptakan dunia ini dan banyak mazmur lainnya yang mengakui dan memuji kuasa atau pun kebesaran TUHAN, Allah Israel. Memuji manusia dengan kelebihannya memiliki batas, ketika orang lain dapat menyamai kelebihannya atau pun melebih kelebihannya, maka pujian itu tidak lagi miliknya. Akan tetapi, Allah dengan kuasa dan kebesaranNya yang tidak dapat disamakan dengan kuasa atau kebesaran allah dunia ini.
            Pada ayat 3 – 5 jelas disuarakan atau diserukan memuji TUHAN dengan berbagai alat musik dan berbagai tarian. Pemakaian alat musik dan tarian dalam memuji TUHAN tidak lah menjadi suatu masalah jika dalam pemakaian itu tepat guna. Tidak menjadi patokan harus alat musik yang bagaimana atau jenis tarian yang mana dipakai dalam memuji TUHAN, tetapi yang terpenting adalah pemakaian alat musik dan tarian itu haruslah dalam suasana atau situasi hormat atau sopan dalam memuji TUHAN. semua alat musik yang disebutkan dalam ayat 3 – 5 pada perikop inii merupakan alat musik yang sering dipakaikan untuk menyambut yang dihormati atau seorang raja dalam pakaian kerajaannya yang menujukkan kemuliaan dan kehormatan kerajaannya, sehingga setiap orang yang ada dalam kerajaannya menyembah dan mematuhi perintah raja. Demikianlah halnya umat Israel dalam memuji TUHAN, Allah. Tidak cukup dengan ucapan dalam pemujian tetapi harus juga terdapat hati yang penuh sembah dan mematuhi apa yang TUHAN firmankan kepada umat-Nya.
            Hendaklah semua yang bernafas memuji TUHAN (ay. 6). Ungkapan ini menyatakan tidak hanya manusia saja yang memuji atau mengakui kebesaran atau kuasa TUHAN yang tidak terbatas. Segala yang bernafas, segala makhluk yang bertumbuh, makhluk yang bergerak, makhluk yang hidup memuji TUHAN. Pada ayat ini merupakan ungkapan akan keutuhan ciptaan yang memuji dan mengakui akan kuasa dan kebesaran TUHAN, Semesta Alam dan segala isinya. Manusia yang merupakan bagian dari ciptaan Allah bersama dengan bunga-bunga, pepohonan, binatang dan seluruh makhluk memuji TUHAN dalam kuasa dan kebesaran TUHAN. segala makhluk juga mencakup kepada seluruh bangsa-bangsa, semua manusia (manusia kaum marjinal maupun manusia kelas satu atau orang bangsawan) ikut juga dalam memuji TUHAN. Tidak ada lagi batasan tuan atau hamba, miskin atau kaya, yahudi atau yunani, laki – laki atau perempuan, anak-anak atau pun orang tua, semuanya berseru “Halleluya” Pujilah TUHAN.

