DANIEL PANE

SELAMAT DATANG DAN MENIKMATI YANG TELAH DISAJIKAN

Kamis, 06 Agustus 2026

bahan khotbah Epistel Minggu XI Setelah Trinitatis; Minggu, 16 Agustus 2026: Galatia 3: 26 - 29

 BAHAN KHOTBAH EPISTEL
MINGGU XI SETELAH TRINITATIS
MINGGU, 16 AGUSTUS 2026
GALATIA 3: 26 – 29

 

TAATI  HUKUM  DAN TEGAKKAN  KEADILAN
oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, M.Th.

Pendahuluan

Merdeka!!! Sekali merdeka tetap merdeka! Sebagai bangsa yang merdeka haruslah menyatakan perbuatan dan tindakan sebagaimana yang diharapkan oleh Tuhan terhadap umat-Nya setelah kita telah dimerdekakan kita dari kuasa dosa dan maut di dalam Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita. Iblis tidak akan berhenti merayu dan membujuk kita agar kita melanggar aturan dan perintah Allah sehingga kita pun kembali menjadi dikuasai dan diperbudak olehnya di dalam dosa. Dosa akan mengarahkan kita kepada kebinasaan dan maut, rusaknya hubungan kita dengan sesama dan kepada TUHAN. Dosa akan menutup semua kasih dan pengampunan sehingga yang terjadi adalah perselisihan, dendam, penindasan, ketidakadilan dan hidup semena – mena kepada sesama manusia.

Sungguh besar kasih Allah kepada manusia dan dunia; IA tidak membiarkan manusia itu selalu dikuasai iblis dan kuasa dosa. Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus di mana di dalam Yesus Kristus Allah menyatakan kasih, hukum dan keadilan-Nya. Manusia tidak akan mampu dengan semua keberadaannya dan keberadaan yang ada di dunia ini untuk membebaskan dia dari kuasa dosa dan melawan iblis. Oleh karena itu, di dalam dan oleh Yesus Kristus, mampu memerdekakan kita dari kuasa dosa dan kita mampu melawan iblis. Hanya di dalam dan oleh Yesus Kristus kita yang sebelumnya dikuasai oleh iblis untuk bebuat dosa, kini kita dipimpin oleh Yesus Kristus untuk berbuat semua firman dan kehendak-Nya. Di dalam dan oleh Yesus Kristuslah kita akan disebut anak – anak Allah, seperti yang diungkapkan oleh Paulus dalam nas khotbah ini.

 

Penjelasan Nas

                Kitab Galatia merupakan surat yang dituliskan oleh rasul Paulus sekitar tahun 53 – 56 M. ketika ia berada di kota Korintus dan surat ini ditujukan kepada jemaat yang di kota Galatia. Kota Galatia berada di Asia Kecil, yang sekarang dikenal sebagai Turki. Paulus mendengar bahwa ada pergumulan atau masalah yang dihadapi oleh jemat Kristen di kota itu yaitu munculnya kelompok pengajar sesat yang berasal dari kelompok Yahudi yang membenci Paulus. Kelompok tersebut menyebarkan berita mengenai kerasulan Paulus yang menyebabkan jemaat meragukan kerasulan Paulus. Pada awal suratnya ini, Paulus menyebutkan dirinya adalah benar – benar rasul Yesus Kristus walaupun ia tidak termasuk dari 12 murid yang dipilih oleh Yesus. Kerasulan Paulus tidak ia peroleh dari Yesus Kristus ketika IA masih di dunia ini; melainkan Paulus menerima kerasulan itu dari Yesus Kristus ketika Yesus Kristus telah naik ke Sorga dan turunnya Roh Kudus. Yesus Kristus sendiri yang menangkap dan menetapkan Paulus menjadi rasulnya, ketika ia akan berangkat ke Damsyik dalam rangka penindasan kepada orang Kristen. Kerasulan Paulus lebih banyak dilakukan di luar orang Yahudi, itu sebabnya nama yang sering dipakai adalah Paulus. Saulus merupakan nama Paulus yang ia pakai ketika ia masuk dalam komunitas Yahudi dan nama Paulus dipakai ketika ia berada di luar komunitas Yahudi. Dalam surat Galatia ini, Paulus mengajarkan dan menasehati jemaat Kristen yang ada di kota Galatia agar mereka berperilaku sebagaimana mereka telah dimerdekakan dari kuasa dosa melalui pembenaran yang diperbuat oleh Allah. Kita hanya dapat mengenal pembenaran dan anugerah Allah hanya oleh iman dan bukan oleh aturan – aturan manusia.

                Seperti yang telah diketahui bahwa dalam komunias Yahudi sangat banyak aturan atau hukum yang diperbuat yang menyebabkan mereka menjadi eksklusif atau tertutup bagi orang – orang di luar komunitasnya. Komunitas Yahudi menganggap bahwa hanya merekalah yang paling benar dan sangat layak diselamatkan karena mereka menaati aturan, hukum dan tatanan yang ada pada mereka; komunitas di luar Yahudi merupakan komunitas yang tidak layak beroleh keselamatan. Komunitas di luar Yahudi bisa saja beroleh keselamatan seperti yang dimiliki oleh Yahudi akan tetapi mereka harus turut taat kepada tradisi, aturan – peraturan serta hukum Yahudi tanpa itu keselamatan tidak akan terjadi pada mereka. Bagi kelompok Yahudi, walaupun orang – orang di luar Yahudi telah menjadi Kristen namun apabila mereka tidak mengikuti tradisi, aturan – peraturan dan hukum Yahudi mereka juga tidak beroleh keselamatan. Keselamatan yang dapat diperoleh hanya ketika mereka melalukan seluruh tradisi, aturan dan hukum yang berlaku dalam komunitas Yahudi.

                Pemahaman itu tentunya membuat keraguan bagi jemaat Kristen yang berasal dari luar komunitas Yahudi mengenai iman mereka. Apakah mereka akan beroleh keselamatan oleh karena iman mereka kepada Yesus? Atau apakah keselamatan itu diperoleh ketika mereka melakukan dan menaati tradisi, aturan – peraturan serta hukum yang berlaku dalam komunitas Yahudi. Oleh karena itulah Paulus melalui suratnya ini menyampaikan kepada jemaat Kristen yang ada di kota Galatia bahwa mereka juga adalah anak – anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus (ay. 1). Status anak Allah disematkan kepada jemaat Galatia yang menyatakan bangsa non Yahudi bukan karena kepatuhan dan keikutsertaan mereka melakukan tradisi, atau aturan dan hukum Yahudi tetapi karena iman mereka kepada Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah penggenapan dan pemenuhan Hukum Taurat (tӧrāh), hukum (mišpāṭ), dan keadilan (ṣedeq) sebagai penyataan kemuliaan TUHAN dengan tindakan-Nya.

                Status ke-anak-an Allah dinyatakan ketika kita dibaptis di dalam Kristus (ay. 2). Ayat 2 ini meningatkan kita mengenai ajaran Paulus kepada jemaat Kristen di kota Roma: “...tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus” (Roma 6: 3 – 11).

