DANIEL PANE

SELAMAT DATANG DAN MENIKMATI YANG TELAH DISAJIKAN

Rabu, 28 November 2012

LITURGI NATAL


LITURGI NATAL SEKOLAH MINGGU/ PEMUDA
OLEH: DANIEL BONARDO PANE, S.Th.

Liturgi I :
  1. Persekutuan yang dihormati, bapak, ibu, orangtua kami dan semua anak-anak sekolah yang kami hormati begitu juga para pelayan gereja. Hari ini kami anak-anak sekolah minggu gereja ini mengadakan kegiatan Natal Anak Sekolah Minggu di gereja ini. Terima kasih kami sampaikan atas kedatangann dan keikutsertaannya bapak, ibu, orangtua kami dan semua pelayan gereja dan mengikuti kegiatan ini. Selamat hari Natal bagi kita semuanya!

  1. Dengan rendah hati dan hormat kami memohon untuk kesediaanya mendengarkan kesaksian Firman TUHAN, yang akan kami saksikan bagi kita yang berkumpul disi. Apabila terdapat kesilapan atau kesalah, semoga itu tidak mengurangi makna natal pada malam ini untuk mengenang Kristus lahir, dan mempersiapkan diri kita menyambut kedatangan Kristus kedua kali dalam kemuliaan Bapa.

  1. Semoga kegiatan Natal hari ini sebagai kesaksian akan kebaikan Allah dalam Kristus kepada semua anak-anak Gereja, khususnya anak-anak Sekolah Minggu Gereja ini, serta menunjukkan cinta kasih Allah kepada anak-anak di semua bangsa di dunia ini.

  1. Perayaan Natal hari ini juga merupakan suatu permohonan kepada TUHAN supaya sukacita Natal ini dapat dirasakan juga oleh semua anak-anak yang saat ini merasakan kesedihan yang mendalam karena korban perang, anak-anak yang kehilangan ayah dan ibu, korban ketidakadilan, korban penjualan anak, penyiksaan anak.

  1. Oleh karena itu, kepada kita seluruh anak-anak Sekolah Minggu hendaknyalah kita memperhatikan dan menekuni semua nasehat dan khotbah yang disampaikan oleh Guru Sekolah minggu. Hendaklah kita rajin untuk berdoa seperti yang telah diajarkan oleh Guru Sekolah Minggu kita, agar kita memiliki ciri khas yang baik kepada teman-teman kita yang belum atau tidak dapat ikut menjadi Anak Sekolah Minggu.

  1. Hendaknyalah Anak Sekolah Minggu yang bersukacita saat ini menjadi teladan yang baik di rumah, di sekolah atau dimana pun kami berada, sebagai bentuk kesaksian kami akan kebaikan dan kemurahan TUHAN. Sehingga semua Anak Sekolah Minggu dapat semakin bertambah memuji memuliakan TUHAN.

  1. Oleh karena itu, marilah kita sama-sama menyaksikan acara demi acara yang telah disusun dalam merayakan sukacita natal Anak Sekolah Minggu pada hari ini. Dengan sukacita dan keberanian memberitakan dan menyaksikan kebaikan dan kemurahan TUHAN dalam Yesus Kristus, dan memberitakan kabar sukacita tentang lahirnya Kristus Juruselamat dunia.

  1. Marilah berdoa. Ya Allah, Bapa kami yang kekal dalam nama Yesus Kristus. Syukur dan hormat dan penuh kemuliaanMu kami sampaikan kepadaMu. Engkau telah memanggil kami untuk berkumpul di tempat ini khususnya Anak Sekolah Minggu GerejaMu, yang akan bersaksi, menyaksikan kebenaran Firman TUHAN yang telah menjadi daging, yaitu Yesus Kristus.

  1. Engkau jugalah yang kiranya memberikan sukacita seperti sukacita kami saat ini kepada saudara/i kami, semua anak di suka bangsa di dunia ini. Mereka yang telah menjadi korban perang, yang kehilangan ayah dan ibu mereka, korban ketidakadilan, korban penjualan dan kekerasan anak. Lepaskanlah mereka dari semuanya itu melalui hambaMu yang Engkau utus untuk membebaskan mereka, khususnya GerejaMu yang ada di semua suku bangsa.

  1. Sehingga, kami dan anak-anak di seluruh dunia ini dapat bersukacita menyaksikan kebaikan dan kemurahanMu dan kemuliaanMu dalam usia kami yang masih sangat muda. Sehingga, kami pun dapat beroleh Kerajaan Sorga seperti yang telah dijanjikan oleh Yesus Kristus, Tuhankami. Amin.


Liturgi II
Kejadian 1: 1 – 3
Kejadian 1: 16 – 18
Kejadian 1: 4 – 6
Kejadian 1: 19 – 21
Kejadian 1: 7 – 9
Kejadian 1: 22 – 24
Kejadian 1: 10 – 12
Kejadian 1: 25 – 27
Kejadian 1: 13 – 15
Kejadian 1: 28 – 31


Liturgi III
  1. (Matahari) : Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya, Allah. Ia menciptakan aku, matahari, dengan sinar matahari. Allah yang Mahakuasa, hanya kepadaNyalah aku tunduk, menyembah Dia yang mahakuasa, Dialah Matahari yang tidak akan pernah padam, Matahari yang kekal dengan kehangatan sinar mataharinya, yaitu kasihNya yang tidak berkesudahan. Terpujilah TUHAN, Allah semesta alam. Terpujilah Engkau TUHAN.

  1. (Bintang): Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya TUHAN. Allah yang menciptakan aku, bintang. Ia memberikan aku cahaya untuk menerangi kegelapan malam hari dan bertaburan di langit yang biru dan tinggi. Dialah Bintang yang sesungguhnya, yang kekal. Melalui aku, TUHAN menyatakan keindahan ciptaan yang dikerjakan oleh tangan-Nya dan menerangi setiap sisi gelap manusia dan ciptaan lainnya. Aku sujud dan tunduk kepadaMu, ya TUHAN, Allah semesta alam. Terpujilah Engkau TUHAN


  1. (Bumi): Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya TUHAN, Allah yang telah menjadikan diriku, bumi dan langi. Dengan FirmanNya, Ia telah mencipta. Aku telah dicipta dengan begitu indah dengan berbagai lapisan-lapisan yang memberikan kenyaman bagi makhluk ciptaan yang ada di dalamku. Sungguh aku sangat tunduk dan sujud menyembah Engkau Ya, TUHAN, Allah semsesta alam. Terpujilah Engkau ya TUHAN

  1. (Air): Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya TUHAN, Allah pencipta langit dan bumi. Pada awalnya bumi masih kosong dan belum berbentuk, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Dengan Firman-Nya ia telah mengaturku sedemikian rupa. Dengan Firman-Nya yang penuh kuasa, aku telah dibentuk menjadi ciptaan yang begitu indah, sehingga terciptalah samudra dan lautan dan terbentuklah daratan. Aku sujud dan tunduk kepadaMu, Ya TUHAN, Allah Semesta Alam yang adalah Air kehidupan yang sesungguhnya. Terpujilah Engkau TUHAN.

  1. (Angin): Sungguh Mahakuasa dan Mahamulianya TUHAN, Allah pencipta segala sesuatu yang dahulunya tidak ada kini menjadi ada. Dengan Firmannya aku dibentuk memberi kesejukan kepada ciptaan yang telah diciptakan. Aku yang adalah angin dapat memberikan kesejukan dan dapat untuk merobohkan, tetapi aku tunduk dan sujud menyembah kepada TUHAN, Allah Pencipta. Dialah Allah yang memberikan kesejukan yang abadi. Terpujilah Engkau TUHAN.