Implikasi Nas
            Masih banyak halangan – halangan yang terjadi terhadap umat Kristen dalam memuji TUHAN, Allah. Banyak gereja diancam atau bahkan dihancurkan oleh karena seruan memuji TUHAN, Allah. Akan tetapi sangat perlu umat Kristen atau pemimpin ibadah Kristen intropeksi diri terhadap cara pemujian kepada TUHAN. dalam ibadah umat Israel, ada saatnya bangsa atau umat itu bersorak-sorak mememuji TUHAN sebelum ibadah dilaksankan, artinya sorak-sorak umat itu merupakan suatu pengantar dan sukacita akan datangnya sosok yang Kudus dan yang patut disembah dan didengarkan PerintahNya dan dilakukan, dalam hal ini TUHAN, Allah. Dan setelah Ibadah (devotion) umat itu tidak ada lagi yang bersorak-sorak, atau ribut. Seluruh umat akan khusuk dan tentram mendengarkan Allah berfirman melalui para imam, dan umat berdoa memohon berkat yang dipimpin oleh imam. Selama devotion terjadi, umat akan tentram dan penuh khusuk bertemu dan bersekutu dengan TUHAN.
            Dalam hal pemakaian alat musik, seluruh alat musik dan tarian bisa dipakai sejauh semuanya itu dialamatkan untuk pemujian kepada TUHAN, Allah dan dilaksanakan dalam sikap hormat atau sopan, tidak asal. Dengan pemakaian alat musik maupun dengan tarian kiranya dapat semakin mendekatkan atau semakin memperkenalkan kuasa dan kebesaran Allah dan dengan itu kita menjadi sujud di hapan Allah di tempatNya yang Kudus, dalam hal sekarang adalah gereja. Di tanah batak, dikenal dengan alat musik tradisional ogung sabangunan dalam berbagai tortor, semuanya itu dapat dipakai dalam pelaksanaan Ibadah, sejauh itu dipakai hanya untuk penyembahan kepada TUHAN, Allah kita. Tidak lagi terperangkap dengan paham barat yang hanya memakai alat musik barat (organ, terompet, drum atau alat musik barat lainnya). Pujilah TUHAN dengan budaya batak, pujilah TUHAN dengan budaya melayu, dalam berbagai budaya, etnis, bahasa, dan berbagai status kehidupan, pujjilah TUHAN, karena TUHAN layak dan patut untuk dipuji dan disembah.  
            Sekarang akhir dari implikasi Nas ini, apakah yang menjadi motivasi kita memuji TUHAN? sebagai umat yang telah diselamatkan dan yang telah ditebus oleh TUHAN, Allah melalui PutraNya Yesus Kristus, sudah selayaknya untuk memuji TUHAN. Memuji TUHAN dengan kuasa dan kebesaranNya penuh dengan keajaiban. Sungguh berbahagialah orang yang selalu memuji TUHAN dalam hidupnya, karena dalam pujian itu, ia mandapatkan harapan dan pengakuan akan kuasa Allah yang tidak terbatas dan yang kekal, dan dengan itu ia menjadi kuat menjalani hidup dalam kekuatan dan kuasa Allah yang kekal itu.

Nyanyian Kidung Jemaat

  1. 03: 1 + 3 – 4
  2. 33: 1 – 2
  3. 388: 1 + 3
  4. 457: 2 + 4
  5. 341: 1.......
  6. 367: 3 + 5
  7. 392: 1.....

Sabtu, 19 Maret 2016

BAHAN JAMITA MINGGU PALMARUM, 20 MARET 2016; LUKAS 19: 28 - 40

BAHAN JAMITA
MINGGU PALMARUM
Minggu, 20 Maret 2016
Ev.: Lukas 19: 28 – 40; Ep.: Jesaya 50: 4 – 9a; S.Patik: Parjamita 5: 1

oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.

MAROLOPOLOP JALA MARLAS NI ROHA MA HAMU MANJANGHON RAJA I!
Patujolo
            Molo ro sada na naeng uluan di sada luat pintor marsuraksurak pasangaphon ibana. Angka hata las ni roha do dihatahon angka na marlomo ni roha i alai tu angka na so lomo roha sai dibahen do ragam sibahenon laho pasohon suraksurak ni jolma i. Diparade angka na marholong roha i ma sipatupahon laho manjanghon na naeng uluan i. Songon i do na masa di turpuk jamita minggu on. Marsuraksurak angka halak pangisi ni Jerusalem di na manomunomu manang manjanghon Jesus bongot tu Jerusalem. Marsuraksurak do nasida mamuji Debata di na manjanghon Jesus, sahalak na naeng dipabangkit ni bangso i gabe uluan manang Raja; Raja na boi paluahon bangso i siang panggomgomion ni harajaon ni Rom; Raja naung dibagabagahon angka panurirang ni bangso i; Raja siboan dame. Sude panagamon ni bangso i di Jesus holan na ringkot di ngolu portibi on do saluhutna. Alai lobi sian i do na pinatupa ni Jesus tu nasida nang tu halak na porsea.