                Hanya oleh dalam imanlah kita dapat mengenal bahwa hanya di dalam Yesus Kristuslah kita beroleh keselamatan. Kita telah dipersatukan dan dipersekutukan bukan karena dalam satu tradisi atau hukum tetapi karena kita hidup di dalam Yesus Kristus dan mengenakan Kristus. Keselamatan yang Yesus Kristus telah nyatakan tidak dapat dibatasi oleh satu suku, tradisi, aturan, hukum yang ada tetapi keselamatan yang Yesus Kristus telah nyatakan adalah kesempurnaan dari semua suku, tradisi, aturan atau hukum. Di dalamnya tidak ada lagi orang Yahudi atau Yunani, tidak ada lagi hamba atau orang merdeka, tidak ada lagi laki – laki atau perempuan karena kita semua adalah satu di dalam Kristus Yesus (ay. 28). Allah yang kita sembah adalah Allah semua suku, semua bahasa, semua tradisi. Ungkapan ayat 28 ini sama dengan pengajaran Paulus ketika ia menuliskan suratnya kepada jemaat di kota Roma: “Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya” (Roma 3: 29 – 31).

 

Refleksi Teologis

                Nas khotbah epistel ini mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan dari perbudakan dosa telah dinyatakan Allah secara sempurna di dalam dan oleh Yesus Kristus. Hanya di dalam dan oleh Yesus Kristuslah keselamatan dan kemerdekaan itu nyata dan terjadi. Kemerdekaan yang telah kita peroleh tidaklah dipergunakan untuk memperbuk atau mendiskreditkan sesama manusia yang memiliki perbedaan dengan kita seperti suku, bahasa, tradisi, agama dan perbedaan lainnya. Kemerdekaan yang telah Yesus Kristus perbuat di dalam dan oleh-Nya adalah kemerdekaan yang merajut persaudaraan yang rukun. Perbedaan adalah hal alamiah karena Allah sendiripun menciptakan segalanya berbeda namun semuanya baik.

                Imanlah yang mampu menguatkan dan mengajarkan kita mengenai keselamatan atau kemerdekaan yang telah Allah lakukan. Iman di dalam Yesus Kristus. Di dalam Yesus ada persaudaraan yang rukun, hidup berdampingan dan harmonis. Perbedaan bukan lagi sebagai pemecah atau menjadi masalah tetapi menjadi kekayaan. Hanya di dalam Yesus Kristuslah kita akan mampu menghormati, mengasihi bahkan berbuat yang terbaik untuk sesama kita walaupun di tengah perbedaan yang ada. Kita semua adalah anak Allah yang telah dipersekutukan di dalam baptisan di dalam nama Allah Bapa dan anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan Roh kudus. Kita adalah milik Yesus Kristus. Apabila kita telah menjadi miliki Yesus maka kita adalah keturunan Abraham yang behak menerima janji Allah. Itu berarti kita juga akan turut mewarisi janji Allah yang telah Allah nyatakan kepada Abraham. Amin.




BAHAN KHOTBAH EVANGELIUM MINGGU, 16 AGUSTUS 2026: YESAYA/ JESAYA 56: 1 - 8

 BAHAN KHOTBAH EVANGELIUM
MINGGU XI SETELAH TRINITATIS
MINGGU, 16 AGUSTUS 2026
YESAYA 56: 1 – 8

 

TAATI  HUKUM  DAN TEGAKKAN  KEADILAN
Oleh: Pdt. Daniel Bonardo Pane, M.Th. 

Pendahuluan

Merdek
a!!! Sekali merdeka tetap merdeka! Itulah kalimat yang sering disebutkan oleh orang – orang Indonesia pada saat menjelang perayaan hari kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang merdeka. Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan: “bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Dari kalimat tersebut dapat kita artikan bahwa setiap bangsa di dunia ini memiliki hak untuk merdeka dan tidak diperbolehkan penjajahan terjadi oleh satu bangsa terhadap bangsa lain karena kemerdekaan berhubungan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Itu berarti pemahaman tersebut dapat dipahami bahwa jika ada suatu bangsa yang menjajah bangsa lainnya, maka bangsa penjajah tersebut tidak adalah bangsa yang tidak berperikemanusiaan dan tidak berperikeadilan. Oleh karena itu, penjajahan di atas dunia haruslah dihapuskan.

            Pertanyaan, jika kemerdekaan terjadi pada suatu bangsa yang sebelumnya dijajah, apakah selanjutnya yang harus diperbuat? Apakah ia dapat menjajah bangsa lain? Atau ia harus ikut melawan penjajahan yang terjadi pada suatu bangsa, suku atau negara. Nas khotbah evangelium ini merupakan suatu seruan dari seorang nabi kepada bangsa Israel ketika mereka telah dimerdekakan oleh TUHAN, Allah Israel. Agar kita lebih mengerti apa yang ingin disampaikan oleh nabi ini, maka kita akan masuk pada penjelasan nas.

 

Penjelasan Nas

            Nas khotbah ini merupakan bagian dari trito Yesaya (Yesaya III) yang memberitakan mengenai perbuatan dan kehendak TUHAN, Allah Israel. Dengan perbuatan tangan TUHAN yang mahakuasa, bangsa Israel yang sebelumnya mengalami keterpurukan, penjajahan dan pembuangan oleh kerajaan Babel. Jika diperhatikan pemahaman divine war atau perang ilahi yang ada di tradisi pada saat itu, bagaimana mungkin TUHAN, Allah Israel mampu mengalahkan Marduk, allah Babel dan bagaimana mungkin Israel akan bisa pulih dan kembali menjadi suatu bangsa? Kekalahan suatu bangsa merupakan pernyataan allah / dewa yang disembah telah kalah melawan dewa bangsa yang menang. TUHAN, Allah Israel adalah Allah yang Mahakuasa, kekuasaan dan kerajaan-Nya tidak akan dapat disamakan atau tidak akan dapat dibatasi oleh tradisi atau pemahaman bangsa. Segala allah tunduk di hadapan TUHAN, Allah Israel.

            Dengan tangan-Nya yang kuat, Ia telah menghancurkan kerajaan Babel dan menghancurkan kuil dan dewa mereka. Melalui Koresy, TUHAN memerdekakan Israel dan mempersilahkan umat Israel untuk pulang kembali ke tanah air mereka yaitu Yerusalem. Kehancuran dan kesedihan yang dihadapi oleh bangsa Israel yang diakibatkan oleh penyerangan kerajaan Babel akan digantikan dengan pemulihan dan sorak – sorai. Kemerdekaan bangsa Israel tidaklah diperoleh dari keberadaan bangsa itu sebab jika diperhadapkan situasi yang terjadi saat itu merupakan situasi yang sangat sakit dan kehancuran total yang tidak memungkinkan mereka akan merdeka atau berdiri kembali menjadi satu bangsa. Namun, apa yang tidak mungkin bagi mereka adalah sesuatu yang sangat mungkin bagi TUHAN. Oleh karena anugerah TUHAN, Allah Israel sekitar tahun 539 – 539 sM., TUHAN mengutus Cyrus/ Koresy raja Persia yang menjadi perpanjangan tangan-Nya untuk memerdekakan Israel dari penjajahan kerajaan Babel. Selama pemerintahan Persia, bangsa Israel tidaklah menjadi negara jajahan tetapi sebagai bangsa yang merdeka. Hal ini ditunjukkan dengan diperbolehkannya orang Israel pulang atau kembali dari tanah pembuangan mereka ke tanah air mereka yaitu Israel dan turut membangun kota Yerusalem dan bait Suci sebagai lambang suatu negara yang merdeka. Bait Suci merupakan suatu bangunan yang memiliki peran sentral untuk menunjukkan identitas suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat.