  1. (Pohon): Sungguh, Mahakuasa dan Mahamulianya TUHAN, Allah Pencipta yang begitu hebat. Dengan FirmanNya, Ia telah menjadikan, dan semuanya indah. Ia menciptakan aku, pohon. Aku dapat merasakan sejuknya embun di pagi hari, hangatnya sinar mentari, dan indahnya bintang malam hari. Semuanya itu telah memberikan semua kebutuhanku. Aku sujud dan menyembahMu ya TUHAN yang penuh dengan keagungan dan Kuasa ada padaMu. Terpujilah Engkau ya TUHAN.
  2. (Manusia, Laki-laki): Sungguh, Mahakuasa dan Mahamulianya TUHAN, Allah Pencipta yang begitu hebat. Dengan FirmanNya, ia menciptakan dari debu dan tanah dan menghembuskan nafas kehidupan kepadaku. Ia menciptakan aku segambar dan serupa dengan Dia. Dia memberi kuasa kepadaku atas semua ciptaan lainnya untuk memelihara dan melestarikannya. Sungguh, aku memuji keagunganMu TUHAN, Sungguh Ajaibnya KuasaMu TUHAN. Terpujilah Engkau ya TUHAN.

  1. (Manusia, Perempuan): Sungguh, Mahakuasa dan Mahamulianya TUHAN, Allah Pencipta yang begitu kuasa. Dengan FirmanNYa, ia telah menciptakan aku dari tulang rusuk laki-laki. Dia telah menciptakan aku begitu indah sesuai dengan firmanNya. Aku sujud dan menyembahMu ya TUHAN yang penuh dengan kemuliaan dan kuasa. Terpujilah Engkau ya TUHAN.

Liturgi IV
Mazmur 104: 1 – 3
Mazmur 104: 16 – 18
Mazmur 104: 4 – 6
Mazmur 104: 19 – 21
Mazmur 104: 7 – 9
Mazmur 104: 22 – 24
Mazmur 104: 10 – 12
Mazmur 104: 25 – 27
Mazmur 104: 13 - 15
Mazmur 104: 28 – 31


Liturgi V (Kejatuhan dalam dosa)
            Perempuan melihat buah yang dilarang TUHAN untuk dimakan, kemudian datanglah iblis untuk merayu manusia itu:
Ular      :     Apakah engkau mengingkan buah itu?
Prmp    :     ya, buah ini tampak indah, tapi Allah melarang kami untuk memakannya, karena kami akan mati.
Ular      :     itu tidak betul, jika engkau memakan buah itu, maka kamu akan sama seperti Allah. Engkau akan memiliki kuasa yang begitu besar.
Peremp:      Tidak, aku takut Allah akan murka dan marah.
Ular      :     Allah tidak akan marah padamu, ambillah dan makanlah engkau akan memperoleh seperti yang aku katakan tadi.
Peremp:      (mengambil buah itu dan memakannya) enak sekali buah ini.
Ular      :     Kasih sama laki-laki itu, supaya ia juga dapat merasakan buah yang nikmat ini
Peremp:      Adam...Adam....buah ini sungguh sangat enak. Makanlah.
Laki2   :     Apa yang kamu lakukan hawa? Bukankah ini buah yang dilarang oleh Allah untuk kita makan? Mengapa engkau memakannya? Kita ini pasti akan mati.
Peremp:      tidak apa-apa Adam. Lihatlah aku, aku tidak terjadi apa-apa. Makanlah, bukankah engkau sangat mencintaiku dan aku adalah tulang rusukmu?
Laki2   :     (mengambil buah dan memakannya) tiba-tiba mereka terkejut dan segera lari untuk bersembunyi.

Prolog  :     kita dengarkan lanjutan apa yang terjadi kepada manusia yang pertama itu setelah melanggar apa yang telah difirmankan oleh Allah kepada mereka

Liturgi VI
Kejadian 3: 1 – 2
Kejadian 3: 14 - 15
Kejadian 3: 3 – 5
Kejadian 3: 16 - 17
Kejadian 3: 6 – 7
Kejadian 3: 18 – 19
Kejadian 3: 8 – 10
Kejadian 3: 20 – 21
Kejadian 3: 11 – 13
Kejadian 3: 22 – 24

Liturgi VII
  1. Pada mulanya tidak ada Allah menciptakan langit dan bumi, Allah mencipta dengan begitu indahnya dan baik, dan sesuai dengan kehendak Allah. Kemudian Allah menguduskan ciptaan itu dan menyempurnakan ciptaan sedemikian indahnya.

  1. Begitu indah dan penuh mulianya manusia diciptakan oleh Allah. Allah menciptakan manusia segambar dan serupa dengan Allah. Manusia dan Allah memiliki hubungan yang begitu dekat dan harmonis. Akan tetapi manusia justru menuruti hawa nafsunya dan mendengarkan segala rayuan iblis untuk melanggar apa yang telah Allah firmankan bagi mereka. Allah pun menjadi murka terhadap mereka.

  1. Walaupun manusia itu sudah terbukti salah dan memberontak terhadap firman TUHAN, manusia itu justru saling menyalahkan satu sama lain, dan mencari pembenaran terhadap dirinya. Sungguh, manusia itu tidak mengakui perbuatan salahnya kepada TUHAN, tetapi justru saling melemparkan kesalahan. Aduh..sungguh menyedihkan manusia itu.

  1. Apa yang engkau tanam itu juga yang engkau tuai. Apa yang engkau kerjakan harus jugalah engkau menerima konsekuensi atau buah dari pekerjaanmu. Manusia telah memberontak dan melawan terhadap firman TUHAN. Manusia telah kehilangan kemuliaan TUHAN, manusia diusir dan taman Eden. Keletihan, kesusahan, sakit, dan penderitaanlah yang menjadi upah manusia di bumi ini, sampai ia akan kembali juga ke tanah dari mana ia terbuat.

  1. Semakin banyak manusia di bumi ini, demikianlah banyaknya dosa. Keturunan Adam pun sudah melakukan dosa. Ia memiliki kecemburuan yang begitu besar sehingga ia membunuh adiknya. Tidak ada lagi rasa hormat dan takut kepada TUHAN. Abang membunuh adiknya. Tidak ada lagi rasa takut terhadap Firman TUHAN.

  1. Itu benar. Allah berfirman kepada Kain, Dimana adikmu itu? Kain menjawab dengan penuh ketakutan dan tidak hormat, ”aku tidak tahu, apakah aku yang memeliharanya?”. bagaiman jika pertanyaan Allah demikian kepada kita. Ibu, dimanakah anakmu? Bapak, dimanakah anakmu? Mengapa engkau tidak mengajari anakmu dalam firman-Ku? Mengapa tidak bisa menjadi contoh yang baik terhadap anakmu? Apakah jawab terhadap itu? Marilah menjawab di dalam hati kita masing-masing.

  1. Pertanyaan itu juga sampai kepada kita yang berkumpul saat ini, dimanakah anak-anak lainnya yang tidak ikut dalam perayaan ini? Dimanakah anak-anak lainnya yang tidak pernah atau jarang mengikuti persekutuan Anak Sekolah Minggu? Apakah jawab kita terhadap itu? Marilah menjawab di dalam hati kita masing-masing.