Hatorangan ni Turpuk
            Turpuk jamita minggu on ima sada pardalanan ni Jesus andorang so sahat tingki habernithonna di hau pinarsilang i. Dung sidung Jesus mangajari di bagas ni si Sakeus ima di huta Jeriko, hehe ma Ibana laho nangkok tu Jerusalem. Molo sian Jeriko tu Jerusalem ingkon boluson ni Jesus do dohot angka siseanNa ima huta Betpage dohot huta Betania. Dung sahat Jesus tu dolok Jetun disuru ma 2 sian angka siseanNa i laho mambuat sada anak ni halode (ay. 28 – 29). Ndang pola dipaboa ise do 2 sisean na disuru Jesus, nang songon i di barita ni si Mateus 21: 1 – 9; Markus 11: 1 – 10; dohot Johannes 12: 12 – 16. Ndang pola hita fokus ise do sidua halak i, alai na ringkot aha do na suruan ni Jesus tu nasida i?
            Disuru Jesus do laho mambuat anak ni halode na so dung dihunduli halak (keledai muda yang belum pernah ditunggangi orang). Halode ima sada alat transportasi na pinangke ni halak Jahudi songon singkat ni hoda. Halode ima sada hataridaan pardamean na jotjot dipangke angka malim jala angka raja. Marasing do sian hoda na jotjot dipangke halak harajaon na gogo na paboahon hagogoon di haparporangan di harajaon i. Dipangke Jesus  halode paboahon ndang na paboahon porang Jesus tu halak Jahudi tarlumobi harajaon ni Rom uju i, alai paboahon dame. Marhite Jesus naek jala hundul di atas ni halode paboahon, Ibana ma tutu Raja ni hadameon, Raja na mamboan dame, tarlumobi Ibana ma na tutu padamehon hita jolma na lea tu Jahowa, Ama na sangap jala na marmulia i. Dibahen Jesus pe hadameon ndada marhitehite porang, alai lambok dohot haserepon do dipataridahon Ibana laho patupahon dame i. Dipangke Jesus pe anak ni halode na so dung dihunduli halak marlapatan Ibana do jala holan Ibana do na boi patupahon dame dohot haimbaruon tu ngolu ni angka na joujou tu Ibana mangido dame dohot haluaon na sasintongna. Jala tung na so adong halak na boi uju i nang songon i di ari marsogot na boi patupahon songon na binahen ni Jesus i.
            Disuuru Jesus do siseanNa na dua i laho marhari anak ni halode i. Ndang na marsuru manangko Jesus tu siseanNa i, alai pola do dibohali Jesus angka siseanNa i aha do hata na patut sihatahonnasida i tu nampuna anak halode i molo tung disungkun nampuna anak halode i. Alus na ingkon pasahathon ni sisean na dua i ima “ringkot do i di Tuhan i”.  Ringkot do anak ni halode di nampuna anak halode i, alai ala dung diboto ibana na ringkot do di Jesus ingkon pangkeon anak ni halode i dilehon ma i. Nunga pola sar barita taringot Jesus dohot huaso nang tanda halongangan dohot pangajarionNa tu saluhut luat Jerusalem, jala pasti do naung sahat barita taringot Jesus tu nampuna anak ni halode on Sian on botoonta mansai tangkas do ditanda nampuna anak halode i ise do Tuhan na didok angka sisean i, ima Jesus. Dungi borhat ma sisean na dua i laos jumpang ma songon naung nidok ni Jesus i (ay.31- 34). Laos diboan ma tu Jesus, dipeakhon ma ulos ni angka sisean i tu atas ni halode i jala dipahundul ma Jesus tu ginjangna (ay. 35). Jumpang ma songon naung disuriranghon panurirang Zakharia taringot haroro ni Sipalua, ima Raja dame (Zakaria 9: 9). Sude na binahen ni angka sisean i ima songon pambahenan tu angka Raja. Ala dipangantusion ni angka sisean nang angka na torop Jesus nama Raja, Raja na naeng pajongjonghon harajaonNa di portibi on songon harajaon ni Rom nang songon harajaon ni si Daud na jolo i. Panandaion nasida nang pambahenannasida tu Jesus holan na di portibi on do saluhutna. Ndang apala tangkas jala andap panandaionnasida harajaon na naeng dipajongjong Jesus i.