            Kemerdekaan yang Allah berikan kepada bangsa Israel bukanlah suatu kemerdekaan tanpa aturan, yang mengakibatkan Israel menjadi bangsa tanpa aturan dan tanpa tatanan yang jelas. Kemerdekaan mereka adalah perubahan status pemerintahan dan kepemilikan. Siapa y  ang memerintah, dialah yang memiliki aturan untuk ditaati oleh masyarakatnya. Jika demikian halnya itu berarti, ketika TUHAN menjadi Raja dan memerintah serta menjadi Pemilik Israel, maka TUHANlah yang menetapkan aturan yang harus ditaati oleh Israel sebagai bangsa dan milik-Nya. Oleh karena itu, pada ayat 1 TUHAN menyampaikan firman-Nya melalui nabi pasca pembuanan, Yesaya III agar bangsa Israel yang telah merdeka itu menaati hukum dan menegakkan keadilan.

            Yesaya 56 merupakan pembukaan dari bagian trito Yesaya dimana Allah menyatakan perbuatan dan kuasa-Nya yang adalah keselamatan dari pada-Nya dan keadilan-Nya akan dinyatakan. Taatilah hukum, hukum apakah yang dimaksud? Dalam komunitas Israel ada beberapa bagian yang menajadi aturan/ hukum yaitu: Hukum Taurat (10 titah); 613 mišpo (merujuk kepada perintah TUHAN yang tercatat dalam kitab Taurat (pentateukh), yang menjadi kewajiban bagi umat Yahudi untuk dipatuhi; talmut (tafsiran dan penjelasan Hukum Taurat, serta ajaran rabinik yang membantu menerapkan hukum dalam kehidupan sehari-hari); halakha (panduan bagi seluruh aspek kehidupan, memastikan bahwa tindakan umat Yahudi selaras dengan kehendak Tuhan); dan lain – lain. Apabila kita melihat teks bahasa Ibrani ayat 1 ini adanya perintah yang bersifat imperatif (terus menerus harus dilakukan dan tidak dapat dilanggar) yaitu menaati hukum (mišpāṭ) dan menegakkan keadilan (tsedeq).

Mitspat merupakan hukum yang berisikan perintah TUHAN yang tercatat dalam kitab Taurat yang menjadi tatanan kehidupan Israel bagi komunitas masyarakat Israel maupun bagi orang – orang di luar Israel pasca mereka akan dimerdekakan TUHAN melalui Cyrus/ Koresy. Dalam mitspat ada yang bersifat perintah, tegoran serta hukuman. Tidak ada tawar menawar dalam melaksanakan mitspat karena mitspat memiliki dasar Hukum Taurat. Bagi orang Yahudi melanggar mitspat sama halnya melanggar Hukum Taurat. Perbuatan itu sama halnya dengan mendatangkan murka TUHAN bagi mereka. Hukum Taurat merupakan identitas bangsa Israel sebagai bangsa yang dikuduskan oleh TUHAN, yang berbeda dengan bangsa – bangsa di sekitar mereka. Oleh karena itu, sebagai bangsa pilihan, bangsa yang dikuduskan dan bangsa yang dimerdekakan oleh TUHAN, mereka harus tekun dan terus menerus menaati hukum. mišpāṭ akan berhubungan dengan keadilan (ṣedeq). Dimana dinyatakan mišpāṭ, dan ṣedeq di sanalah TUHAN dinyatakan.

            Penyataan hukum (mišpāṭ), dan keadilan (ṣedeq) merupakan penyataan kemuliaan TUHAN dengan tindakan-Nya menyelamatkan Israel. TUHAN akan menyelamatkan umatnya IA sendiri bertindak sebagai Hakim Agung untuk menghukum semua bangsa; IA sendiri menebus Israel dari semua dosa dan pelanggaran mereka melalui penghakiman TUHAN. Ketika TUHAN menyelamatkan Israel melalui penebusan dosa mereka, IA akan dimuliakan karena IA berkuasa menyelamatkan. Tidak ada kuasa seperti kuasa TUHAN, Allah Israel baik di langit maupun di bumi. Tindakan-Nya menyelamatkan Israel dengan penyataan mišpāṭ, dan ṣedeq menyiaratkan tindakan-Nya untuk memulihkan gunung TUHAN yang kudus, yaitu Sion. Sion ditegaskan merupakan suatu tempat perlindungan yang paling aman (Yes. 14: 32), namun dengan penyerangan yang dilakukan oleh Babel bukit Sion sebagai tempat orang Israel mendapat pengajaran mengenai hukum (mišpāṭ), dan keadilan (ṣedeq) telah hancur. Campur tangan YHWH bagaimana pun diartikan secara dua hal: pertama, keraguan mengenai penyataan YHWH, apakah penyataan TUHAN melalui hukum dan keadilan merupakan penyataan penghukuman atau keselamatan bagi umat-Nya atau bagi semua bangsa; kedua, YHWH menghakimi dan menyelamatkan umat-Nya dan seluruh bangsa pada saat yang  sama. Tindakan TUHAN dalam penghakiman, penebusan dan pembenaran-Nya merupakan akar mengenai kebenaran dan pembebasan kaum Israel. Pemulihan Sion juga menyiaratkan bahwa dosa yang awalnya dipahami sebagai alasan TUHAN memakai bangsa lain (Babel) sebagai penghakiman, kini kaum Israel telah ditebus dan diampuni dari murka, dan tidak ada tuntutan atau ejekan, cercaan atau bahkan ancaman yang berasal dari bangsa – bangsa yang menjadi musuh Israel/ umat TUHAN. TUHAN sendirilah yang akan bertindak mengumpulkan umat-Nya yang telah tercerai berai dan DIA-lah yang akan menjadi benteng pertahanan dan gunung batu bagi umat-Nya. Sehingga mereka akan merasa aman dan tidak takut lagi dengan ancaman dari musuh – musuhnya.

            Umat Israel harus benar – benar berdiri kokoh dalam menaati hukum dan keadilan, yang artinya berdiri kokoh dalam menyatakan kehendak TUHAN dan perbuatan-Nya. Tidak ada kejahatan terdapat di dalamnya, tidak ada lagi terjadi ketidakadilan seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya. Orang – orang di luar Israel akan melihat semua perbuatan TUHAN melalui Israel sehingga mereka akan ikut dan masuk dalam komunitas bangsa Israel (yang disebut dengan Israel proselit). Sebagai umat yang telah merdeka maka mereka harus bertindak untuk menyatakan kemerdekaan bagi bangsa lain. Membuka tali belenggu dan menyatakan pembebasan bagi bangsa yang masih tertindas. Alangkah bahagianya ketika umat Israel berdiri kokoh menaati hukum dan keadilan. Hidup rukun, hidup dalam kasih persaudaraan, hidup dalam perdamaian. Tidak ada lagi saling mengancam, persekusi, perselisihan di dalamnya.