Liturgi VIII (Dosa semakin berkembang)
Jesaya 1: 21 – 22
Amos 4: 1
Jesaya 1: 23
Amos 4: 2 – 3
Jesaya 2: 6 – 7
Mikha 7: 2 – 3
Jesaya 2: 8 – 9
Mikha 7: 4 – 5
Jeremia 6: 13 – 14
Mikha 7: 6



Liturgi IX
Manusia sudah banyak menjadi hamba dosa.
Stage I
Budi     : Ibu, mintalah uang, aku mau membeli maninan seperti yang dimuliki temanku itu bu
Ibu       :  nak, apalah uang kita lagi untuk membeli beras dan keperluan lainnya. Ingat nak, kita ini orang yang miskin bukan orang kaya.
Budi     :  aku tidak mau peduli pokoknya aku minta uang. Tidak perduli bagaimana kehidupan besok.
Ibu       :  nak, kan masih ada mainanmu dan banyak.
Budi     : (membentak) Tidak. Aku tidak mau. Kalau ibu tidak mau memberi uang, aku akan pergi dari rumah ini..ibu pelit...ibu pelit...ibu jahat
Ibu       :  (menangis) budi anakku...jangan berkata demikian nak.
Budi     :  (suara keras) aku pergi sekarang (langsung meninggalkan ibunya)
Ibu       :  Budi, anakku. (menangis)
Bapak  :  (dalam keadaan mabuk), hei...buka dulu pintu, kalau tidak aku akan mendobraknya
Ibu       :  Bukalah, pintunya tidak terkunci
Bapak  :  (dalam keadaan mabuk), hei. Kamu istri yang tidak tau hormat, suami pulang tidak disambut (langsung memukul istrinya dan meninggalkan istrinya)
Ibu       :  (menangis) oh TUHAN, bantulah aku menghadapi semuanya ini. Kuatkanlah aku TUHAN untuk mengajar anakku sehingga dalam segala hal, aku bisa menjadi contoh dan teladan yang baik bagi anakku, dan suamiku.

Stage II (orang berbeda di stage I)
Andi     :  (berjalan dengan tunduk) (Muncullah segerombolan anak-anak lainnya)
Anak I  : (membentak) hei....anak ingusan. Minta uangmu, kalau tidak kamu tidak akan selamat.
Anak II:   Ya, kalau kamu tidak memberikan uangmu, kami akan mengambilnya dengan cara paksa.
Andi     :  Jangan..aku tidak punya uang.
Anak I  :  ah. Tidak mungkin, anak sepertimu nggk ada uangnya. Mau memberi dengan baik-baik atau dengan paksaan.
Anak III: hei, jangan bohong. Anak Tuhan kan nggk bisa bohong, jadi jangan bohonglah, kasih aja uangmu..hahaa...
Andi     :  benar, ini hanyalah uang Sekolah
Anak I  :  ah...tidak peduli, mau uang sekolah atau uang lainnya, kami tidak peduli. Okelah kalau kamu mau meminta kekerasan, oke kami akan lakukan. Ayo kawan, kita ambil uangnya, kalau perlu bajunya juga kita ambil. Hahahaa....
               Seketika anak-anak itu mengeroyok Andi dan bajunya dibuka hanya tinggal celana pendek tinggal. Lalu Andi ditinggalkan sendirian di jalan.
Andi     : (menangis)... ya TUHAN, kuatkan aku ya Allah dalam menghadapi semuanya ini. Ampunilah mereka ya Bapa sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Amin.

Stage III (orang yang berbeda)
(maju satu-satu orang dengan penampilan mewah)
Lita      :  Aku Lita, lihat, papaku belikan aku Hp baru merek blackforest, eh..salah..blackberry, bisa kamera, internetan, dan dari sini kita bisa facebookan. Papaku sungguh hebat. Siapa dulu?? Papaku..
Mita     :  Aku Mita, eh...tunggu dulu, papaku belikan aku baju baru dari Australia. Harganya mahal dan terbuat dari kain yang sangat berkualitas. Papaku hebat dan sangat baik.
Nita      :  Aku Nita, eh....tunggu dlu, lihat papaku belikan aku boneka yang cantik, harganya mahal, dan buatan Amerika. Setiap malam aku selalu ditemani oleh bonekaku ini, papaku sungguh sangat baik..
Sita      :  Aku Sita, eehhh.....ehee..lihat dlu sepatuku teman-teman.. terbuat dari bahan yang sangat berkualitas, harganya mahal, dan papaku membeli dari Jerman. Wah..papaku hebat.
              
               Tiba-tiba lewat seorang yang berpenampilan sederhana dengan membawa Alkitab
Lita      :  hei, anak miskin, papamu bisa belikan apa?? Uang aja nggk ada (Lita, Mita, Nita, dan Sita langsung tertawa tebahak-bahak)
Angel   :  Papaku memberikan aku Alkitab, sehingga melalui Alkitab aku mengetahui kebaikan TUHAN, bahwa TUHAN itu baik, dan Ia melindungiku dan selalu menjaga hidupku.
Nita      :  ah....banyak kali cakapmu, lihat bajumu aja sangat buruk, kalau di rumahku, sudah dijadikan kain lap. Iss..jijiknya (Nita dan teman-temannya tertawa).
Sita      :  Emangk dirimu mau kemana Angel?
Angel   :  Aku mau ke sekolah minggu. Kalian mau ikut?
Mita     :  ah...nggk usah..nggk perlu..toh nggk ada yang kami dapat dari situ...buktinya kami tidak bisa mendapatkan seperti yang ada pada kami sekarang dari Sekolah Minggu itu. Ya, sudah, kami pergi dulu ya..nggk ada waktu banyak untuk ngomong banyak sama kamu anak miskin (tiba-tiba menjatuhkan Angel sambil melihat dengan penuh kejijikan)
Angel   :  (tertunduk) Ya TUHAN, ampunilah mereka ya Bapa.

Liturgi X
2 Timoteus 3: 1
2 Timoteus 3: 6
2 Timoteus 3: 2
2 Timoteus 3: 7
2 Timoteus 3: 3
2 Timoteus 3: 8
2 Timoteus 3: 4
2 Timoteus 3: 9
2 Timoteus 3: 5
2 Timoteus 4: 3 – 4

Liturgi XI   
  1. Manusia saat ini sudah kehilangan hakekatnya dan kehilangan kesempurnaan dari ciptaan lainnya.

  1. Oleh karena dosa, manusia menjadi lain dari yang seharusnya; menjadi seperti produk yang gagal fungsi, makhluk ciptaan yang hampir sama dengan Allah dan segambar dan serupa dengan Allah, kini menjadi manusa menjadi insan yang kerdil

  1. Manusia yang memiliki kuasa atau mandat melestarikan dan memelihara ciptaan, kini menjadi panakhluk yang menyeramkan. Demi pemenuhan hasrat duniawi dan kerakusannya tega menguras sumber daya alam, tanpa peduli datangnya kerusakan atau kehancuran. Bumi menjadi rusak, air banyak tercemar, pohon banyak ditebang, semua ciptaan telah menjerit kesakitan.

  1. Manusia diciptakan sebagai makhluk mulia, tetapi oleh karena dosa, manusia menjadi makhluk yang frustasi karena keadaan, takhluk akan godaan-godaan yang terbelenggu oleh kelemahannya sendiri.

  1. Manusia yang seharusnya bebas, menjadi terikat. Seharusnya raja menjadi budak, yang seharusnya saling mengasihi dan mencintai, kini menjadi bagaikan serigala antar sesamanya.

  1. Manusia yang mulanya adalah pewaris kemuliaan Allah, kini menjadi makhluk yang tidak memiliki harapan dan masa depan.

  1. Sekarang sudah banyak anak-anak telah menjerit, menangis menahan sakitnya hidup yang mereka alami. Banyak sekarang anak-anak sudah dijadikan budak, anak-anak dijadikan sebagai mesin pencetak uang, bahkan ada anak-anak yang dijadikan menjadi budak hawa nafsu manusia yang telah kehilangan kemuliaan Allah. Penjualan anak-anak pun semakin banyak, anak-anak korban ketidakadilan, korban perang, anak-anak yang kehilangan orangtuanya.