            Torop do halak namanjanghon haroroNa i, marsuraksurak jala marolopolop torop jolma i nang mamuji Jahowa, Debata. Dipahembang be do angka ulosnasida songon manjanghon angka na sangap nang angka Raja. Marsoara na gogo ma angka na torop i siala angkanaung niida angka na torop i sude angka pambahenan naung dibahen Jesus. Marende ma nasida songon ende ni parolopolopon ni parpsalmen songon hataridaan bangso ni Jahowa, Debata (Psalmen 118: 26) nang songon ende ni surusuruan uju na tubu Jesus di bara ni pinahan, di huta Betlehem (Luk. 2: 14). Sude hata ende na diendehon natorop ima ende parolopolopon dohot ende hamuliaon di Jahowa, Debata. Pinasupasu ma Raja na ro marhitehite goar ni TUHAN (goar ni Jahowa). Raja na ro sian Jahowa, Debata na manongtong di hasangapon, gogo nang manongtong di hadironNa. Raja na mamboan hatigoran dohot hasintongan ni uhum, jala na mamboan dame dohot pos ni roha tu halak na ginomgomanna. Hata “dame do di surgo, hasangpon di ginjang” na mandok na hurangan dame na di surgo alai hata ni ende olopolop on ima pamujion tu Jahowa, Debata na mian di Surgo, jala sian Jahowa do haroroan ni Dame tu portibi on dohot haluaon. Ende hamualiateon di dame na binuan ni Raja i sian harajaon na sun timbul i.
            Alai halak parise deba sian na torop mandok tu Jesus “orai ma antong angka siseanMi, Guru”. Adong do na ringkot sijagaon ni halak parise on asing ni sogo ni roha ni angka parise tu Jesus. Mabiar do angka parise molo olopolop ni angka natorop i sahat ma tarbege barita tu pamarenta harajaon ni Rom gabe lam susah ma dibahen parngoluan ni halak Jahudi. Tarlumobi angka lumbalumba taringot haroroan ni sahalak Raja sian Pinompar ni si Daud songon naung disuriranghon angka panurirang. Molo ditaringoti taringot Raja sian pinompar ni si Daud ancaman do i tu angka harajaon ni saluhut bangso tarlumobi harajaon ni Rom. Dohot do angka raja dohot na sangap ndang manghalomohon haroro ni Raja sian Pinompar ni si Daud ala dirimpu do naeng manggantihon harajaon dohot hasangapon di portibi on (ay. 39).           Songon i do na masa di tingki saonari, torop do angka jolma mangorai halak Kristen nang halak na porsea mangendehon olopolop pamujion. Torop do Huria disegai, ditutup, nang diorai patubegehon ende pujipujian. Torop dope halak Kristen nang halak na porsea sipsip marende dohot martangiang asa unang disusai angka halak na mansogohon Jesus Kristus. Sai hasintongan ni ugamona i do dibahen dasor tu ugamo ni halak.
            Alai dialusi Jesus ma, “Aut mauhom nasida, joujou ma angka batu”. Alus ni Jesus on paboahon na tingkos jala na patut do sude angka na nihatahon angka sisean nang songon i na torop i. Molo pe ingkon hohom nasida, alai molo batu sai dihatahon do songon na nihatahon ni angka natorop i. Marhite angka ende dohot joujou ni natorop i nang angka sisean i andap ma dipaboahon na tutu do Jesus Raja songon naung dipaimaima bangso i. Molo pe angka na porsea i hohom manang sip na manghatindanghon Jesus i do Sipalua na tutu angka batu ingkon do mansoarahon i. Molo idaonta di tingki sude parsitaonon ni Jesus sian na ditangkup sahat di na laho mate, manghohom do sude angka sisean, nang angka natorop i pe manghohom mamuji Jahowa nang manghatindanghon na tutu do Jesus i Anak ni Debata dohot na tutu do Jesus Mesias. Alai molo batu dohot na di tano on dohot do manghatindanghon Jesus i na tutu do Anak ni Debata marhite na humuntal tano i, jala marigat ma dohot angka batu mamak na masa uju hamamte ni Jesus (Mateus 27: 51).