 

Refleksi Teologis Teks

            Merdeka!!! Tanggal 17 Agustus 2026 yang akan datang, bangsa Indonesia akan merayakan 81 tahun kemerdekaan. Sejarah menyatakan kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari anugerah Allah. Apabila diperhadapkan dengan persediaan senjata bangsa Indonesia dengan bangsa yang menjajah tentu hal yang sulit jika bangsa Indonesia dapat merdeka pada saat itu. Indonesia merupakan hadiah yang begitu mahal diberikan TUHAN kepada bangsa ini. Sebagaimana TUHAN sangat membenci ketidakadilan dan penindasan maka dengan anugerah dan perbuatan TUHAN melalui usaha para pahlawan kemerdekaan maka kemerdekaan pun terjadi. Pertanyaan sekarang adalah, apa yang bisa kita perbuat untuk bangsa ini sebagai ungkapan syukur kita atas anugerah Allah tersebut dan sebagai wujud kebanggaan kita menjadi warga Indonesia?

            Kemerdekaan Indonesia haruslah dipahami sebagai kemerdekaan yang berasaskan kemanusiaan, keadilan dan kebenaran. Kemerdekaan yang tatanan masyarakatnya tertata, teratur dan tertib bukan tanpa aturan; kemerdekaan yang membebaskan bukan yang menindas atau menjajah kaum lemah; kemerdekaan yang melakukan keadilan bukan melakukan ketidakadilan untuk pemuasan kepentingan pribadi/ kelompok; kemerdekaan yang menciptakan hidup rukun dan persaudaraan bukan menciptakan kericuhan, perselisihan atau keributan; kemerdekaan yang saling menghormati bukan saling menyikut, mengancam, menindas dan perbuatan jahat lainnya.

            Melalui nas khotbah ini kita diarahkan untuk hidup sebagai mana umat Israel setelah mereka dimerdekakan dari penjajahan bangsa Babel. Mereka hidup dalam tatanan atau aturan yang berkemanusiaan, berkeadilan dan kebenaran. Kita sebagai umat Kristen di Indonesia ini kita terpanggil untuk hidup dalam ketaatan hukum (mišpāṭ), dan keadilan (ṣedeq) sebagai penyataan kemuliaan TUHAN dengan tindakan-Nya. Kita warga negara Indonesia mari berpegangan tangan, berjalan bersama untuk mencapai cita – cita luhur bangsa kita: bangsa Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. TUHAN memberkati kita, TUHAN memberkati Indonesia, amin.

Senin, 27 April 2026

Bahan Jamita Epistel Minggu Kantate, 03 Mei 2026; 2 Tesalonika/ 2 Tessalonik 3: 1 - 12

BAHAN JAMITA EPISTEL
MINGGU KANTATE
OLOPOLOP HKI 99 TAON
MINGGU, 03 MEI 2026
2 TESALONIK 3: 1 – 12
 
MARENDE DO AHU TU JAHOWA

Pdt. Daniel Bonardo Pane, M.Th.

Patujolo

            Parhorasan ma di hamu amanami dohot inanami, ruas dohot parhalado ni huria HKI di ganup inganana be! Asi ni  roha dohot dame na sumurung sian saluhut na roha, ima na mangaramoti roha dohot ateatemuna di bagasan Jesus Kristus, Tuhan jala Sipalua, amen.

            Adong do hata na mandok: ndang adong hata na umuli begeon asing ni tangiang. Molo tajaha bibelta di Padan na robi dohto di padan na imbaru sai disuru do hita asa martangiang. Tung margogo situtu do tangiang ni angka na daulat, jala dapotan gogo do ibana marhitehite tangiangna songon i nang angka jolma na diondihon di tangiangna. Di hurianta adong do bagian ni liturgi tangiang pangondianon (ndada tangiang tingting). Tangiang pangondianon ima tangiang na mangondihon saluhut angka na porsea, mangondihon angka jolma asa margogo jala manahan di saluhut parsorion na masa, mangapuli angka na marsak jala mampargogoihon angka na gale. Alani i, sai didok do asa manongtong ma hita martangiang. Turpuk jamita epistel on, ima surat ni apostel Paulus na paduahon tu huria na di huta Tessalonik asa tongtong nasida martangiang huhut managam ari las ni roha, ari parolopolopon di na ro Jesus Kristus muse di ari parpudi. Molo tung jumpang ari i, marendeende ma hita mangolophon Jahowa di habangsaNa na badia. Asa lam ampit hita mangantusi turpuk jamita on na marpadomuan tu ojahan minggu, masuk ma hita tu hatorangan ni turpuk.

 

Hatorangan ni Turpuk

            Ia buku 2 Tesalonik ima surat na paduahon na sinurathon ni apostel Paulus tu huria Tessalonik. Huria Tessalonik, maringanan di huta Tessalonik, huta na ribur jala na balga. Huta Tessalonik ima na gabe ibukota haulion propinsi Junani (sebelumnya dikenal dengan kerajaan Makedonia) di harajaon Rom. Huta Tessalonik maringanan di tungkan utara ujung ni teluk Thermaikos, Junani. Si Paulus do na manurathon suratna on hirahira taon 48 – 51 M. Didapot si Paulus do barita taringot na masa di huria Tessalonik ima na adong parpoda haliluon na mangajarhon taringot haroro ni Tuhan (parousia) naung masa (ida 2 Tes. 2: 2), na mambahen ruas ni huria i didiaon (bingung) taringot hasisintong ni pangjarion i. Adong ma nasida paradehon dirina holan na dibagasna be holang na martangiang so mangula ulaonna be. Adong muse ma parange ni jolma i tidak mau tahu taringot haroro ni Tuhan, ndang taboto boha sintongna haroroNa i na ringkot ulaohon ma ulaon na holan manghorhon las ni roha di pamatang (muncul paham hedonisme, hidup berfoya - foya), jala holan mangahut tu haringkot ni parbue ni daging (pat. Gal. 5: 19 – 21). Ala ni i do disooi manang dipodahonh si Paulus huria na di Tessalonik asa unang madabu tu angka ulaon na maralo tu barita na uli. Tutu do Jesus Kristus na naeng ro, alai ndang taboto jala ndang adong jolma na boi manontuhon sadihari tingki manang arina. Alani i, rade ma hita managam haroroNa i marhite martangiang huhut mangulahon ulaonna. Ndang boi tarsirang martangiang dohot mangula ulaon.