Liturgi XII
  1. Firman TUHAN melalui Nabi Yesaya: ”bangsa yang berjalan di lembah kegelapan akan melihat satu cahaya yang begitu besar”. Kiranya Cahaya itulah kirimkan kepada hatikami ya TUHAN, kiranya cahaya itu menyinari kegelapan hati manusia yang hatinya dipenuhi oleh kegelapan firmanMu. Sehingga dengan Cahaya yang besar itu, yaitu Sinar Surya yang abadi, dapat menyinari hatikami, sehingga FirmanMu dapat kami lihat dan kami ketahui, dan kami menyesali segala dosa kami

  1. Yesaya Juga mengatakan: ”TUHAN sendiri akan memberikan satu tanda bagi kita, melalui anak dara yang akan melahirkan Anak dan namanya akan disebut Immanuel”. Immanuel, TUHAN beserta kita. Kiranya TUHAN jugalah beserta dengan saudara-saudara kami, semua anak-anak yang belum dapat merasakan sukacita seperti pada malam ini, kiranya mereka beroleh sukacita dengan tangan TUHAN sendiri melalui hamba yang dihunjukNya menyatakan kebaikan TUHAN dan membebaskan semua anak-anak dari semua yang menghimpit mereka.

  1. TUHAN menyatakan kasih-Nya melalui Firman yang disampaikan oleh para nabi, yang memberitakan kabar sukacita, dimana akan lahirnya seorang penyelamat yaitu Mesias. Membawa kemerdekaan dan kelepasan bagi umat TUHAN yang menderita, Raja yang adil dan sangat bijaksana, Raja membawa sukacita yang kekal. Hamba TUHAN yang setia dan taat. Ia akan menata kembali bumi dan ciptaan yang telah rusak oleh karena dosa dan keinginan jahat manusia.

  1. TUHAN sendirilah akan menyatakan Kemahakuasaan dan KemuliaanNya di bumi ini. Menyatakan Kasih-Nya yang membawa kepada keselamatan. Raja Damai, pengharapan akan selalu tertuju kepada-Nya.

Liturgi XIII
Jesaya 7: 14
Jeremia 33: 15 – 16
Jesaya 9: 1
Sakaria 9: 9
Jesaya 9: 5 – 6
Mikha 5: 1
Jesaya 11: 1 – 2
Lukas 3: 4
Jeremia 23: 5 – 6
Lukas 3: 5 – 6

Liturgi XIV
Lukas 1: 26 – 27
Lukas 1: 36 – 38
Lukas 1: 28 – 29
Lukas 2: 1 – 2
Lukas 1: 30 – 31
Lukas 2: 3 – 4
Lukas 1: 32 – 33
Lukas 2: 5 – 6
Lukas 1: 34 – 35
Lukas 2: 7 – 8

Liturgi XV
Fragment singkat perjalanan Maria dengan Yusuf menjelang kelahiran Yesus
  1. Kelahiran Yesus tidak ada yang mengetahui karena manusia berada dalam ketakutan yang besar, berada dalam kesibukan yang luar biasa, dan manusia tidak memiliki persiapan untuk menyambut Kristus. Apakah kedatangan Kristus pada saat ini sama seperti ketika Ia akan dilahirkan. Ia mengetuk Pintu hati kita, apakah tidak ada tempat bagiNya di hati kita? Apakah hati kita telah disibukkan oleh aktivitas kita dan telah ditakutkan akan masa depan kita?
Yusuf      :  Pak, bolehkah kami menginap malam ini, perjalanan kami masih jauh dan istri saya sudah letih dan sepertinya akan melahirkan.
Orang I   : Maaf pak, di rumah ini tidak ada ruangan yang kosong, sepertinya kalian harus ke rumah yang lain.
Yusuf      :  baik pak (berjalan perlahan) (menemui satu rumah) pak, ibu, apakah kami boleh menginap untuk satu malam ini di rumah ini? Perjalanan kami masih jauh tetapi istri saya sudah sangat capek dan ingin melahirkan.
Orang II  :  Tidak ada lagi, pergilah dari sini, kami tidak ada waktu untuk melayani yang demikian. Pergilah.
Yusuf      :  baik pak (berjalan perlahan) (menemui satu rumah) permisi pak, apakah kami boleh menginap untuk satu malam aja di rumah ini? Perjalan kami masih jauh, tetapi istri saya sudah sangat capek dan ingin melahirkan.
Orang III:   Maaf pak, kami tidak ada tempat, tapi kalau bapak dan ibu mau, kami ada sebuah kandang, dan kalian bisa menginap di tampat itu.
Yusuf      : baiklah pak, kami akan tinggal di situ. Terimakasih banyak pak.
                  (kemudian diantarlah Yusuf dan Maria yang hendak akan melahirkan.

Liturgi XVI
Lukas 2: 9 – 10
Johannes 1: 14
Lukas 2: 11 – 12
Johannes 3: 16
Lukas 2: 13 – 14
Pilippi 2: 2 – 4
Johannes 1: 1 – 3
Psalmen 103: 1 – 2
Johannes 1: 4 – 5
Psalmen 103: 8


Liturgi XVII
  1. Setelah para Malaikat pergi, kemudian gembala-gembala yang tepat berada di tempat itu, langsung pergi ke Bethlehem melihat apa yang telah disampaikan oleh Malaikat kepada mereka. Sesampai di kandang domba itu, mereka heran melihat bahwa apa yang dikatakan oleh malaikat benar.

  1. Kita yang berkumpul di tempat ini, kita telah mendengarkan bahwa Kristus, Raja Damai telah lahir dan telah naik kembali ke sorga. Dia berjanji bahwa ia akan datang untuk keduakali dalam penuh kemuliaan Bapa. Apakah kita sudah mempersiapkan hati, jiwa dan tubuh kita untuk menyambut Dia, pemberi pengharapan dan sukacita yang abadi.

  1. Para gembala pulang dengan penuh sukacita sambil memuji dan memuliakan Allah. Oleh karena itu, kita juga yang berkumpul disini, bapak-ibu, orangtua kami, dan semua anak-anak Sekolah Minggu, kita juga hendaknya bersukacita pulang dari tempat ini melanjutkan berita sukacita ini, bahwa Pengharapan baru telah dinyatakan. Berita pembebasan dan kesealamtan hendaknya kita sebarkan dan beritakan dimana pun kita berada, baik melalui tindakan, atau melalui perkataan kita.

  1. Kiranya, sukacita Natal hari ini dapat dirasakan oleh anak-anak di seluruh dunia. Mereka dapat bersukacita dan memuji TUHAN, semua anak di dunia ini hendaknya memiliki kegembiraan memuliakan TUHAN, Semesta Alam. Seluruh bumi tunduk dan berada di bawah kuasa TUHAN. Terpujilah TUHAN.