Hahonaan ni Turpuk
            Nang hita angka na porsea di tingki sadari on. Di minggu Palmarum sadari on sai las ma rohanta di na manjanghon Jesus, na serep roha i jala Siboan dame. Itajanghon ma Jesus di roha, di keluarga, nang di pingkiranta asa disuan di rohanta, di pingkiranta nang di ngolu ni keluarganta be dame na sintong, jala dame na tutu i. Sai unang be mian na marsihosoman manang na marningot angka hasalahon nang hahurangan ni angka donganta ala hita pe ndang diingot Jahowa angka hasalahanta marhite panobusionNa di bagasan Jesus Kristus. Sai unang ma muse marpandokhan “mardomu di tano na rara”, alai mardomu ma di bagasan Debata. Jahowa, Debata na sangap jala na marmulia i olo mardomu tu hita na lea jala na ramun on hinorhon ni dosa dohot pangalaosionta di hataNa. Boasa ma hita ndang boi mardomu roha tu pingkiranta? Hita na marhahamaranggi? Hita na marhulahula marboru? Hita na maraleale? Hinorhon ni haginjangon ni roha do umbahen maol jumpang dame dohot pardomuan di saluhutna. Molo na tutu do hita naung mardomu jala mardame dohot Jahowa marhite Jesus Kristus, otomatis do i ingkon rade hita mardame dohot mardomu roha dohot pingkiran, ama dohot ina, na marnatoras tu ianakhonna, na marhahaanggi, marhulahula marboru, maraleale nang tu sude jolma dohot na tinompa. Dame dohot pardomuan na binuan ni Jesus ima haimbaruon tu hangoluan. Itajouhon jala itaolophon ma Jesus Raja Dame i mian di roha, pingkiran, di keluarga, nang di parsahutaon dohot diparalealeon.
            Molo naung mardame jala mardomu boi ma hita marsoarahon na gogo ende dohot olopolop na manghantindahon Jesus i do Hangoluan dohot haluaon. Unang ma so manang hohom hita manghantindanghon i saluhutna molo pe ro sibolis i laho manghohom pamanganta laho mamuji dohot mangolophon Debata. Ndang na hurangan Debata nang Jesus Kristus di angka pujian, alai ganup naung pinalua ingkon do mamuji Ibana di ngoluna. Sipata ro do sibolis marhite sada ugamo, angka punguan, nang angka na masa laho pasohon jolma i mamuji Debata. Huria na dibangkar, halak Kristen na dilele sahat tu hamatean ni daging, nang ragam na binahen ni sibolis sai unang ma mansohot hita majouhon Jesus i Sipalua ni ngolunta be. Molo pe manghohom sude angka jolma mangolophon Debata, portibi on pe boi do mangolophon dohot mamuji Jahowa. Pangolophon dohot pamujion tu Jahowa parrohon haluaon tu jolma i. Antong lam itagogohon ma pasangaphon Ibana na sun badia i. Amen.
Angka Ende:
  1. 15: 1 = 3
  2. 171: 1 – 2
  3. 435: 1 – 2  
  4. 758: 1 + 3
  5. 774: 1.....
  6. 363: 13 – 14
  7. 435: 1.....