            Di ayat 1 ddidok asa martangiang ma huria i huhut manangianghon hami. Ise do hami na dison? Ima apostel Paulus, Silas, Timoteus dohot angka parbarita na uli na asing na manongtong mangaringgashon ulaon parbaritanaulion tu angka bangso nang pe mangadapi hamaolon dohot sitaonon sahat tu na dipenjara dohot ingkon marutang hosa. Sai ditangianghon huria na di Tessalonik ma angka parbaritanauli asa unang so hata ni Tuhan. Lam diorai jala ditulak laho marbaritanauli, alai lam marlojong do hata ni Tuhan i marsaringar. Marhite tangiang ni huria i mangondihon angka parbaritanauli asa malua nasida sian halak na jengkel jala na jahat; ai ndang saluhutna olo porsea di baritanauli i jala ndang olo porsea di Jesus Kristus na gabe Tuhan jala Sipalua (ay. 2).

            Soso asa “martangiang” ima sosososo si Paulus tu huria di Tessalonik asa manang aha pe na masa di adopannasida ingkon manongtong ma nasida martangiang. Marhite tangiang do nasida mangidohon bisuk dohot pangantusion na laho manimbangi angka ragam pangajarion na masa, manirang dia do pangajarion na ingkon peoponnasida jala pangajarion na ingkon ditulak. Marhite na martangiang, taparhatopot na so margogo jala ndang jumpang bisuk dohot parbinotoan laho mangadopi ragam na masa di hasiangan on; na so tau gogo dohot hadirion gabe sipangasahon dohot na gabe pangondianan, alai Debata Ama, Anak dohot Tondi parbadia ma na ingkon sipangasahon, ai tau haposan do Ibana jala tau pangondianan ni angka na daulat marroha. Ai haposan do Debata, ibana do na patoguhon rohanta jala na mangaramoti hita maralohon na jahat dohot ragam parpoda haliluon i (ay. 3).

            Mardongan pos ni roha do si Paulus mamodai manang manosoi huria di Tessalonik na diulahonnasida do angka i sudena (ay. 4). Molo pe masa angka parpoda haliluon, alai hot do ianggo haporseaonnasida. Pos ni roha on marharoroan sian panandaiaon na tangkas si Paulus tu huria Tessalonik songon i nang huria Tessalonik tu si Paulus na manghorhon parsaoran na mansai ronsu. Di ayat 5, dipapos si Paulus do huria Tessalonik na togutoguon ni Tuhani rohanasida tu holong ni roha ni Debata dohot tu habengeton ni Kristus i (pat. Pilp. 2: 5 – 10). Holong ni roha tu Debata martudutudu tu parsombaon dohot pamelehon diri na hibul tu Debata, marparange songon Kristus (imatatio Christus) martudututudu tu parange na marpangoloion, marhabengeton marhasatiaon, na sumeahon ha-Debata-onNa gabe rupa hatoban na patuduhon haserepon ni roha laos di bagasan hasereponNa do dipatimbo Debata Ama Ibana sian saluhut angka Goar. Asa nasa ulu ni tot marsomba tu Ibana, jala nasa dila marhatopothon Jesus ima Tuhan jala Sipalua (pat. Pilp. 2: 11).

            Di ayat 6 – 12 ima pangajarion ni apostel Paulus tu huria na di Tessalonik asa gabe huria na maradat na sida. Pandohan “maradat” di turpuk on ima marparange na denggan jala tau tiruan; manghasomalhon mangulahon angka haulion di parsaoran huria nang songon i parsaoran di humaliang. Adong roha na martamue, roha holong dohot mangharingkothon pangurupion di angka dongan, roha marpanarihon dohot burju di angka ulaon na denggan. Unang ma songon halak na so maradat ima parange na so boi tiruan, sibahen hasesega di punguan huria, na manghorhon hagunturon di parsaoran na humaliang, marroha losok na so ulaulaon. Molo pe managam hita di ari haroro ni Tuhan Jesus Kristus di ari parpudi unang ma gabe songon halak na so maradat. Alai molo lam masihol hita di haroroNa i, lam tahaburjuhon ma mangulahon angka na denggan. Unang marlosok ni roha, padot ma di angka ulaon, hobas di angka sihobasan jala sude na i ingkon diulahon songon parbue ni tangiang.

           

Refleksi Teologi

Parbue ni haporseaon do angka ulaon na denggan, jala ingkon saurdot do haporseaon, tangiang dohot parulaon. Ndang boi hita manutup diri taringot aha na masa di hasiangan on, jala unang gabe tarlalap hita mangharingkothon na di portibi on gabe tading di angka hinaringkot ni ngolu partondion. Ganup jolma naung porsea di Jesus Kristus tangiang dohot ulaon ima na dua hal na mansai diharingkothon. Ndang boi na porsea i holan mangula so pola martangiang, manang holan na martangiang so ulaulaon.

Marhitehite ojahan jamita epistel di pesta olopolop HKI na pa-99 taon on, diajari do hita asa marende hita mangendehon hagogoon dohot hasangapon ni Debata; mangendehon saluhut denggan basa dohot asi ni roha ni Jahowa Debata naung patar di bagasan Jesus Kristus dohot parsaoran ni Tondi Parbadia. Mangendehon ende na imbaru ndada dilapati holan marende mardongan musik, alai marende mangendehon ende na imbaru ima ulaon na manghalashon dohot mangolophon sude pambahenan ni Debata di ngolunta marhite burju na martangiang dohot burju mangula di angka ulaonna na denggan i. Alani i, sude parhalado dohot ruas ni huria HKI na marlasniroha sadari on, adong do hata na mandok: ora et labora na marlapatan martangiang jala mangula. Tangianghon ma na naeng siulahononmu, ulahon naung ditangianhonon, jala tangianghon ma muse naung niula. Martangiang dohot mangula ima na ingkon siulahonon ni angka na porsea huhut mangaramoti dirina asa unang madabu tu ragam pangunjunan dohot manjamothon dirina asa unang madabu tu mangoloi hisaphisap ni daging; manimbangi saluhut angka pangajarion asa unang madabu tu pangajarion ni parpoda haliluon. Ramotan ni Debata ma hita di pardalanan ni ngolu on asa molo jumpang ari haroroNa na sangap i, dapotononNa ma hita hita so hasurahan, amen.



Bahan Jamita Minggu Kantate, 03 Mei 2026; Keluaran/ 2 Musa 15: 1 - 14

BAHAN JAMITA 
MINGGU KANTATE
OLOPOLOP HKI 99 TAON
MINGGU, 03 MEI 2026
2 MUSA 15: 1 – 14

MARENDE DO AHU TU JAHOWA
Pdt. Daniel Bonardo Pane, M.Th.

Patujolo

            Parhorasan ma di hamu amanami dohot inanami, sude ruas dohot parhalado ni huria na adong di portibi on, tarlumobi di sude ruas dohot parhalado HKI di ganup inganana be! Asi ni  roha dohot dame na sumurung sian saluhut na roha, ima na mangaramoti roha dohot ateatemuna di bagasan Jesus Kristus, Tuhan jala Sipalua, amen.