  1. Psalmn 105 : 1
  2. Psalmn 105 : 2
  3. Psalmn 106 : 1 – 2
  4. Psalmn 111 : 1 – 2

Liturgi XVIII
(Liturgi Salib)
Pesan Natal
Matius 5: 3
Matius 5: 9
Matius 5: 4
Matius 5: 10
Matius 5: 5
Matius 5: 11
Matius 5: 6
Matius 5: 12
Matius 5: 7
Matius 5: 13
Matius 5: 8


Matius 5: 14 + 16





Rabu, 31 Oktober 2012

Bahan Khotbah/ Jamita 4 Nopember 2012


BAHAN KHOTBAH
4 NOPEMBER 2012
MARKUS 12: 28 – 33
KASIH MERUPAKAN KEGENAPAN 
HUKUM TAURAT
Cal.Pdt. Daniel Bonardo Pane
Pendahuluan
Injil Markus menberikan gambaran yang hidup atas Yesus dengan pengajaran, penyembuhan, dan pelayanan-Nya terhadap kebutuhan orang-orang. Yesus merupakan contoh yang sempurna dan korban yang sempurna bagi manusia disepanjang masa. Pelayanan-Nya kepada umum termasuk ketika Ia memperlihatkan kekuasaan ilahi-Nya atas penyakit, alam, setan-setan dan bahkan maut. Mujizat mujizat ini juga menunjukkan belas kasihan Yesus terhadap dunia yang sedang terluka. Namun, perlawanan dan kebencian terhadap Yesus bertumbuh dari pihak Imam Besar, orang-orang Farisi, dan Saduki. Pada akhirnya, Yesus bersedia membiarkan terjadinya penangkapan dan penyaliban atas diri-Nya. Akan tetapi kebangkitan-Nya memeteraikan kemenangan puncak bagi semua yang percaya kepada-Nya untuk menyelamatkan mereka.

Penjelasan
Ahli Taurat yang bertanya kepada Yesus dalam bacaan Injil kali ini tidak tergolong mayoritas para pemuka agama Yahudi yang ingin mempermalukan, mencelakakan, malah menghabiskan Yesus. Ia melontarkan pertanyaan yang sama (baca Luk 10:25 dsj.), namun terkesan tulus: “Perintah manakah yang paling utama?” (12:28). Kebanyakan ahli Taurat memandang Yesus sebagai sebagai seorang rabbi yang merupakan saingan, … sebagai ancaman! Lain halnya dengan ahli Taurat yang satu ini: dia memandang Yesus sebagai suatu kesempatan untuk belajar. Oleh karena itu secara sopan dia mengajukan sebuah pertanyaan sederhana yang mencerminkan suatu keprihatinan yang tertanam dalam-dalam di setiap hati anak manusia.
Nats Khotbah ini diambil dari Injil Markus 12:28-33 di mana Yesus dicobai lagi oleh orang-orang Saduki. Kali ini mereka bertanya tentang “Hukum yang paling utama”. Harus diakui ada begitu banyak produk hukum dengan maksud untuk memberikan suatu rasa keadilan. Namun dapat kita saksikan ini, bahwa banyak produk hukum hanya untuk menjerat orang lain, yang kebetulan orang lain ini banyak yang”buta” hukum. Kalau semua produk hukum ini dimaksudkan untuk suatu keadilan yang sejati, pasti kita akan kembali kepada hukum yang paling utama yakni “hukum kasih”. Kita menyadari pula “hukum kasih” sering diselewengkan dengan “kasihan deh lho”. Namun demikian, hukum kasih sebagaimana Yesus sampaikan di setiap kesempatan merupakan hukum yang paling utama dan pertama. Kita akul yakin bahwa dari produk-produk yang dihasilkan dengan maksud yang baik untuk memberikan rasa keadilan yang sebenar-benarnya. Mengapa kasih…? Allah mau menjadi manusia dasarnya adalah kasih. Allah mau menebus dosa-dosa manusia, dasarnya adalah kasih. Hubungan antara pasangan yang berbeda jenis, dasarnya juga kasih. Kita mau bekerja keras untuk keluarga, dasarnya juga kasih. Agar tidak terjadi konflik, dasarnya juga kasih. Toleransi di bidang agama, dasarnya juga kasih. Jadi kalau kita renungkan dengan sungguh-sungguh, apa yang disampaikan oleh Yesus tentang “hukum kasih yang merupakan hukum yang utama dan pertama” benarnya adanya.
Iblis pada dasarnya juga tidak senang kalau ada kedamaian di hati orang. Iblis selalu mau menciptakan kekacauan. Jadi boleh jadi kekacauan yang ada di mana-mana, maka kita bisa mengkambinghitamkan iblis. Orang sudah tidak memiliki kasih lagi. Banyak juga yang ikut berbicara tentang kasih, namun hatinya jahat. Dan kita tahu segala kejahatan di bumi bermula dari iblis yang menyebabkan manusia pertama jatuh dalam dosa. Ada begitu banyak agama di dunia, intinya adalah kasih, Allah mau menyelamatkan manusia. Karena Allah telah mengasihi manusia, maka manusia harus mengasihi satu sama lain. Karena kasih itu berasal dari Allah dan Allah itu adalah kasih. Sudah sampai sejauh manakah, kita mengamalkan kasih itu baik itu untuk mengasihi Allah dan juga mengasihi sesama. Anda yang dapat menjawabnya sendiri. 1. Perintah ganda untuk mengasihi adalah merupakan hukum kodrat Kalau kita meneliti sepuluh perintah Allah (Kel 20:1-17), maka kita dapat melihat bahwa hukum-hukum di dalam 10 perintah Allah adalah merupakan penjabaran dari hukum kodrat yang sempurna. Hukum kodrat ini adalah hukum atau peraturan yang terpatri di dalam setiap hati manusia.
Dari sini, kita dapat melihat bahwa mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama sesungguhnya tidak terpisahkan. Injil Yohanes menegaskan hal ini secara gamblang “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.” (1Yoh 4:20) 3. Tuhan memampukan kita untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi Perintah untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi adalah mengasihi Tuhan dengan keseluruhan diri kita, menempatkan Tuhan lebih utama dalam segala sesuatu, di mana saja, setiap saat dan dalam segala kondisi. Dan kalau bukti kasih kita kepada Tuhan dan tanda kita berdiam di dalam Allah adalah dengan menuruti segala perintah Tuhan (lih. 1John 2:3; 1Yoh 3:24), maka kita akan melihat bahwa sesungguhnya perintah ini sangat berat bagi manusia. Namun, Tuhan tidak akan memberikan perintah yang mustahil, karena Dia menegaskan bahwa kuk yang dipasang-Nya adalah enak dan ringan. (lih. Mat 11:29) Kunci dari kemampuan kita untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi serta mengasihi sesama adalah karena Allah telah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Kita yang telah dibaptis telah menerima rahmat Allah yang begitu besar, seperti: menjadi anak-anak Allah di dalam Kristus, disatukan dalam Tubuh Kristus, dibebaskan dari dosa asal, menerima rahmat pengudusan