Sabtu, 12 Maret 2016

BAHAN JAMITA/ KHOTBAH MINGGU JUDIKA, 13 MARET 2016: JESAYA 43: 16 - 21

BAHAN JAMITA
MINGGU JUDIKA
Minggu, 13 Maret 2016
Ev.: Jesaya 43: 16 – 21; Ep.: Johannes 12: 1 – 8; S. Patik: Heber 12: 12 – 13
Oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.


BARITAHON MA HABALGAON NI PAMBAHENAN NI JAHOWA!

Patujolo
            Molo nunga jumpang sada partingkian mamilit uluan di sada daerah manang sada luat torop do angka bagabaga haimbaruon na dibagabagahon asa tertarik jolma laho mamillit ibana. Alai dung tarpilit jala monang ibana, tutu do haimbaruon diboan alai haimbaruon na lam tu roana ndang tu na dengganna. Kecewa ma tubu, laos halak na mamillit i do muse na naeng mandabuhon sian posisina i. Ndang holan na naeng uluan sisongon i, torop do angka jolma manang sada punguan na mansoarahon haimbaruhon dohot haluaon alai holan mambuat goar manang mambuat simpatik ni jolma. Aha do hadomuanna tu turpuk jamita on? Tangkas ma itapaihutihut hatorangan ni turpuk jamita on.