            Sada ulaon na so marujung do ianggo parendeon. Parjamiton, panurirangon dohot lan angka ulaon na di portibi on marujung do saluhutna. Alai anggo parendeon na so jadi marujung. Nang pe daging mate jala gabe malangke, alai anggo parendeon i murudut do di habangsa ni Debata. Dung di ari haroroNa di ari parpudi, dipahehe ma hita sian hamatean jala parsidohot ma hita di habangsaNa na gok hamuliaon dohot hasangapon marende, mangendehon habadiaon, hasangapon dohot hamuliaon ni Debata, mangendehon hatimbulon dohot habolonon ni Debata manggomgomi saluhut angka na tinompaNa (pat. Pangk. 5: 8 – 13; 15: 2 – 4). Alai andorang so sahat dope hita tu paraendeon di habangsa ni Debata na sangap i, marhite turpuk jamita evangelium on dipabotohon tu hita taringot sada ende ni si Musa, sahalak ulaula ni Jahowa Debata na papatarhon huaso dohot hagogoon ni Jahowa Debata na so hatudosan naung patar diida jala dipanghilalahon halak Israel na manghorhon haluaon Israel sian parhatobanon Misir jala na patariparhon halak Israel manaripari laut Teberau. Marhite hata ni ende on, tung tangkas do dibaritahon si Miriam hatimbulon dohot hagogoon ni Jahowa Debata na so adong hatudosanna. Asa lam tu antusna hita mangantusi turpuk jamita on, masuk ma hita tu hatorangan ni jamita.

 Hatorangan ni Jamita

            Di ayat 1 ima patujolo ende ni si Musa on. Didok: “marende ma ahu tu Jahowa, ai marmulia situtu do Ibana”. Tu Jahowa do dipasahat si Musa endena on, dipanghilalahon ibana do gogo dohot huaso ni Jahowa na so tupa adong gogo dohot huaso na boi dipatudos tu gogo dohot hauso ni Jahowa. Nang pe dihajugulhon si Parao laho patuduhon gogo dohot huaso debata na disombana, ima debata Ra alai ndang tolapsa manaluhon gogo dohot huaso ni Jahowa Debata. Jahowa do mangungkap dalan tariparan laut Teberau asa boi mardalan bangso Israel manaripari laut i. Laos dalan na diungkap i mamauphon si Parao dohot angka soldaduna na naeng manangkup muse halak Israel. Ndang adong gogo manang huaso manang aha pe jala sian debata na dia pe na boi manundati haluaon na pinatupa Jahowa. Patariparan laut Teberau i pataridahon pangaramotion dohot pangondianon ni Jahowa maradophon bangso Israel na gok halongangan bolon.

            Di ayat 2 didok: “Jahowa do hatogaonku dohot pujipujianku jala manjadi hatuaonku. Ibana do Debatangku...”. dipahartopot si Musa do tung na so margogo ibana laho patupahon angka ragam halongangan na binahenna di Misir, alai gogo Jahowa, Debata ni Israel i do na patupahon angka halongangan i marhite ibana, lapatanna papatarhon gogo dohot huaso ni Jahowa do si Musa laho patupahon halongangan di Misir. “Debata do haluaon manang hatuaonku”, hata on jotjot do dipangke di angka ende liturgi halak Israel na pabotohon ndang jumpang haluaon dohot hangoluan na marharoroan sian na asing; ndang adong gogo dohot huaso na boi patupahon haluaon songon na binahen ni Jahowa Debata, ala ni i, Jahowa do Debatangku!

            Didok di ayat 3: “Jahowa do Ulubalang bolon, Jahowa do GoarNa”. Di hata heber hata ulubalang didok milekhāmāh na marlapatan pahlawan perang. Dihatindanghon si Musa do taringot parporangan na masa di harajaon Misir. Ndada parporangan pardagingon alai parporangan ha-Debata-on. Dipaloas Jahowa do si Parao patuduhon saluhut gogo ni debata Ra na dihaporseai halak Misir debata na gogo situtu do debata Ra. Ndang margogo hape hagogoon ni Ra debata Misir martimbanghon hagogoon ni Jahowa, Debata ni Israel. Ulubalang bolon do Debata, na tuk pataluhon sude hagogoon ni angka debata di tano on na patupahon sude halongangan bolon na so boi dibahen angka hagogoon ni angka debata sileban. Marhite hagogoon bolon i do malua Israel sian parhatobanan Misir jala boi nasida mardalan manaripar laut Teberau. Mannghorhon hamonangan do saluhut na binahen ni Jahowa, hamonangan maralahon parhatobanon, maralohon angka parange na so uhum na binahen ni halak Misir, monang maralohon parsorion dohot talitali ni halak Misir na mambahen mabugang daging ni halak Israel. Marhamonangan do halak Israel mamolus rura linggoman ni hamatean. “Jahowa do GoarNa”! Jahowa, Debata na naung adong, na mambahen adong sian na so adong; molo pe salpu saluhut angka na adong i, alai hot do Ibana jala manongtong, na so tupa salpu anggo Ibana dohot hataNa. Marhagogoon do GoarNa jala marhamuliaon, na badia do GoarNa. 

            Dung haruar halak Israel jala naeng manadinghon luat Misir tarambat ma langkanasida ala patar diadopi nasida laut teberau na bagas hape sian pudi ro do soldadu Misir na niuluhon Parao Misir mardongan hurete hoda porang na marsangkap laho mamunu halak Israel. Mardalan halak Israel laho malua, hape hamatean do dijolona marhite laut teberau, mulak pe nasida tu pudi tong do hamatean na naeng masa marhite hureta hoda porang halak Misir na naeng mamunu. Mangalualu do si Musa mangido hagogoon ni Jahowa Debata mangido asi ni roha ni Debata asa tung dipalua halak Israel sian hamatean. Ditangihon Jahowa do alualuna i, laos disuru do si Musa manghindat tungkotna, jala patoltol tanganna tu atas laut, jala patolak, asa dibolus halak Israel tongatonga ni laut i, mardalan di na mahiang. Masa ma hagogoon ni Jahowa Debata marhite angka alogo na unduk di hataNa na gabe parangan ni Jahowa laho mamola laut i gabe tarbola. Mardalan ma halak Israel manaripar laut na bidang jala na bagas i. Diida si Parao dohot angka soldaduna na masa i, lam margogo ma nasida laho mangalele dohot mamunu halak Israel. Sahat ma si Parao dohot soldaduna di hatariparan ni halak Israel di tonga laut teberau, disuru Debata ma si Musa laho  patoltol ma tanganna tu atas laut, asa sumuang angka aek i lingkup tu halak Misir, tu angka huretana dohot tu angka parsihundulna. Hamatean dohot hamagoan ma na gabe jambar ni si Parao dohot soldaduna, jala na so tolap do ianggo gogo ni debatana paluahon dirina dohot soldaduna sian hamagoan na pinamasa Jahowa tu nasida. Marningot saluhut pambahenan ni Jahowa i do umbahen dihatahon si Musa marhite endena songon di ayat 4 – 10 turpuk jamita on.