Aplikasi
Tuhan Yesuslah Guru dan Teladan ilahi segala kesempurnaan. Dengan kesucian hidup, yang dikerjakan dan dipenuhi-Nya sendiri, Ia mewartakan kepada semua dan masing-masing murid-Nya, bagaimanapun juga corak hidup mereka: “Kamu harus sempurna, seperti Bapamu yang di sorga sempurna adanya” (Mat 5:48). Sebab kepada semua diutus-Nya Roh Kudus, untuk menggerakkan mereka dari dalam, supaya mengasihi Allah dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi dan dengan segenap tenaga mereka (lih. Mrk 12:30), dan saling mencintai seperti Kristus telah mencintai mereka (lih. Yoh 13:34; 15:12). Para pengikut Kristus dipanggil oleh Allah bukan berdasarkan perbuatan mereka, melainkan berdasarkan rencana dan rahmat-Nya. Mereka dibenarkan dalam tuhan Yesus, dan dalam baptis iman sungguh-sungguh dijadikan anak-anak Allah dan ikut serta dalam kodrat ilahi, maka sungguh menjadi suci. Maka dengan bantuan Allah mereka wajib mempertahankan dan mengembangkan dalam hidup mereka kesucian yang telah mereka terima. Oleh rasul mereka dinasehati, supaya hidup “sebagaimana layak bagi orang-orang kudus” (Ef 5:3); supaya “sebagai kaum pilihan Allah, sebagai orang-orang Kudus yang tercinta, mengenakan sikap belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemah-lembutan dan kesabaran” (Kol 3:12); dan supaya menghasilkan buah-buah Roh yang membawa kepada kesucian (lih. Gal 5:22; Rom 6:22). Akan tetapi karena dalam banyak hal kita semua bersalah (lih. Yak 3:2), kita terus-menerus membutuhkan belaskasihan Allah dan wajib berdoa setiap hari: “Dan ampunilah kesalahan kami” (Mat 6:12).
Jadi bagi semua jelaslah, bahwa semua orang Kristiani, bagaimanapun status atau corak hidup mereka, dipanggil untuk mencapai kepenuhan hidup Kristiani dan kesempurnaan cinta kasih. Dengan kesucian sedemikian ini sebuah kehidupan yang lebih manusiawi dapat dimajukan di dalam kehidupan masyarakat di dunia ini. Untuk memperoleh kesempurnaan itu hendaklah kaum beriman mengerahkan tenaga yang mereka terima menurut ukuran yang dikurniakan oleh Kristus, supaya dengan mengikuti jejak-Nya dan merupai citra-Nya, dengan melaksanakan kehendak Bapa dalam segalanya, mereka dengan segenap jiwa membaktikan diri kepada kemuliaan Allah dan pengabdian terhadap sesama. Begitulah kesucian Umat Allah akan bertumbuh dan menghasilkan buah berlimpah, seperti dalam sejarah Gereja telah terbukti dengan cemerlang melalui hidup sekian banyak orang kudus.”
maka sudah seharusnya kita berjuang untuk melaksanakan perintah Kristus yang utama, yaitu untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi serta mengasihi sesama seperti diri sendiri. Ini adalah kekudusan yang kepadanya kita semua dipanggil, seturut dengan kehendak Allah (lih. 1Tes 4:3). Hanya dengan mengasihi, manusia dapat memperoleh arti hidup, yaitu kebahagiaan di dunia ini dan pada saatnya nanti, akan kebahagiaan abadi di Sorga. Mari, mulailah dan bertumbuhlah dalam kasih, sebab kita semua diciptakan untuk mengasihi. Amin

Sabtu, 27 Oktober 2012

Bahan Jamita Advent IV, 23 Desember 2012


BAHAN JAMITA
MINGGU, 23 DESEMBER 2012
MINGGU ADVENT IV
MIKHA 5: 1 – 5 (EPISTEL: LUKAS 1: 46 – 55)
oleh: Cal.Pdt.Daniel Bonardo Pane, S.Th.

PARADEHON DIRIM LAHO MANOMUNOMU RAJA I!
Patujolo
            Ragam do dalan ni Jahowa patupahon haluaon, jala torop do jolma maol masuk tu pingkiranna laho mamingkiri taringot dalan ni Jahowa patupahon sangkap-Na, ima sangkap haluaon. Jala nungnga pigapiga dipangke Jahowa parhitean laho patupahon angka haluaon. Isarana, manghatai Jahowa tu si Musa marhitehite api na songgop di duhutduhut, alai duhutduhut i dang adong na tarbangkar, sadari on, turpuk jamita on ima taringot hata ni Jahowa na patupahon haluaon marhitehite huta Bethlehem.
            Huta Bethelehem, ima huta na mansai metmet do di humaliangna, jala boi ma dohonon huta i ima huta na pogos, ala angka jolma na mian di huta i ima halak na berekonomi rendah manang menengah ke bawah. Alai pola do sian on ro Raja Dame, Raja si lehon uas ni angka jolma na marpanghirimon di hata ni Jahowa, jala na so olo mangalaosi angka uhum dohot hatigoran ni Jahowa. Sian bethlehem na metmet i do ro panggomgomion na manghabiari Jahowa jala panggomgomi.
            Dung masa paruhuman tu halak Israel dohot tu Judah, nungnga sai adong angka panurirang na mangalehon bagabaga Jahowa sandiri na paulihon ngolu ni bangso i (israna, deutro Yesaya, Yeremia, dohot na panurat ni turpuk on). Bagabaga on sada tanda do di ganup pangaramotion dohot pandongani on ni Jahowa tu bangso i. Marhite bagabaga i, ro ma sahalak Raja na boi pasombu uas ni na halungunhon bangso i. Laos on ma na disuriranghon ni panurirang di turpok on, taringot haroro ni sahalak Raja.

Hatorangan ni Turpuk.
            Ayat 1 – 3
            Ayat on mansai jotjot do dijamitahon manang dijaha on di ganup ulaon natal. Laos ayat on ma na tangkas patuduhon taringot haroro ni sahalak Raja na naeng manggomgomi bangso saluhut marga bangso Israel. Andorang so turpuk jamita on, nungnga dipabotohon panurirang on taringot hadameon na naeng dipatupa Jahowa tu Sion ima di ariari parpudi (Mi. 4: 1), jala sude bangso na di humaliangna marroan, jala Sion gabe inganan hadamean na manongtong (Mi. 4: 1 – 5). Di tingki maasa paruhuman tu bangso i, nungnga marserak be angka marga ni halak Israel, alai di ari haroro ni Raja i, mulak ma nasida muse jala ndada holan nasida, alai parsidohot do halak bangso na asing marnida angka hinabalga ni huaso ni Jahowa.
            Marhite ayat 1, dipabotohon do sian dia haroro ni Raja na pinarbaga tu nasida. Di ayat 2 tarida do dipasombu Jahowa do hapariron dohot na hansit i songgop tu bangso Israel. Alai di tongatonga na masa i, marsangkap do Jahowa laho paulihon bangso i marhithte haroro ni sahalak Raja gabe panggomgomi di bangso i, panggomgomi na so sian portibi on, alai marharoroan sian Jahowa sandiri. Jahowa sandiri do na pajongjonghon Raja i, ima na sian Bethlehem, bonapasogit ni si Daud. Raja i do na manggomgomi songon sahalak parmahan songon si Daud (Psalmen 78, 70, 72) jala marhuasa sahat tu sandok portibi on (ay. 3).
           
Ayat 4 – 5
            Di ayat 4 dipabotohon do Raja na dibagabagahon i ima Raja Dame. Raja na mangalehon hademakhon tu na ginomgomanna, jala bangso na naeng maralohon tu Raja i, jadi patindanghononNa ma angka pangalo na naeng mambahen alo tu bangso na ginomgoman Raja Dame i. Ganup bangso na maralohon tu bangso i, Raja i sandiri do maniaphon sian portibi on, jala paluahononNa ma ganup jolma na si tongtong digosagosa bangso na asing. Ayat on ma na patuduhon taruli hasonagan do ganup jolma na dibagasan panggomgomion ni Raja on. Raja Dame, na marlapatan ndang adong be disi biar manang hatahuton.