Hatorangan ni Turpuk
            Nunga malengse be bagas joro na di Sion, ima inganan parsombaan ni halak Israel tu Jahowa. Nunga malengse be Jerusalem, huta na gok dame muba gabe huta na gok andungandung. Torop do halak Israel gabe tarbuang tu Babel, nang songon i tu Misir. Adong muse pangantusion naung somal molo marporang sada bangso maralohon sada bangso dohot do debatanai marporang, laos marudut muse molo talu do sada bangso maradophon bangso na monang marlapatan ma i dohot do talu debata na bangso na talu i maradophon debata ni bangso na monang i. Molo diparadophon tu na masa di bangso Israel naung talu maradophon bangso Babel, marlapatan ma i talu do ianggo Debata ni Israel maradophon debata ni Babel. Mangguhi be ma halak Israel hinorhon ni na hansit naung niae bangso i, ndang adong be panghirimon molo marnida na masa i (boi idaonta di Ende Andung si Jeremia; Psalmen 137). Didia do Jahowa, Debata ni halak Israel i? Na tutu do Jahowa talu maradophon Marduk ima debata ni Babel?
            Ro ma Panurirang ni Jahowa, Debata ni Israel mamboan sada barita manang bagabaga na mansai uli tu bangso Israel. Jala bagabaga on pabaoahon tung na so marlapatan hasomalaan nang pangantusion ni portibi on maradophon hadirian ni Jahowa, Debata ni Israel i. Laos dibungkuhon do sude bagabaga i saluhutna di buku Jesaya 40 – 55 na goaron bungku Jesaya na paduahon (Deutro Jesaya). Laos dibungku Jesaya na paduahon on paboahon ia Jahowa, Debata ni halak Israel ima Debata na mangolu jala manongtong, gok hagogoon na so hasuhatan manang hadodoan. Unduk  jala marsomba do sude angka debata ni angka bangso di toru pat ni Jahowa, jala Jahowa mangatasi sude debata di portibi on (Psalmen 97: 7).
            Di turpuk jamita on ima sada tingting manang barita taringot angka pambahenan ni Jahowa di na laho paluahon bangso Israel i sian sitaonon ni bangso i, jala paulihon muse ngolu ni bangso i. Di ayat 15 tangkas do dipaboahon “Ahu do Jahowa, na badiamuna i, sitompa Israel, Rajamuna i”, ima sada pandohan hatongtongan manang hagogoon ni Jahowa na so boi ditaluhon Marduk, ima debata ni Babel i. Jahowa do pargogo na so hatudosan, jala guru tu Ibana do saluhut angka na adong. Jahowa, Debata na so boi dipatudos tu angka debata na asing. Debata na paluahon bangso Israel sian Misir ndang alani haulion manang rupa ni bangso i, alai holan ala guru tu Jahowa sambing do. Jahowa do Raja, na manggomgomi jala mangondihon bangso i jala Ama na manongtong di bangso i. Gok hasatiaonNa dohot angka tanda halongangan jadijadian ni tanganNa. Marmulia jala marsangap ma Ibana saleleng ni lelengna.
            Di ayat 16 – 17 dipaingot muse bangso i di angka naung binahen ni Jahowa maradophon angka ompunasida uju dipaharuar Jahowa bangso i sian parhatobanon ni Misir. Mardalan do bangso i mamolus laut rara (2 Musa 14: 16 – 31) jala disiaphon do angka parangan ni Misir di na laho mangalele jala manangkup muse bangso i. Pidom do bangso i songon sombu naung mintop. Bangso Misir, ditanda do na jolo i bangso na bolon jala na margogo di parbinotoan di parporangan, hape satongkin do gogonasida i jala ndang marlapatan maradophon gogo ni Jahowa, Debata ni Israel. Malua do bangso Israel i mamolus rura hamatean taruli tu haluaon dohot hangoluan uju i. Sude angka na masa di angka ompu ni bangso Israel uju haruar sian Misir ima angka pambahenan ni Jahowa sandiri.  
            Antong unang be paingotingot hamu angka masa na jolo, jala unang be pingkiri hamu angka na robi (ay. 18). Adong na bisuk mandok: pengalaman adalah guru yang terbaik. Tutu do na didok na bisuk i, marhite angka na masa di ari na salpu boi ma idaonta didia do na humurang jala na ingkon dipauli asa tu partingkian sisaonari dohot di tingki na naeng ro. Alai jotjot do jolma i gabe tarpodom di angka na humurang di ari na salpu i jala maol laho hehe manguduti ngolu sisaonari dohot na naeng ro. Diboto do naung mardosa alai ndang olo ro tu Jahowa asa disesa dosana, gabe mago ma tohapna di hangoluan na sintong i. Molo pe diingot naung salpu i, denggan ma i alai ndang na gabe boi gabe dasor manang pondaasi tu hangoluan sisaonari tarlumobi di ngolu na naeng ro.
            Ayat 19 – 20, adong ma haimbaruon na naeng dipatupa Jahowa, Debata ni Isael sandiri do na patupahon haimbaru on. Gok olopolop dohot ganda las ni roha masa di inganan i. Ndang tarhapalang las ni roha na adong disi, gok haimbaruon jala gok hadengganon na masa disi. Tung na so jadi adong na hurangan di tingki i. Songon panogonoguon ni Jahowa di angka ompu ni bangso Israel haruar sian parhatobanon ni Misir songon i do nang na naeng bahenon ni Jahowa di Israel haruar sian sitaononnasida. Mamereng inganan Babel tu Kanaan (tano Israel) ingkon do mamolus halongonan (padang gurun) jala mamolus tano bangkalbangkal. Nang pe songon i pardalanan ni bangso i laho mulak mandapothon tano halungunhonnasida i sai donganon ni Jahowa do nasida, jala disarinhon nasa na ringkot di ngolunasida. Songon pangaramotion dohot panogunogoun ni Jahowa tu angka ompu ni bangso Israel, songon do muse pandonganionna nang panogunoguonNa tu bangso i dung malua sian tingki habuangon i. Marnida i saluhutna pasangaphon ni angka binatang di ladang nang angka gompul (serigala) dohot angka pidong unto ma Jahowa ala dilehon aek di halongonan, angka batang aek di tano bangkalbangkal, jala mangalehon minum bangsoKu na dipinillitNa i. Sude angka na tinompa marlas ni roha jala pasangaphon Jahowa, silehon hangoluan. Ndada holan Israel na gabe mandapot asiasi dohot pandonganion ni Jahowa, alai marhite Israel dibereng angka bangso sipelebegu ma i dohot angka binatang nang sude na tinompa mandapot asiasi dohot pandonganion ni Jahowa.  Sude angka na tinompa ni Jahowa marolopolop mandai jala mananda angka pambahenan ni Jahowa di ngoluna. Disi ma gok las ni roha jala ndang tarhapalangan angka las ni roha i. Di las ni roha i, marsiadu ma angka jolma ro laho marsomba tu Jahowa Debata, haroroan ni hangoluan dohot hatuaon. Jahowa sandiri do na mangalehon minum bangso na pinillitNa, lapatanna Jahowa sandiri na mangalehon hangoluan nang haluaon dohot hatuaon tu bangso na pinillitNa, ima Israel sandiri. Sian i marharoroan ma bangso na asing parsidohot marDebatahon Jahowa gabe goaron ma ibana Israel proselit.
            Bangso na pinillit ni Jahowa i do na mambaritahon hamuliaonNa marsogot. Mambaritahon angka pambahenan ni Jahowa di ngoluna nang pangaramotion ni Jahowa di ngoluna. Mamaritahon asi ni rohaNa i. Nang pe naung jotjot bangso Israel ndang be manangihon hata ni Jahowa marhite angka panurirang uju so tarbuang bangso i, alai sai tong do ndang tartabunihonNa asi dohot holong ni rohaNa i. Nang pe tarrimas Jahowa alai mulak lambok do muse Ibana. Mansai basa situtu do Jahowa. Ndang tarhasuhatan angka basa dohot holongNa i tu hita. Antong sai itabaritahon ma angka asi ni rohaNa i tu angka donganta songon bangso Israel mambaritahon saluhutna i tu angka bangso sipelebegu di humaliangna.