            Tung ise ma songon Ho, ale Jahowa di tongatonga ni angka debata? Di ayat 11 – 14 ima panghatindangahon ni si Musa taringot tu hatimbulon, hasongkalan ni Jahowa Debata di tongatonga angka debata na disomba angka bangso na leban. Ganup bangso sai adong do debatana, jala hagogoon ni debata tarida do sian hagogoon ni bangso na maralahon bangso. Molo monang do bangso i, hataridaan hagogoon dohot hamuliaon ni debatana; alai hataluon ni sada bangso, hataridaan hagaleon dohot hataluon debata na disomba. Songon i do pangantusion ni angka bangso di partingkian na robi (pada kurun waktu sejarah Alkitab (ANET: Ancient Near East Time)). Di partingkian ANET, Bangso Misir, ditanda do bangso na bolon jala marhagogoon (istilah saat ini disebut: negara/bangsa super power) ima hataridaan debata “Ra” na disomba bangso i, ima debata na marhagogoon. Alai hagogoon ni debata Ra ndang boi paluahon si Parao dohot halak Misir sian hamagoan dohot paruhuman na dipamasa Jahowa tu nasida. Tung tu ise ma dipatudos hagogoon, hatimbulon dohot habadiaon ni Jahowa di tano on; di ganup inganan dohot di ganup tingki? Ndang adong! Jahowa, Debata sasada do! Dibege angka bangso ma Goar ni Jahowa, jala angka dotdot ma nasida hinorhon ni hasongakalan dohot hatimbulon Goar ni Jahowa. Haleluya!

 

Refleksi Teologi

            Sadari on, maroloolop ma HKI di siala toho di tanggal 01 Mei 2026
, gonop ma umur ni hurianta HKI marumur 99 taon, jala di taon 2027 tapestahon ma pesta Jubeleium II (Jubelium dirayakan 1 x 50 tahun, tidak setiap tahun atau sekali sepuluh tahun, melainkan setiap sekali lima puluh tahun). Tama situtu do sude hita: parhalado, parhobas di huria, ruas ni huria marlasniroha di saluhut pangaramotion ni Jahowa Debata di pardalanan ni hurianta sian na mamungka 01 Mei 1927 sahat tu 01 Mei 2026. Marhite buku on hupasahat hami: “selamat ulang taon tu HKI: panjang umurnya, sehat seluruh para pelayan dan jemaatnya, kuat imannya di dalam Tuhan.

            Autsugari marujiruji hita di saluhut pardalanan ni hurianta sian na mamungka sahat tu sadari on, tung godang situtu angka hamaolon na niadopi angka amanta dohot angka natorop na pajongjong hurianta on sian mamungka goar HCh.B, dung i na marganti goar tu HKI songon goar ni hurianta sadari on. Ditulak do hajongjongan HCh.B sian missi RMG, digoari do pambarontak dohot pangalo tu RMG. Alai ndang sumurut haringgason ni amanta dohot situan natorop laho papatarhon barita na uli, songon i nang patupahon haulion dohot haluaon tu bangso batak sian panggosagosa sibontarmata. Sahat tu pardalanan ni hurianta HKI sai tongtong do mangadopi ragam angka hamaolon dohot sipingkiron laho patupahon panghobasion huria. Alai di sude pardalanan ni ngolu ni HKI sada na ingkon siingotonta, na so jadi dipasombu Jahowa huriaNa punjung mangadopi i, alai marhite hagogoonNa dohot huasoNa na so tarasam dohot na so hatudosan.

            Marhitehite gogo dohot pangondion na sian Jahowa mamolus ragam angka na masa di hasiangan on, tama ma hita marende jala marlasniroha. Jahowa do ulubalang bolon di bangso na manghirim haluaon na pinatupaNa. Tama situtu do hita marendeende jala marolopolop di saluhut pambahenan ni Jahowa. Nang songon i ngolunta di hasiangan on. Godang do tutu siboluson di pardalanan ni ngolunta, alai marhagogoon do Jahowa patupa haluaon dohot pangaramotion tu ngolunta. Marolopolop ma hita jala marende, taendehon ma ende na imbaru sada manghalashon sude pambahenan ni Jahowa Debata di ngolunta, amen.

Senin, 16 Maret 2026

BAHAN JAMITA EPISTEL, JUM'AT AGUNG, 03 APRIL 2026: PSALMEN/ MAZMUR 22: 1 - 12

BAHAN JAMITA EPISTEL
JUM’AT AGUNG
Jum’at, 03 April 2026
PSALMEN 22: 1 – 12

TUTU DO JESUS I ANAK NI DEBATA!
Pdt. Daniel Bonardo Pane, M.Th.

Patujolo

            Parhorasan ma di hamu amanami dohot inanami na hinaholongan di bagasan Jesus Kristus, Tuhan jala Sipalua i! asi ni roha dohot dame na sumurung sian saluhutna angka roha, ima na mangaramoti roha dohot ateatenta di bagasan Jesus Kristus, amen.

            Adong do hata ni na bisuk mandok: homo socius na marlapatan ianggo jolma ima tinompa ni Debata na mangharingkothon parsaoran manang dongan (ciptaan Allah yang membutuhkan persekutuan atau teman). Hata on mandok tu hita: ndang boi jolma i mangolu sahalakna, ringkot do jolma i dongan. Dongan na boi martungkarpingkiran uju adong na maol sipingkiran; dongan na boi mangapuli uju masa arsak dohot sitaonon; dongan na boi maniroi uju masa haliluon di pingkiran; dongan na boi manungkoli uju masa hagaleon. Alai di hasiangan on masa do hata na mandok: godang do dongan uju adong di iba; alai molo so adong di iba, bolong ma pardonganon; godang do dongan na rap mengkel, alai ndang piga dongan na boi rap tangis. Turpuk jamita epistel on, ima sada andungandung ni parpsalmen na manghilalahon punjung na so mardongan uju masa sitaonon na mansai dokdok dohot bernit di ngoluna. Asa lam tu antusna hita mangantusi turpuk jamita epistel on, masuk ma hita tu hatorangan ni turpuk.

 

Hatorangan ni Turpuk

            Ia Psalmen 22 on ima anggukangguk na tung mansai bagas na dipasahat marhite tangiang taringot sitaonon manang hinahansit tarsongon na ditadinghon Debata panghilalaanna hinorhon ni hansitna manang bernitna. Jotjot do turpuk jamita epistel on dipahombar tu anggukangguk ni Tuhan Jesus Kristus uju di hau pinarsilang. Laos alani i do tubu do pangantusion ia anggukangguk on ima anggukangguk berdimensi mesianik, anggukangguk na dibagasna pabotohon taringot pambahenan ni Jahowa Debata laho patupahon haluaon nang pe ingkon jumolo mamolus sitaonon manang haberniton bolon.

            Sungkunsungkun, boasa ma tung dipaloas Jahowa masa hinahansit dohot hinabernit masa di parngoluon ni angka na manghaposi Ibana? pangidoan nian, molo jonok do parsaoran tu Debata, burju mangulahon patikNa, jala parroha na daulat unang ma nian adong parungkilon dohot sitaonon; marhasil ma nian angka niula jala lam ganda ma nang pansamotan. Alai, ndang boi hape pangidoanta i manontuhon taringot parngoluonta. Ingkon boluson do hape sitaonon dohot ragam hinabernit di tano on asa tung manghilala hita pandonganion dohot pangaramotion ni Jahowa Debata di ngolunta. Marhite sitaonon manang hinabernit na tapanghilalahon di portibi on manghorhon habengeton do i saluhutna, jala habengeton ni manghorhon panghirimon taringot haluaon dohot las ni roha singkat ni sitaonon na masa.