Hahonaan ni Turpuk
            Nungnga masuk be hita tu Minggu Adven IV. Nungnga boha pangaradeon ni dirinta manomunomu Raja Dame i? manang sai tongtong do hita disibuki angka ulaon rutinitas ni ngolunta? Jala nungnga godang be madabu tu salah pangantusion taringot Advent, na sasintongna mambahen ulaon taringot tubu Tuhanta, gabe alit tu tu butuhanta, dohot di angka pangantusion na asing. Molo pe hita nunga adong na mambahen angka gabagaba manang angka hiasan di jabu dohot di ganup huria, alai na umringkot ima rohanta dohot dirinta do manomunomu Kristus paduahalion.
            Olo do lalap jolma di minggu advent holan loja sambing paradehon ulaon Natal, jala umbahen i, gabe mago ma lapatan ni Advent i ma manosoi hita taringot haradeon ni dirinta manomunomu Kristus, ndada holan manomunomu ulaon Natal na naung disangkapi. Boi do hita marhite ulaon Natal hita mengenang jala paingothon panjangkonon ni angka jolma, ala ni kesibukan dohot ulaon rutinitas, gabe dang diboto haroroni Jesus tu portibi on, Raja Dame naung diparbagahon angka panurirang ni Jahowa. Na sai tongtong do hita dos songon halak na adong di Bethlehem na manulak hatutubuan ni Jesus di bagasna, jala laos dilehon do bara ni pinahan?
            Boha do rohanta manomu Kristus na paduahalihon i? na tong dope rohanta i tapelehon inganan parmianan ni Raja Dame songon bara ni pinahan? Taparade ma dirinta manjangkhon Raja i marhitehite roha na ias. Ndang umringkot bagak berengon sian luar hape sega do di bagasan. Taparade dirinta manjangkon Raja Dame i, Ibana ma na padamehon tondinta tu dirinta, padamehon ngolunta. Molo so dame do tondinta dohot ngolunta, aha ma na boi tulus taulahon di portibi on? Ibana ma padamehon natoras tu ianakhon, padamehon na mardongansaripe, padamehon na marhahamaranggi, na martutur dohot na maraleale
            Taparade ma dirinta dohot rohanta laho manjanghon Raja i, asa Ibana na manggomgomi ngolunta, ai taruli hasonangan dohot hagogoon do ganup jolma na di bagasan panggomgomionNa.

Selamat paradehon diri laho manjangkon Raja Dame i
Mardame ma tu Debata
Mardame ma tu tondim dohot tu dirim
Mardame ma tu donganmu
Paloas Raja i manggomgomi ngolunta

                                              

Jamita Minggu Adven I, 2 Desember 2012


BAHAN JAMITA
2 DESEMBER 2012
MINGGU ADVENT I
JEREMIA 33: 14 – 16 (Epistel: Lukas 21: 25 – 33)
oleh: Cal.Pdt. Daniel Bonardo Pane, S.Th.



JANGKON MA BAGABAGA NA SIAN JAHOWA
UNANG bagabaga NA SIAN JOLMA
Patojolo
            “Didia do uhum dohot hatiogoran?” On ma na sai jotjot dihatahon torop jolma, patuduhon nungnga mapeol uhum dohot hatigoran i. Torop do jolma mangalului uhum dohot hatigoran holan tu hasonangan manang tu dirina sambing. Dilului pe uhum dohot hatigoran ndang na laho mambahen hademakhon tu humaliangna, nang pe adong pigapiga jolma dibahen do alus tu hademakhon tu humaliang, alai sasintongna tu dirina do. On ma na masa tu halak Israel, songon sada bangso na pinillit (chosen people/nation) sian bangso na humaliangna. Masa do tu nasida uhum ni Jahowa, ala dang olo nasida mangoloi angka pinsangpinsang na naung disuriranghon Jeremia uju so tarbuang nasida.
            Dung masa paruhuman i di nasida, pintor mangangguhi do nasida di angka sitaononnasida. Torop do halak Israel manghilalahon parsitaonan na mansai dokdok na masa tu nasida. Nang pe torop halak Israel na di Babel denggan parngoluanna, alai tongtong do nasida manghilalahon parsitaonan na mansai dokdok ala dang boi mulak nasida dohot paulihon bonapasogitna, ai mansai arga do di halak Israel bonapasogitna. Dihasiholi do laho mulak tu bonapasogitna. Deba halak Israel mansai dokdok do parsitaonan na diadopi alani haraparon na mansai bolon masa tu nasida, tarlumobi angka halak Israel na tading di Israel. Antong didia do hatigoran tu bangso i? songon na naung hupabotohon, dilului pe hatigoran i, laho tu dirina sandiri do.
            Antong, aha do hatigoran i? Marhite si Jeremia dipabotohon Jahowa do bagabagana na martumbur ma hatigoran sian pinompar ni si Daud. Boasa sian pinompar ni si Daud? Daud di halak Israel ima sada gombaran sahalak uluan na boi pasadahon bangso i muse. Sahalak raja na pistar di parporangan jala na unduk maradophon Jahowa uju di harajaonna. Jala sian pinomparna i ma muse dibagabagahon martumbur hatigoran songon na dihasiholnasida, na boi muse padomuhon bangso i (Jehuda (Israel Selatan) dohot Efraim (Israel Utara)), jala na unduk maradophon Jahowa. Laos on ma turpuk jamita di minggu on, na tolhas do jamita on sahat tu hita na mangolu di sadari on. Boha do hahonaan ni jamita on di ngolunta sadari on? Tapaihuihut ma hatorangan ni jamita on.