Hahonaan ni Turpuk
            Boha do hahonaan ni turpuk jamita on tu hita? Ditingtinghon manang dibaritahon panurirang on pe bagabaga haluaon ndang na asa simpatik manang mambuat goar sian baritana i. Ndang na gabe laho tu hauntungon tu dirina asa gabe uluan ibana. Dijou Jahowa do angka panurirangNa tu angka jolma na pinarhamaolNa na mian di tongatonga ragam angka hasusaan manang haporsuhon laho maningtinghon manang mambaritahon sada barita las ni roha, barita olopolop barita bagabaga di asi dohot holong ni roha ni Jahowa na marpanghorhon tu haluaon dohot hatuaon. Sude barita i ima barita hatuaon dohot haluaon ni jolma na pinarhamaolNa. Marhite turpuk jamita on, dipaingot do hita angka na marungkil manang manaon na bernit hita di portibi on asa itahangoluhon ma pangaramotion ni TUHAN i di ngolunta be. Sai ramotanNa jala iringiringonNa do pardalanan ni ngolunta be, jala tung na so dipasombu do hita di saluhutna i. Jamita on ima pataridahon asi dohot holong ni roha ni Jahowa tu angka bangso na pinarhamaolNa nang tu hita saluhutna angka na satia tu Ibana. Saluhutna i ima angka basabasa ni Jahowa sambing do. Torop do jolma mandok basa do TUHAN i, alai ndang dihangoluhon basabasa ni TUHAN i. Sai neang do ibana di basabasa i. Mardosa saonari, dungi mangido hasesaaan dungi diulanghon muse mardosa jala mangido hasesaan ni dosa laos songon i ma satorusna, ima na pataridahon neang ni roha di basabasa ni TUHAN i.
            Di minggu Judika, na marlapatan luluhon ma ahu ale Jahowa (hakimilah aku ya TUHAN, berilah keadilan kepadaku ya TUHAN) ima sada pangidoan manang tangiang angka na manghangoluhon pangaramotion dohot pandonganion ni Jahowa di ragam hinahansit dohot hinabernit ni sitaonon di portibi on. Di hata Judika on dipaandap do tu hita di uhum dohot asi nang holong ni roha ni TUHAN i. Uhum hinorhon ni dosa dohot pangaloison di hata ni Jahowa jala dipatupa pe peruhuman tu angka na niasianNa hinorhon ni asi dohot holong ni rohaNa. Nang pe diuhum alai ndang ditadinghon hita diparuhuman i alai si diramoti. Ndang na gabe marujung tu paruhuman ngolu ni angka na manolsoli dosana jala na joujou tu Jahowa, alai marudut do tu haimbaron na ingkon adopanna. Haimbaruon na gok las ni roha dohot olopolop jala mangendehon angka hasangpon dohot hamuliaon ni Jahowa.     Di minggu Judika on dipaingot do hita di pangaramotion ni Jahowa tu angka pinarhamaolNa. Gabe halak na pinarhamaol ni Jahowa do hita marhitehite panobusionNa di bagasan Jesus Kristus i. Marhite goar ni Minggu Judika dohot di turpuk jamita on dipaingot do muse hita di bagabaga ni Jahowa tu hita di Jesaya 46: 4: “sahat ro di hatutuamu sai tongtong do Ahu, jala ro di na ubanon sai Ahu do mangusung hamu. Ahu do mambahensa na sai laon, Ahu do mangompa, ahu do mangabing jala Ahu paluahon nuaeng”. Ima bagabaga Jahowa tu hita angka na pinarhamaolNa marhite Jesus Kristus di ragam angka panosak dohot parungkilon nang angka sitaonon di portibi on. Sai unang ma itapangido asa moru parungkilon nang sitaonon di portibi on, alai mangido ma hita di TUHAN, “sai ramoti jala sai dongani ma ahu ale Amang di ragam sitaononhon, jala pamonang ahu, asa malua ahu sitaonon on dibagasan haimbaruon na gok las ni roha”.
Ndang na gabe so disi, alai marudut do muse laho mambaritahon saluhut denggan basa ni TUHAN dohot pangaramotion ni Jahowa i tu angka humaliangta be. Unang be sai hata manggang dohot hata gabus nang angka hata na hansitta be itapatubegehon, alai angka barita pambahenan ni Jahowa ma na ingkon itapatubegehon tu angka donganta. Anggiat marhite baritanta i, gabe parsidohot nasida taruli di haluaon dohot las ni roha na sumurung i. Amen.



Angka Ende

  1. 15: 1 + 4 +8
  2. 677: 1 + 4
  3. 443: 1 + 3
  4. 769: 1 – 2
  5. 767: 1.....
  6. 268: 1 – 2
  7. 519: 1.....