            Marhite turpuk jamita on, boi do idaonta taringot hinahansit panghilalaonna, punjung nama panghilalaonna songon na so mardongan. Ise do parpsalmen na nidok di turpuk on? Ima si Daud. Taboto do ra ise do si Daud, sahalak parmahan jala pardaging na metmet dohot na marniang, alai ibana do ditodo Jahowa Debata na gabe raja bangso Israel luhutan singkat ni raja Saul, ima simatua dolina. Gumodang do di psalmen on ende na manang tangiang na dipatupa si Daud songon patuduhon pengalaman iman-na, na tung mansai ronsu do parsaoranna dohot Jahowa Debata. Dipalu ibana do hasapi laho patubegehon hatimbulon dohot huaso ni Jahowa Debata dohot ragam halonganan na pinatupa. Alai di pardalanan ni ngoluna, ndang sude hape jolma manghalomohon molo songgop las ni roha di ngolu on. Sai adong angka jolma las rohana molo marsak hita, jala marsak rohana molo sonang rohanta. Hata na bisuk mandok di hata Indonesia: “kenallah kesetiaan sahabat dan temanmu ketika engkau berada dalam titik terendah, bukan ketika dirimu berada di titik atas”. Pandohan on adong do hadomuanna na mandok: boi do godang dongan molo masa las ni roha jala adong siadonganta, alai boi do mandao angka dongan molo masa di ngolunta hapogoson dohot sitaonon.

            Di ayat 1 – 3 adong anggukangguk sian si Daud mandok: “ale Debatangku, Debatangku! Boasa tadinghononMu ahu?” hata on ndada na pabotohon tu hita na dipasombu Debata si Daud punjung manaon sitaonon dohot hahansitanna. Alai anggukna i patuduhon tung mansai borat situtu sitaonon dohot parungkilon na masa di ngoluna. Torop do halak Israel mangolophon si Daud gabe raja uju monang si Daud maralahon si Goliat, alai holan masa ancaman sian si Saul laho mamunu si ibana, ndang adong sahalak na barani mangampini si Daud. Dilele rimas dohot sangkap pamunuan ni raja Saul do si Daud. Martabuni ma si Daud, sahat di na laho ibana tu Ziglag martabuni ala ni biarna. Dihatindanghon si Daud na sai joujou ibana mangido pangurupion sian Jahowa Debata. Marhite panghatindanghonon ni si Daud on tangkas dipabotohon tu hita holan tu Jahowa do ibana joujou mangido pangurupion dohot haluaon. Jahowa do na gabe haposan jala haporusanna. Ndada tu jolma manang tu gogo ni portib on ibana pasahathon pangidoanna on, alai tu Jahowa do; jala holan tu Jahowa do ibana marhuraja; sonang do panghilalaonna rap mian di pangondian ni Jahowa nang pe tung bernit situtu sitaononna.

            Di ay. 4 – 6, marningot do si Daud taringot songon dia pangaramotion, pandonganion dohot haluaon na pinatupa ni Jahowa tu angka ompuna. Marhite hatimbulon dohot hasongkalan ni gogo ni Jahowa malua do si Noah sian hamamasa aek na sumar; marhite hatimbulon dohot hasongkalan ni gogo ni Jahowa mangaramoti, mangondihon dohot paluahon si Abraham, Ishak dohot si Jakob di ragam hamamasa sitaonon di ngolunasida be; Uju di parhotabanon Misir, patar do hatimbulon dohot hasongkalan ni gogo ni Jahowa, paluahon halak Israel malua sian parhatobanon Misir; marhite hatimbulon dohot hasongkalan ni gogo ni Jahowa boi do halak Israel taripar sian laut Teberau; marhite hatimbulon dohot hasongkalan ni gogo ni Jahowa boi halak Israel sahat tu Kanaan mamolus ragam na masa di pardalanannasida dohot lan na masa na asing. Molo pe masa angka hagogotan, sitaonon manang haberniton di pardalanan ngolu angka ompuna, holan tu Jahowa do nasida joujou manang manganggukhi mangido pangarmotion dohot haluaon marhite hatimbulon dohot hasongkalan ni gogoNa.

            Di ayat 7 – 12 dipatudos si Daud na gea (cacing tanah) dirina na so mararga. Dileai jala diparengkeli angka na torop do ibana di na masa sitaonon dohot haberniton i. nang pe gea, alai na tinompa Jahowa do ibana. sude angka na tinompa mangaranap do tu Jahowa. Dipatudos si Daud dirina gea patuduhon hagaleonna dohot hasereponna. Tung na so margogo be si Daud jala na so tau hadirionna boi paluahon ibana sian ragam parsorion. Asing ni si Saul, bangso Palistin tung las situtu do rohanasida marnida sitaonon dohot haberniton ni si Daud ala naung ditaluhon si Daud ulubalang ni Palistin ima si Goliat.

            Alai ditongatonga panghilalaan ni si Daud i diparhatopot ibana do muse holan tu Jahowa do ibana marhaporusan, holan tu tu Jahowa do ibana mangalualu, joujou. Didok di Psalm. 50: 15 “jou ma Ahu jumpa di ari hagogotan, asa hupalua ho, asa dipuji ho Ahu”. Manjou Jahowa Debata jumpa di ari hagogotan marlapatan mangido hagogoon dohot manghirim ulaon haluaon na naeng sipatupaon ni Debata tu na manjou Ibana; patuduhon na ingkon maporus tu Jahowa do si Daud ala ndang adong na tuk gabe haporusanna di tano on.

 

Hahonaan ni Turpuk

            Turpuk jamita epistel di ari hamamate ni Tuhan Jesus Kristus sadari on, pabotohon hita taringot joujou ni sahalak tu Jahowa Debata di tongatonga sitaonon dohot habernitonna. Hata ni endenta BE. 806 ayat 1 didok: “Aha pe masa di ngolumon, Tuhan manjaga ho, holongNa do mangondihon ho, Tuhan manjaga ho. Tuhan manjaga ho, las pe roham marsak pe ho, Sai diramoti ho, Tuhan manjaga ho”. Songon i nang di ayat 3 didok: “Molo borat siporsanonmi, Tuhan manjaga ho,

Tung pe golap parnidaanmi, Tuhan manjaga ho. Tuhan manjaga ho, las pe roham marsak pe ho, Sai diramoti ho, Tuhan manjaga ho.” Molo masa borat ni sitaonon i, golap panghilalaanta di parngoluan on, jala songon na punjung panghilaanmu ingot ma Tuhan manjaga ho, Tuhan mandongani ho, jala Tuhan patupahon haluaon di ho nang pe ingkon jumolo tahilala ragam na hansit, amen.