Hatorangan Turpuk.
            Di tongatonga parsorion na diadopi bangso Israel, sai tongtong do adong sosososo laho mangaringkoti hasonangan ni huta habuangonnasida jala asa ditangianghon tu Jahowa. Laos diuduti do, molo marhasonangan huta i, marhasonangan ma dohot nasida (ida Jeremia 29: 7). Hasonangan, ima sada sian hapapatar ni angka uhum dohot hatigoran ni Jahowa, laos dipabotohon do dia do sangkap ni Jahowa di tongatonga na masa angka parsorion na dokdok di bangso i (Jeremia 29: 11). Jala laho mangapuli bangso i di ganup parsorionnasida laos dilehon Jahowa do bagabaga-Na taringot tumbur ni uhum dohot hatigoran ni Jahowa (tunas keadilan dan kebenaran TUHAN). Uhum dohot hatigoran ni Jahowa na so boi dipapeol manang dituhor manang aha pe di portibion, termasuk angka sinamot na di jolma. Bagabaga ni Jahowa on patuduhon ndang manongtong rimas ni Jahowa, alai ro di salelenglelengna do molo asi ni roha-Na; bagabaga ni Jahowa patuduhon hapapatar ni Jahowa mangalehon tumpal (upah) tu ganup halak na manahan di angka parsorion i di bagasan hata ni Jahowa, ido na mandapot hajujumpang ni bagabaga i. Molo pe naung ditontuhon turpuk jamita ayat 14-16, alai hutolhashon ma sahat tu ayat 18 turpuk on.
            Ayat 14
            “….na ro do angka ari sogot, ninna Jahowa” Pabotohon Jahowa sandiri do na manghatahon tu si Jeremia. Molo Jahowa do manghatahon, manjadi do. Alani i, turpuk on, Jahowa sandiri do na manghatahon, marlapatan do i, manjadi do songon na didok-Na. Ayat on pabotohon sada panghirimon taringot ari marsogot, adong do na naeng masa. Mula ni ayat on pabotohon mual panghirimon. Molo Jahowa do mual ni panghirimon marhite hata-Na, marlapatan na manjadi do sudena. Diuduti do tu isi ni panghirimon na pinasahat Jahowa marhite Jeremia, “Ahu ma pasintongkon huta na denggan songon naung dibagabagahon di Jeremia 23: 5 – 6 jala dipatangkas di Jeremia 29: 10 taringot tu pinompar ni Israel dohot taringot tu pinompar ni Juda. Sada huta hasonangan, huta na gok dame, jala gok las ni roha. Marhite ayat on, dipabotohon, Jahowa sandiri do na patupahon saluhutNa i. tarida do i sian hamumulak ni bangso i sian angka habuangannasida, mulak tu bonapasogit. Jala disi ma jumpang songon na dihirimnasida uju di habuangan dope nasida (eskhatologi presentris), “jala ari sogot” sai tongtong do berlanjut sahat tu sadari on, jala singkop ma i di ari na parpudi songon na dihaporseai halak Kristen, ima haroro ni Kristus paduahalion (eskhatologi futuris).
            Ayat 15 - 16
            Ayat on ima udut ni na masa di ari sogot songon na dibaritahon di ayat 14. Jahowa sandiri do na patupahon na patabuhon di si Daud, sada tumbur hatigoran”. Tumbur hatigoran on ma na manghajongjonghon uhum dohot hatigoran di tano on. Bagabaga on pabotohon na ro ma sada Raja na manghajongjonghon uhum dohot hatigoran na sian Jahowa, Raja na mambahen jolma na ginomgomanna demak, jala marsonangsonang, jala Raja na unduk dohot pasolhothon diriNa dohot jolma na ginomgomanna solhot tu Jahowa.
            Ayat on ma na na maralo tu parange ni angka raja na diportibi on, raja na holan manggosagosa dohot mambahen susa angka jolma na ginomgomanna asa dapotan hasonangan raja i. Dibahen angka raja na di portibi on pe uhum dohot hatigoranna, holan manarihon dohot tu hasonangan tu dirina dohot tu angka jolma na sahorong tu ibana jala manggomgomi pe ibana holan tu hagiot ni dagingna do dipatupa dohot marsilomolomo, dao sian Jahowa. Dipasiaksiak do angka sidok na sintong, mapeol di dibahen uhum dohot hatigoran ni Debata, jala gabe dipardebatahon do dirina tu jolma na ginomgomanna.
            Molo nungnga jumpang be bagabaga i, dapotan tua ma Juda dohot Efraim, jala marsonangsonang isi ni Jerusalem maringanan (Jerusalem = Yerusalem marlapatan huta na dame). Jala ari i ma goarhonon ma: “Jahowa do parpintoranta”. Sada panghatindanghonon na mansai balga ala dihilala do pangaramotion ni Jahowa uju di parsitaonan manang parungkilon na mansai dokdok. Sian Jahowa do didapot tumpal ni angka na satia jala manahan ro di ujungna, Jahowa sandiri do patupahon haluaon tu halak na sai tongtong manghirim tu Ibana, molo jumpang tingkina, dapotan tua ma jolma na mambahen Jahowa parpintoranna, jala marsonangsonang ma Ibana di sada Huta na dame, na pinauli Jahowa sandiri.
            Ayat 17 – 18
            Ayat on pabotohon tu hita, Jahowa sandiri do na paulihon jala patupahon pardengganan tu pinompar ni si Daud na naeng pajongjonghon uhum dohot hatigoran ni Jahowa. Songon naung dipatorang di patujolo di turpuk on, Raja Daud, ima sada gombaran sahalak uluan na boi pasadahon bangso i muse. Sahalak raja na pistar di parporangan jala na unduk maradophon Jahowa uju di harajaonna. Jala sian pinomparna i ma muse dibagabagahon martumbur hatigoran songon na dihasiholnasida, na boi muse padomuhon bangso i (Jehuda (Israel Selatan) dohot Efraim (Israel Utara)), jala na unduk maradophon Jahowa. Dung marganti ma raja dung si Daud, gabe bola dua ma harajaon. Israel Selatan (Yehuda, bagas joro Yerusalem) dohot Israel Utara (Efraim, bagas joro Betel), jala angka raja na manggantihon ima raja nang sian pinompar ni Daud  na so olo unduk tu Jahowa, songon gombaran ni raja di portibi on naung dipatorang di ayat 15-16. Alai marhite ayat on, sian pinompar ni si Daud do muse ro tumbur ni hatigoran, jala ro di saleleng ni lelengna do jongjong harajaon ni Daud (dynasti Daud).
            Songon i dohot angka malim dohot lepi pe na so tupa tos sian adopan ni Jahowa. Andorang so tarbuang dope bangso Israel (utara dohot selatan) nungnga godang be ulaon ni hamalimon dohot lepi ndang songon naung diaturhon partording ni ulaonnasida. Nungnga godang be angka malim dohot lepi holan asal na adong (formalitas). Alai di ayat on, mulak songon naung diaturhon ma ulaon ni malim dohot lepi, ima patupaon ulaon pamujion dohot panombaon tu Jahowa. Denggan ma muse mardalan parngoluan ni bangso i, laos ido na binagabagahon Jahowa tu bangso i di tongatonga parsorion na mansai dokdok.

Hahonaan ni Turpuk
            Tolhas do bagabaga on sahat tu hita na mangolu nuaeng jala hona tu parngoluan sadari on. Masuk ma hitadi Minggu Advent I (Adventus = minggu panomunomuon). Torop do halak Kristen gabe asing pangantusionna taringot minggu Advent, alana di toropan halak Kristen minggu Advent di parngoluanna (secara praktek) ima minggu hasibukhon, sibuk do halak Kristen laho paradehon ganup angka ulaon isaranana, natal, dohot mambahen angka gabagaba. Ingkos tangkas do botoonta ise do na sitomutomuon?
            Di minggu Advent I on, na ditomutomu ima haroro ni Kristus na paduahalihon i. Nungnga boha hita paradehon dirinta dohot angka rohanta? Tolhas do bagabaga on tu hita na mangolu di portibi on dope, sai tongtong do hita paimahon hajujumpang ni bagabaga i. Na martumbur ma hatigoran na pajongjonghon uhum dohot hatigoran ni Jahowa. Antong molo songon i, taruli tumpal do sude jolma hombar tu na naung diulana di hangoluanna di bagasan uhum dohot hatigoran ni Jahowa. Tung na so boi do dipapeol dohot dituhor uhum dohot hatigoranNa, ala patar do angka parange dohot pangalaosionta di adopanNa.
            Jahowa sandiri do na patupahon hangoluan salelenglelengNa, dohot patupahon hadameon tu ganup halak na sai tongtong marhaposan di Ibana, jala na so olo manundalhon angka uhum dohot hatigoran ni Jahowa. Sai tongtong do hita paimaimahon dohot managam haroroni Kristus, Raja silehon Dame na sumurung dohot uas ni angka na tahalungunhon adong do di Ibana. Hita na mangolu dope di portibi on, parsidohot do hita taruli gabe panean bagabaga i, na patuduhon parsidohot do hita taruli di angka pangaramoti dohot pandonganion ni Jahowa nang pe ragam angka hasusaan dohot ragam ni angka parsorion na tadopi.
            Molo songon i, aha be alusta laho sai tahuton manang haporseaonta sai olengoleng? Sai olo dope hita ganggu taringot pandonganion ni Jahowa. Antong aha ma na ringkot patupaonta?
  1. Parade dirim managam haroro ni Kristus na paduahalihon i, Ibana ma tumbur hatigoran songon naung dibagabagahon di turpuk on.
  2. Tajangkon ma bagabaga i na sian Jahowa, unang ma bagabaga na sian jolma. Molo nungnga Jahowa na mandok, manjadi do sudeNa jala taruli las ni roha ma jolma na manjangkon bagabaga i. Alai jolma na manjangkon bagabaga sian jolma, gabe tubu ma disi hansit ni roha (kekecewaan) ala so jumpang na binagabagahon ni jolma.
  3. Molo tajangkon do bagabaga i, ngolunta pe ingkon boi do papatarhon hita naung manjangkon bagabaga i marhitehite hata, nang ulaon.